<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447</id><updated>2011-12-10T21:57:06.592+07:00</updated><category term='cari makan'/><category term='shoot my own head'/><category term='Mbadog'/><title type='text'>Aut Disce aut Discede</title><subtitle type='html'>Sekolah atau Minggat Kono!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-6235119102808069883</id><published>2011-10-24T12:28:00.011+07:00</published><updated>2011-10-24T12:43:02.252+07:00</updated><title type='text'>Lampu... Lampu...! *grépé-grépé-grépé</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-cMBCaAF6ppg/TqT4x2CgKdI/AAAAAAAAAHw/hUQmznZrbmA/s1600/lampu.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 274px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cMBCaAF6ppg/TqT4x2CgKdI/AAAAAAAAAHw/hUQmznZrbmA/s320/lampu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666927766342216146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kecuali sudah berniat mampir ke satu titik di antara titik berangkat dan tujuan, sepanjang perjalanan dengan kendaraan bermotor hanya melalui koridor-koridor mati. Tanpa interaksi. Mungkin kita baca rambu-rambu dan papan-papan iklan maupun nama toko sepanjang jalan. Ribuan orang mungkin ditemui sepanjang jalan. Lagi-lagi hanya latar gambar dari jendela atau seruang kecil pandangan bukaan helm. Kecuali dengan pengasong atau pengamen atau pengemis, masih ada interaktifitas (?) -lambaian tangan tanda menolak atau meraih lalu memberikan sekeping uang logam-.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tanpa sadar, "ketemu di jalan" jadi sesuatu yang istimewa. Berpapasan atau bersisian kendaraan dengan kenalan dan kerabat adalah kebetulan yang istimewa. Jadi jeda aktifitas di antara kepasifan interaksi dengan ruang luar sepanjang perjalanan.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Awal tahun 2000'an, jauh sebelum Undang-undang mengenai kewajiban menyalakan lampu utama bagi sepeda motor diberlakukan, saya selalu mengendarai sepeda motor dengan lampu utama menyala. Bukan alasan keselamatan, tapi ada kerusakan yang menyebabkan klakson dan lampu sein (sign) tidak menyala apabila switch lampu utama tidak dalam posisi hidup.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semenjak kondisi itu berlangsung, perjalanan saya menggunakan sepeda motor menjadi sangat interaktif. Sepanjang jalan rute-rute yang biasa saya lalui selalu mendapat 'sapaan' dari orang-orang. Bentuknya berupa kode tangan "grépé", telapak tangan yang diacungkan lalu dikatupkan saling menyentuh semua ujung jari, -bukan mengepal-, berulang-ulang. Seringnya diiringi teriakan, "lampu..!". Itu tanda mereka mengingatkan bahwa lampu utama hidup karena kala itu seharusnya lampu kendaraan mati di siang hari. Menurut mereka barangkali, pengemudinya lupa mematikan, yang dapat mengakibatkan aki tekor. Sungguh sosial, peduli dan baik hati. &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mulanya saya selalu balas dengan teriakan, "rusak!" sambil menunjuk ke arah lampu, kelamaan saya cukup mengacungkan jempol tangan kiri saja. Tanda terima kasih atas peringatan yang disampaikan.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menariknya kemudian, karena saya melalui rute yang itu-itu saja, ternyata mereka yang sering memberi tanda dari pinggir jalan jadi hafal pada saya. Mungkin juga tampilan berkendara saya yang khas. Makhluk besar 183cm/120kg mengendarai Honda Win kecil dengan lampu selalu menyala, -beruang sirkus bermotor kabur-. Warung yang saya hampiri beli tisu, tambal ban ketika kempes, penjual tepi jalan ketika mengisi pulsa, pengasong di persimpangan sewaktu terhenti lampu merah, semua akrab menyapa. Pertanyaan selalu mirip, "Mengapa lampunya hidup terus?". Saya jadi sosok akrab. Jalan menjadi lintasan yang akrab.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belakangan, setelah Undang-undang mewajibkan lampu sepeda motor hidup di siang hari, jalanan kembali menjadi latar mati. Tak ada lagi sapaan "grépé" yang akrab mengingatkan. Tapi semoga memang banyak nyawa terselamatkan oleh undang-undang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-size:78%;"&gt;foto dicuplik dari &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/14/259225/126/101/1-Oktober-Lampu-Sepeda-Motor-Bandarlampung-Wajib-Nyala-"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-6235119102808069883?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/6235119102808069883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=6235119102808069883&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6235119102808069883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6235119102808069883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2011/10/lampu-lampu-grepe-grepe-grepe.html' title='Lampu... Lampu...! *grépé-grépé-grépé'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cMBCaAF6ppg/TqT4x2CgKdI/AAAAAAAAAHw/hUQmznZrbmA/s72-c/lampu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-8442939311622147522</id><published>2011-10-17T11:00:00.006+07:00</published><updated>2011-10-17T19:16:13.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbadog'/><title type='text'>Kupat Tahu</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Baru saja selesai sarapan 'kupat tahu' yang dibungkuskan istri sembari pulang mengantar anak-anak sekolah. Kupat tahunya gagrak Tasikmalaya; potongan ketupat dan tahu digoreng '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;medium rare&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;' lalu ditaburi tauge (bukan kecambah) yang dari 'nyakrek'nya pasti hanya dimatangkan dengan sekedar dicelupkan ke air panas, lalu disiram bumbu kacang halus encer dengan sedikit kecap. Rasanya condong manis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sambil sarapan tadi, jadi ingat pertama kali mampir di lapak penjual kupat tahu tersebut hampir 2 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Waktu itu langganan kupat tahu sarapan kami berlokasi kira-kira dua perempatan sebelum lapak kupat tahu yang sekarang kami langgani. Di seberang pasar tradisional terdekat dari rumah. Biasanya dibeli oleh pembantu rumah tangga yang sekalian belanja pagi. Kemudian ketika anak sulung kami masuk SD, rute pulang-pergi mengantar-jemputnya melalui lapak kupat tahu yang kemudian kami langgani tadi. Beberapa kali terlihat lapak itu selalu penuh antrian. Penasaran, akhirnya sempat juga kami mampir.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Lapaknya sederhana, ruang kecil dengan dua set meja-bangku kira-kira 3x4 meter saja. Gerobak yang sudah statis menjadi area saji, ada di paling depan. Waktu itu mungkin karena bentuk gerobak dan tampilan '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;signage&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;' yang mirip, membuat istri saya membuka percakapan dalam bahasa Sunda dengan penjualnya, yang pasti adalah juga juragan pemilik lapak;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Istri saya (i) : Mang, ini sama nggak dengan yang di **** (langganan kami sebelumnya) ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Penjual (p) : Sama neng kupat tahunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(i) : oh berarti yang di sana punya mang juga?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(p) : bukan neng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(i) : lho katanya sama?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(p) : iya sama kupat tahunya, tapi bukan punya mang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(i) : saudara?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(p) : bukan, orang lain aja itu mah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(i) : beda dong mang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(p) : ah tapi sama juga enaknya yang sana mah neng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Di jaman kapitalisasi dan persaingan bebas macam sekarang, tanggapan penjual kupat tahu tersebut terhadap persaingan luar biasa. Betul-betul kontra marketing. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://nasional.vivanews.com/news/read/224951--kirim-peti-mati--seperti-kehabisan-akal-"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Death of marketing&lt;/span&gt; tanpa perlu kirim peti mati tapi bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happy&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Walaupun kemudian setelah dicicipi rasanya tidak lebih istimewa dari langganan kami sebelumnya, kami pindah dan masih berlangganan sampai pagi ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-8442939311622147522?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/8442939311622147522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=8442939311622147522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8442939311622147522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8442939311622147522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2011/10/kupat-tahu.html' title='Kupat Tahu'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-6583437620921496231</id><published>2009-06-22T01:32:00.001+07:00</published><updated>2009-06-22T01:35:08.012+07:00</updated><title type='text'>Reality (also) Sucks</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Belum lama malam ini, Sena anak sulung saya, pergi tidur. Sebelumnya ia bermain-main dengan saya sejak saya pulang ke rumah tadi sore. Permainannya yang terakhir adalah bermain dengan lampu senter, ia sorotkan ke langit-langit ruang tamu, digerakkannya ke kiri dan ke kanan, diamatinya pantulan lampu di langit-langit dengan mata berbinar, senyumnya lebar sekali. Ia sangat senang. Ia sangat menikmati kendalinya pada pantulan lampu senter di langit-langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengamatinya, saya mengingat kembali bertahun lalu ketika saya bermain persis seperti Sena. Saat itu mungkin usia saya sekitar tujuh atau delapan tahun. Lampu senternya pun lebih besar, baterainya empat buah. Sorot lampunya demikian terang sehingga bisa membentuk lajur cahaya ke arah mana lampu senter ditujukan. Kala itu saya gemar menyorotkan lampu senter tersebut ke atas, bukan ke langit-langit tapi ke langit. Langit malam. Malam di Jakarta waktu itu belum abu-abu seperti malam-malam sekarang, malamnya masih hitam, masih kelam. Bintang masih terang bercahaya, belum suram dan redup oleh pantulan lampu kota di kabut polusi. Saya kecil yakin benar waktu itu, bila lampu senter diarahkan ke awan yang gelap bergerombol, tampak pantulannya di sana. Saya juga yakin cahaya lampu senter itu mampu menerangi sedikit bidang di tanah bulan bila diarahkan ke sana. Saya sangat menikmatinya. Saya bisa menyorotkan cahaya lampu senter tersebut kemanapun saya mau, semuanya bisa saya terangi. Termasuk awan dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan saya baca &lt;a href="http://ira-silva.blog.friendster.com/2008/06/bertanya/"&gt;artikel kawan&lt;/a&gt; saya mengenai berkurangnya kemampuan kognisi manusia seiring bertambahnya usia. Menarik dan disadari bahwa disampaikan pula mengenai manusia yang semakin tua justru semakin menyelaraskan diri terhadap cara pandang orang-orang umumnya. Semakin kompromi. Semakin tidak kreatif dan imajinatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu pergi ke luar ke halaman rumah. Saya bawa lampu senter yang tadi Sena mainkan. Saya amati langit malam. Langit malam Bandung sudah abu-abu. Ke arah timur laut, langit tampak lebih hitam. Bayangan segerombolan awan ada di sana. Lampu senter saya sorotkan ke arah gerombol awan tadi. Saya tidak melihat dan tidak mampu membayangkan sorot lampu senter tadi sampai ke sana, ke awan-awan. Saya gerakkan ke kiri dan ke kanan, tetap saja tidak nampak tanda-tanda pantulannya di sana. Terkadang saya lempar sorotnya ke dedaunan, atap rumah tetangga, kabel-kabel listrik dan telepon untuk memastikan lampunya masih menyala. Sayangnya lagi, bulan entah dimana malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyorotkan lampu senter ke langit malam masih menyenangkan, tapi pantulannya di awan dan bulan tidak bisa lagi saya lihat dan bayangkan. Mungkin lampu senternya terlalu lemah, baterainya saja cuma dua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi saya pasti sudah lama mati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-6583437620921496231?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/6583437620921496231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=6583437620921496231&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6583437620921496231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6583437620921496231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2009/06/reality-also-sucks.html' title='Reality (also) Sucks'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5975016947472831538</id><published>2009-02-10T17:50:00.002+07:00</published><updated>2009-02-10T17:54:33.512+07:00</updated><title type='text'>Menuju Penyelesaian yang Elegan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Turut berduka dengan &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/09/153342/1081905/486/dwi-yanto-dikenal-santun-dan-baik"&gt;wafatnya seorang anak santun harapan keluarga, yang dibesarkan dengan susah payah serta diberkati cita-cita dan&amp;nbsp;doa ayah-ibunya&lt;/a&gt; namun kemudian disia-siakan sebuah penyimpangan ide kaderisasi organisasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menggugah duka pula bahwa ia tinggal begitu dekat dengan kediaman saya, tidak sampai 200 meter. Bukan tidak mungkin bahwa sosoknya tidak asing bagi saya. Ya kami pasti tidak saling mengenal, tapi sekali lagi, bukan tidak mungkin kami tidak asing.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Proses pertanggungjawaban berjalan. Bila sebelumnya kematian anak didik seperti ini hanya berakhir sebagai statistik belaka, tampaknya ini lain. Mungkin lembaga pendidikan tinggi ini tidak ingin disetarakan sebuah institusi pendidikan se-kota yang hanya menghasilkan juru tulis kecamatan dalam menyikapi kematian sia-sia peserta didiknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya, proses penyelesaian serasa basa-basi seperti kematian-kematian sia-sia anak harapan orang tua lain yang pernah terjadi. Mulai dari simpang siurnya berita, &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/10/104814/1082302/486/ngebut-ungkap-kasus-polisi-pilih-periksa-saksi-di-itb"&gt;hiruk-pikuknya aparat&lt;/a&gt;, lalu &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/09/191901/1082089/486/hindari-salah-persepsi-amp-tolak-berikan-komentar"&gt;berbelitnya data medis&lt;/a&gt; sampai &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/10/140257/1082491/486/mendiknas-itb-harus-bertanggung-jawab"&gt;komentar mendiknas&lt;/a&gt;.Tapi &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/10/131810/1082436/486/kepala-prodi-geodesi-itb-diberhentikan"&gt;berita lanjutannya cukup membesarkan hati&lt;/a&gt;, bahkan sampai pada kutipan : &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/10/151202/1082576/486/itb-tak-akan-terima-mahasiswa-baru-geodesi-dalam-1-tahun"&gt;"Menurutnya dalam waktu dekat, Rektor ITB Djoko Santoso akan bertemu dengan dosen Geodesi dan Geomatika untuk membahas apakah masih perlu program studi tersebut dipertahankan."&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akan banyak &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/10/170057/1082694/486/itb-terlalu-ngurusi-hal-lain-sampai-korbankan-mahasiswa"&gt;argumen&lt;/a&gt; mengenai sebegitu krusialkah penyelesaian yang sampai mengeliminasi sebuah entiti yang mungkin lebih besar, lebih luas, lebih tua, atau bahkan (dianggap) jauh lebih penting? Entahlah, apa ada yang lebih penting dibandingkan nyawa seorang anak? Puluhan juta jiwa anak-anak (muda) lain yang melayang oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_war_1"&gt;perang sia-sia di awal abad lalu&lt;/a&gt;, pun dikarenakan melayangnya satu jiwa seorang anak (raja).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lantas, akankah ada suara-suara lantang dari mereka yang arogan merasa lebih pintar, lebih berharga, lebih bermanfaat serta lebih tahu untuk membubarkan Teknik Geodesi ITB atau malah integrasinya ITB sekalian -&lt;a href="http://www.petitiononline.com/pab2007/petition.html"&gt;seperti halnya begitu lantang seruan pembubaran sekolah tinggi juru tulis kecamatan tersebut&lt;/a&gt;-?&lt;br /&gt;Rasanya tidak akan ada. Karena tidak adanya siapapun mampu merasa lebih pintar, lebih berharga, lebih bermanfaat serta lebih tahu yang terbaik daripada selain tiga kapital besar berurut tadi. Bahkan, situs berita tempat saya ambil kutipan di atas, memandulkan kolom komentar yang biasanya segera terisi. Hati-hati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pula jangan lupa, apapun penyelesaiannya; baik secara proporsional, dibesar-besarkan, dikecil-kecilkan, atau malah dilupakan dan dipeti-eskan, tidak akan menyejukkan perih orang tua yang ditinggalkan. Penyelesaian tersebut kelak, hanya menjadi contoh kasus, seberapa besarkah adab (pendidikan) kita memuliakan sebuah nyawa manusia, serta seberapa cerdaskah kaum (terdidik) kita mampu menarik hikmah. Mudah-mudahan generasi nanti mau memaafkan yang terjadi hari ini.&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5975016947472831538?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5975016947472831538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5975016947472831538&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5975016947472831538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5975016947472831538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2009/02/menuju-penyelesaian-yang-elegan.html' title='Menuju Penyelesaian yang Elegan'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-795796703286433251</id><published>2008-12-05T17:44:00.003+07:00</published><updated>2008-12-05T18:00:23.247+07:00</updated><title type='text'>Soliderisasi</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan &lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2008/12/04/185830/1048352/230/saksi-ananda-mikola-rekam-oral-seks-agung"&gt;kasus penculikan, penyekapan, penganiayaan dan pelecehan seksual&lt;/a&gt; terhadap seorang pengusaha interior oleh artis serta pembalap ternama kelas nasional, maka saya selaku &lt;a href="http://www.senamaya.com"&gt;pengusaha yang bergerak di bidang&lt;/a&gt; yang sama menyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prihatin dan mengecam terjadinya kasus ini.&lt;br /&gt;2. Menyatakan MENOLAK mengerjakan order atau proyek interior yang datang dari artis atau pembalap ternama kelas nasional* (*tolong sekali, -please-please-please-, dibaca butir nomor 4.)&lt;br /&gt;3. Menuntut pemerintah untuk menyatakan profesi pengusaha interior sebagai profesi yang beresiko tinggi yang patut dilindungi. Selain rentan tidak dibayar lunas, tidak laku, juga mengalami kasus di atas.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apabila terpaksa&lt;/span&gt;, pernyataan butir 2. di atas bisa diabaikan selama menghubungi lalu membikin order kepada saya dengan tidak mengaku sebagai artis atau pembalap ternama kelas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pernyataan ini dibuat di Bandung, 5 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-Abihaha.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:75%;"&gt;&lt;br /&gt;(nggaya pora? bisa jadi alasan sepi order supaya berkesan biasa melayani artis)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-795796703286433251?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/795796703286433251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=795796703286433251&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/795796703286433251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/795796703286433251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/12/soliderisasi.html' title='Soliderisasi'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-1681104848612483769</id><published>2008-10-26T21:01:00.003+07:00</published><updated>2008-11-23T23:01:11.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shoot my own head'/><title type='text'>Racun Dunia</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dulu, selulus kuliah, langsung banting tulang di bidang printing. Melibatkan beberapa chemical yang lumayan hazardous juga. Terlebih kalau sablon.&lt;br /&gt;Nyemplung di interior-furniture lebih intens. Chemical finishing mulai dari coloring, sanding, dan surfacing lumayan nyegak. &lt;br /&gt;Interior menyepi, kalah bersaing sama produk jadi impor China yang ampun murahnya, mari coba mengail rejeki dari caleg-caleg lewat outdoor printing media yang chemicalnya lebih menyengat tenggorokan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai belasan tahun atau beberapa puluh tahun ke depan, beberapa dari anda yang saya kenal, sedang menjenguk saya yang sekarat karena kanker paru-paru, tolong ingatkan saya bahwa semua ini memang seharusnya dilakukan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Men should feed their family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...duh orde baru dan bapak pembangunan, daku rindu betul akan kalian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-1681104848612483769?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/1681104848612483769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=1681104848612483769&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1681104848612483769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1681104848612483769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/10/racun-dunia.html' title='Racun Dunia'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4858250149577746300</id><published>2008-05-29T01:43:00.000+07:00</published><updated>2008-05-29T01:44:58.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari makan'/><title type='text'>Dapur Hemat Energi</title><content type='html'>&lt;a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20080515114702_1_482bc04689897.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV0oPbeRI/AAAAAAAAAEQ/48H68qSn5pc/s400/ikon1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20080515114722_2_482bc05a390e8.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV0oPbeSI/AAAAAAAAAEY/kL4Si1nXJHk/s400/ikon2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20080515114744_3_482bc07071429.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV04PbeTI/AAAAAAAAAEg/KdklhKTTqVc/s400/ikon3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20080515114821_4_482bc0951e684.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV1IPbeUI/AAAAAAAAAEo/1qHsRQ0XdbE/s400/ikon4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20080515114639_5_482bc02fb2f2d.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV1IPbeVI/AAAAAAAAAEw/VET8RkRMjfs/s400/ikon5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Karena bagusnya dapur yang saya buat, pemilik yang biasanya masuk dapur dengan niat memasak, malah kemudian terkagum-kagum menikmati dapurnya dan merasa sayang untuk mengotori. Kemudian memutuskan lebih baik beli 'mbungkus' ke depan kompleks atau delivery saja. &lt;br /&gt;Hemat energi bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga mulai dari Rp.875.000,-/m tergantung bahan, warna, dan desain. Jangan lupa, dengan kalimat "harga mulai", sebagaimana produsen lain, biasanya cenderung membujuk untuk membeli spesifikasi yang lebih mahal.&lt;br /&gt;Saya juga! karena spesifikasi yang cukup layak dipamerkan pada tetangga* atau mertua adalah sekitar Rp.1.300.000,-/m.&lt;br /&gt;Kualitas terjamin, pesan pagi - besok (2-3 minggu kemudian) sore diantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda suka? mau? tinggalkan pesan konsultasi anda di YM id: abi_ha_ha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto pelayanan : "dapur anda bagus, dapur saya ngebul"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: maaf saya bukan tukang foto tapi bos tukang meubel, foto buram silakan terima jadi. Banyak contoh produk lain dengan foto-foto yang jauh lebih bikin mata sepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* : &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:80%;"&gt;sebaiknya jangan bandingkan apapun milik anda dengan milik tetangga. Dalam hati kecil tetangga yang paling dalam, apapun milik anda pasti tidak lebih bagus bagi mereka. Kecuali 'rumput' anda yang lebih 'hijau'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4858250149577746300?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4858250149577746300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4858250149577746300&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4858250149577746300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4858250149577746300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/05/dapur-hemat-energi_29.html' title='Dapur Hemat Energi'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SCuV0oPbeRI/AAAAAAAAAEQ/48H68qSn5pc/s72-c/ikon1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4133846246347905311</id><published>2008-05-27T22:42:00.001+07:00</published><updated>2008-05-27T22:51:26.879+07:00</updated><title type='text'>Pasar adalah Market</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SDws-tAIIFI/AAAAAAAAAE8/sI7bp3VYFOY/s1600-h/Cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SDws-tAIIFI/AAAAAAAAAE8/sI7bp3VYFOY/s320/Cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205084725077090386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dari info yang &lt;a href="http://ndorokakung.com/2008/03/20/ozawa-pecas-ndahe/"&gt;disampaikan Ndorokakung&lt;/a&gt;, ternyata memang mereka yang bisa membaca 'subtitle' itu adalah pasar.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bukan diimpor resmi masuk negeri ontran hujan batu, tapi ditujukan buat mereka yang migran di negeri hujan emas.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:82%;"&gt;*gambar dari... dari... dari... wis pokoe terima lihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4133846246347905311?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4133846246347905311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4133846246347905311&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4133846246347905311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4133846246347905311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/05/pasar-adalah-market.html' title='Pasar adalah Market'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SDws-tAIIFI/AAAAAAAAAE8/sI7bp3VYFOY/s72-c/Cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-3360517982025990751</id><published>2008-05-22T11:51:00.002+07:00</published><updated>2008-05-22T12:03:12.503+07:00</updated><title type='text'>bah! akhir mei 08</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;id=23389"&gt;bah!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;id=23337"&gt;bah! bah!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;id=23336"&gt;bah! bah! bah!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;id=23333"&gt;bah! bah! bah! bah!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ide solutif? Diantosan kang*&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:82%;"&gt;*mangga milarian ide anu tos garaduh gajih mah, abdi mah milarian artos bae da teu aya anu ngagajih sareng kedah ngagajih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejenak &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__n6vboW0744/R7EFYMCdnNI/AAAAAAAAACU/4f9AduhWOXQ/s400/wulan2.jpg"&gt;ssshhhheeejjjuuuk...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-3360517982025990751?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/3360517982025990751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=3360517982025990751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3360517982025990751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3360517982025990751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/05/bah-akhir-mei-08.html' title='bah! akhir mei 08'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-3401972810516775574</id><published>2008-04-12T21:14:00.002+07:00</published><updated>2008-05-15T12:05:18.129+07:00</updated><title type='text'>Menjilat Ludah Sendiri yang Sudah Mengering di Bokong Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SADEjYUHxHI/AAAAAAAAAEA/pxSb8zNT4vM/s1600-h/desain+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SADEjYUHxHI/AAAAAAAAAEA/pxSb8zNT4vM/s320/desain+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188362882832122994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Biarin... yang penting bisa top-up asuransi investasi buat anak-anak. &lt;br /&gt;Lagi murah lho harga unit!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-3401972810516775574?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/3401972810516775574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=3401972810516775574&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3401972810516775574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3401972810516775574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/04/menjilat-ludah-sendiri-yang-sudah.html' title='Menjilat Ludah Sendiri yang Sudah Mengering di Bokong Hitam'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/SADEjYUHxHI/AAAAAAAAAEA/pxSb8zNT4vM/s72-c/desain+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-6002241154368643107</id><published>2008-03-09T02:10:00.001+07:00</published><updated>2008-03-09T11:27:19.686+07:00</updated><title type='text'>Bangun atau Bangkit ?</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menonton TV dan membaca koran awal tahun ini mulai ramai oleh '100 tahun kebangkitan nasional'. Kebanyakan media, apalagi koran 'merayakannya' dengan betul-betul dilandasi semangat demokrasi dengan cara marah-marah, protes, menghujat perilaku generasi muda masa kini, meruntuki moral masyarakat, inventarisasi kebobrokan bangsa dan lain-lain yang serupa. Tidak ada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat saya awalnya serupa. Ingin marah-marah, menghujat generasi masa lalu (tak ada masa kini tanpa masa lalu tho?), inventarisasi sampah-sampah bangsa, minta tanggung jawab birokrat dan lain-lain yang sebentuk. Juga tanpa solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenung sejenak (sebetulnya lama juga karena sedang tidak ada proyek), teringat quote seorang budayawan yang mengatakan bahwa 'bangkit' tidak sama dengan 'bangun'. Bangun adalah dari tidak sadar menjadi sadar, sementara bangkit dari tidak berdaya menjadi berdaya dalam keadaan sama sadar. Penggunaan kata 'bangun' dari tidur memang lebih tepat daripada 'bangkit' dari tidur. Lebih memudahkan pembedaannya, penggunaan 'bangkit' juga lebih tepat untuk menggambarkan penis anda yang ereksi daripada 'bangun'. Bangun juga menggambarkan kondisi dari tidak ada menjadi ada, sementara bangkit lebih menunjukkan potensi yang sudah ada menjadi lebih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, biarpun salah tapi apa salahnya berteriak, mencoba memberi usulan solusi. Daripada teriak-teriak mengorek borok yang pada akhirnya hanya melukai dan menginfeksi diri sendiri. Walaupun mungkin hanya air ludah tetapi ada anti bakterinya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling utama tak lain dan tak bukan adalah pendidikan. Pendidi'an Endonesa walaupun kuantitas contentnya mungkin melebihi bangsa lain - misal anak SD Indonesia sudah mampu mengenali lokasi-lokasi geografis pada peta seperti lokasi negara, laut, samudera dll - kualitasnya buruk, idealismenya tidak ada. Mengapa? karena semua yang dituju hanyalah 'nilai' atas nama benchmarking hasil pengajaran. Mengejar 'Nilai' inilah yang terus menggerus arti pendidikan menjadi cuma pendidi'an tanpa kualitas. Habis sudah pendidikan nilai-nilai integritas, nilai-nilai berdikari bangga atas keringat sendiri. Bocornya ujian dan contek-mencontek adalah akibat sistem 'Nilai' tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya menurut saya adalah sistem 'benchmarking' pendidikan yang tidak hanya mengacu pada hasil akhir, tetapi proses. Hapus sistem kelulusan yang menggunakan standar nilai kelulusan. Biarkan semua peserta didik lulus setelah menempuh pendidikannya secara penuh. Ujian hanya untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menguji serapan pengajaran terutama pada pendidikan dasar? lakukan dengan uji aplikasi, misal matematika dengan simulasi perdagangan atau terapan hitungan lain di dunia nyata, bahasa dengan mengarang atau apresiasi panggung, ilmu alam dengan praktikum, ilmu sosial dengan diskusi-diskusi yang konstruktif. Bagaimana dengan ilmu lain yang tak bisa diamati penyerapannya selain dengan uji nilai kuantitatif? tak perlu diamati, berikan saja tanpa perlu diuji. Di dalamnya termasuk pendidikan moral, agama, sejarah atau malah etika. Buat apa diuji-nilaikan apabila malah lebih menyulitkan peserta didik lalu mengubur integritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cenderung mengacu sistem pendidikan tradisional seperti pesantren dan paguron jaman dulu yang membiarkan para peserta didik berkembang sesuai potensinya lalu membiarkan dunia nyata yang mem-benchmark mereka. Apabila dikaitkan dengan sistem 'link &amp; match' dunia pendidikan dan kerja, biarkan pengguna hasil pendidikan menyeleksi kebutuhannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem benchmark dengan nilai ini pula yang mengubur harga diri. Daripada 'Tut Wuri Handayani' lebih baik semboyan pendidi'an itu diganti dengan 'you are what you score' - 'kamu adalah nilaimu'. Bayangkan dari sebuah kelas di sekolah yang mungkin ada 50 peserta didik, sementara yang bisa masuk 10 besar hanya 20%, sementara yang 80% otomatis dianggap 'kurang potensial'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya orang tua banyak mempercayai pola ini untuk menilai kualitas anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ibu cacingan? tentu tidak!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-6002241154368643107?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/6002241154368643107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=6002241154368643107&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6002241154368643107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/6002241154368643107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/03/bangun-atau-bangkit.html' title='Bangun atau Bangkit ?'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-2405072493247976588</id><published>2008-02-07T22:30:00.000+07:00</published><updated>2008-02-07T22:50:39.020+07:00</updated><title type='text'>Wulan Guritno!! Wulan Guritno!!!</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;"...not all beautiful people bisa menjadi famous..." - Cinta Laura, artis Indonesia berlidah Inggris ke_Jerman-Jermanan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wulanguritnowulanguritno.blogspot.com"&gt;Si 9,5 skala 10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blog.diansastrowardoyo.net"&gt;Dian Sastro&lt;/a&gt;? ...minggir! ngalangin ah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-2405072493247976588?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/2405072493247976588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=2405072493247976588&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2405072493247976588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2405072493247976588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/02/wulan-guritno-wulan-guritno.html' title='Wulan Guritno!! Wulan Guritno!!!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-763322647284886959</id><published>2008-01-26T02:55:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T03:25:33.745+07:00</updated><title type='text'>Game Watch Gemwot</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Teman saya tumbuh dan bermain seharga Rp.15.000,- sampai Rp.25.000,-, pemerintah sempat melarangnya lalu harga dibanting Rp.5.000,- dan diserakkan dalam keranjang obral di Aldiron dan Sarinah Jaya Blok M. Ini yang sempat saya (dan kakak-kakak) miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_7DWAM_I/AAAAAAAAAD4/QzWFuNBEJZk/s1600-h/popeye.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_7DWAM_I/AAAAAAAAAD4/QzWFuNBEJZk/s400/popeye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159506606848750578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_xTWAM-I/AAAAAAAAADw/D-miYDfQoyU/s1600-h/parachute.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_xTWAM-I/AAAAAAAAADw/D-miYDfQoyU/s400/parachute.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159506439345026018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_pzWAM9I/AAAAAAAAADo/Pil2OhwW9Yg/s1600-h/octopus.gif.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_pzWAM9I/AAAAAAAAADo/Pil2OhwW9Yg/s400/octopus.gif.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159506310496007122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_czWAM8I/AAAAAAAAADg/3QIhB0AfZdo/s1600-h/mickey.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_czWAM8I/AAAAAAAAADg/3QIhB0AfZdo/s400/mickey.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159506087157707714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_XDWAM7I/AAAAAAAAADY/dwD2XpMoffo/s1600-h/manhole.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_XDWAM7I/AAAAAAAAADY/dwD2XpMoffo/s400/manhole.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159505988373459890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_QDWAM6I/AAAAAAAAADQ/tuA3NsjAKHM/s1600-h/chef.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_QDWAM6I/AAAAAAAAADQ/tuA3NsjAKHM/s400/chef.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159505868114375586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang paling akhir, "Chef", paling istimewa karena merupakan gemwot pertama yang hadir di rumah, kami empat bersaudara bergantian dan berebut bermain. Sebagai bungsu, tentunya saya yang paling cepat 'miss 3' lalu berpindah tangan. Definitely good old days.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-763322647284886959?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/763322647284886959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=763322647284886959&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/763322647284886959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/763322647284886959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/01/game-watch-gemwot.html' title='Game Watch Gemwot'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R5o_7DWAM_I/AAAAAAAAAD4/QzWFuNBEJZk/s72-c/popeye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-2925051633961644121</id><published>2008-01-14T06:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T07:03:55.719+07:00</updated><title type='text'>Nostalgia Mi Baso Bakmi Yap Bandung</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Di sebuah acara TV beberapa waktu lampau, pada acara dokumenter tentang sejarah, pengantarnya bermonolog tentang mengapa kita (merasa) perlu mempelajari sejarah. Ternyata bukan seperti yang guru sejarah semasa SMP serta SMA pernah bilang, tentunya cukup dengan mengutip tuntunan kurikulum kala itu, yang kira-kira bunyinya, "mempelajari keberhasilan serta kegagalan di masa lalu untuk kemajuan masa kini dan masa depan". Sementara menurut monolog pengantar acara TV tersebut, sejarah dipelajari untuk mencari tahu siapa kita, dimana keberadaan kita, serta untuk menemukan apa yang selama ini kita ketahui hilang pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar tadi rasanya tepat. Ketika ramai posting 'Yamin Bandung' beberapa waktu lalu di milis JalanSutra, tiba-tiba disadarkan bahwa ada mata rantai yang hilang. Setiap posting dirunut satu per satu dan tetap tidak muncul. Agak panik setelah mencoba googling ternyata tidak ada satu artikelpun di jagad raya web yang bercerita tentang yang satu ini. Akhirnya diputuskan sedikit bernostalgia, hanya sekedar supaya kelak bila ada yang googling lagi hasilnya tidak nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung pertengahan tahun 70'an sampai akhir 80'an, sedikit saja memiliki rumah makan chinese, utamanya menu bakmi-baso yang bisa dikunjungi dan tentunya dikonsumsi oleh mereka yang muslim. Pilihan kala itu tidak banyak. Toko 'You' di bilangan sayap jalan Dago dan bakmi 'Yap' di jalan Aceh. Langganan keluarga kami kala itu adalah 'Yap'. Mengapa tidak 'You'? mungkin karena lebih 'raw'. Bakmi toko 'You', walaupun enak tetapi dirasa terlalu steril, terlalu menak dan piyayi, mungkin umpama Singapura atau Kopi Starbucks. Harga antara mereka juga tidak jauh, hanya saja untuk porsi jatuh lebih besar di 'Yap'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk utamanya tentu bakmi. Mulai mi kuah dan yamin lalu bakmi goreng dan rebus. Mi, baso, baso tahu, somay, pangsit dan aksesori lainnya semuanya 'home made'. Mi-nya cenderung kenyal. Mengeras apabila dingin. Itulah mengapa bila yaminnya dibungkus untuk disantap di rumah cenderung kurang nikmat. Basonya istimewa, terasa benar dominasi daging terhadap adonan lain. 'Nyakrek', agak melawan tapi tidak keras. Bentuknya bundar gepeng, tidak bulat. Baso tahu dan somay yang untuk disantap dengan kuah, bukan dengan bumbu kacang, juga istimewa. Isinya kombinasi ayam dan udang. Rasanya selain enak juga ada rasa sedikit manis dari gurihnya ayam dan udang yang masih segar ketika diolah. Pangsitnya juga luar biasa. Isinya masih kombinasi ayam dan udang. Boleh goreng atau rebus-putih, keduanya sama enak. Hanya kalah sedikit oleh pangsit goreng bakmi 'Gajah Mada' di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Favorit kami yang anak-anak dan remaja tentunya yamin. Manis ataupun asin. 'Topping'nya dari ayam yang bercampur bengkuang atau mungkin lobak. Dibumbui dengan rasa yang mirip isi bacang ayam. Mungkin bumbu 'five spices'/'Ngo Hiong'. Sambal lampung pedas dan acar timun cabai rawit sudah siap menemani di meja. Favorit yang tua-tua biasanya bakmi goreng, kadang bakmi rebus. Cara masak yang tampaknya mematangkan kocokan telur terlebih dulu di penggorengan menghasilkan gumpalan-gumpalan telur yang besar-besar dan gurih. Nikmat sekali 'mengutil' telur-telur tadi yang sudah tersentuh manisnya kecap serta bumbu-bumbu. Baso gepeng yang telah dipotong-potong tampak menjadi serpihan-serpihan lonjong. Adalah biasa waktu itu apabila ada acara arisan, ulang tahun atau kumpul-kumpul baik di rumah antar tetangga atau kawan sekolah, bakmi goreng 'Yap' selalu terhidang di meja. Jarang hanya satu piring besar, minimal ada dua piring besar berisi bakmi goreng itu yang terhidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya bakmi, makanan lain seperti capcay, fuyonghai, dan tumisan-tumisan sayur ala chinese cooking seperti kailan atau kangkung cha juga tidak jarang kami pesan ketika mampir disana walaupun hanya sebagai side dish dengan bakmi sebagai menu utama. Tentunya apabila bakmi gorengnya nikmat, nasi gorengnya bisa dipastikan juga nikmat. Tidak ingat betul bagaimana rupa nasi gorengnya. Bistik sapinya yang pernah dipesan untuk dinikmati sendirian, serupa dengan bistik sapi istimewa di Restoran 'Kalimantan' di bilangan Cipanas-Puncak, berisi daging sapi yang diiris, digoreng tepung, lalu disajikan dengan kuah kecap yang kental aroma mentega serta kecap inggrisnya. Aksesori standar; kentang goreng dari kentang kupas serta irisan wortel dan buncis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 80'an memasuki 90'an popularitasnya terus merosot, tentunya makin menyepi. Malahan sudah kalah pamor dengan 'BMC' yang tepat berada di seberangnya. Mungkin akibat banyak persaingan, terutama dengan makin maraknya bakmi chinese yang mangkal kelas gerobak. Konon pula karena wafatnya pemilik pria yang lalu diteruskan oleh istrinya. Awal 90'an hanya menyisakan 3-4 meja bagian dalam saja yang terisi ketika jam makan, itupun biasanya diisi oleh mereka yang berseragam kantor pemda kotamadya yang terletak tidak jauh. Sisa keramaian dengan bukti alih fungsi teras depan yang diberi dinding semipermanen lalu diisi belasan set meja sudah tidak pernah terisi. Pelayan pun tinggal 1-2 orang, tampaknya merangkap pembuat mi atau baso. Meracik dan kasir dirangkap oleh ibu pemilik. Sesekali anak lelaki atau perempuannya tampak membantu di kasir. Tak jarang seekor anjing collie besar yang tampak ramah duduk antara pintu servis dan kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya mereka tutup pertengahan atau akhir 90'an. Lokasinya dijual dan sempat dijadikan kafe oleh pemilik baru. Obrolan terakhir dengan ibu pemilik menyatakan bahwa mereka akan buka kembali di bilangan Jl.Jakarta, tapi sampai hari ini kabarnya tidak pernah terdengar. &lt;br /&gt;Barangkali ada yang punya kabar tentang Bakmi 'Yap'? Kalaupun tidak ada, mungkin berbagi sedikit cerita nostalgia kala lalu cukup untuk pengobat rindu akan mi kenyal, kuah kaldu, baso gepeng, baso tahu-somay dan pangsit rebus yang rasanya masih bisa dibayangkan di ujung lidah sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan setiap lewat lokasinya dulu, entah ketika mampir ke BMC atau warung masakan sunda dalam gang di seberangnya, seperti narator acara tv tadi bilang, memang terasa ada yang hilang seiring 'hilang'nya bakmi 'Yap'.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-2925051633961644121?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/2925051633961644121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=2925051633961644121&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2925051633961644121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2925051633961644121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/01/nostalgia-mi-baso-bakmi-yap-bandung.html' title='Nostalgia Mi Baso Bakmi Yap Bandung'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-9070053001338564965</id><published>2008-01-07T05:55:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T06:10:49.504+07:00</updated><title type='text'>Oseng Lupa Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R4FdP7AMKLI/AAAAAAAAADI/KXa7QjFUT1M/s1600-h/Image011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R4FdP7AMKLI/AAAAAAAAADI/KXa7QjFUT1M/s200/Image011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152501976806467762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Walaupun penduduk negeri ini banyak yang gemar &lt;a href="http://abihaha.blogspot.com/2006/12/lupa.html" target="_new"&gt;lupa&lt;/a&gt;, nyatanya tak banyak orang yang mudah untuk lupa. Melupakan sesuatu terkadang sama sulit seperti menghapus marker transparansi dengan menggunakan batang penghapus karet yang bila dipaksa malah menggerus kertas hingga koyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk menghindar dari pikiran yang tidak diinginkan selain dengan lupa adalah dengan menutupnya dengan pemikiran lain. Cara ini efektif. Bencana ditutupi bencana. Tragedi ditutupi tragedi. Penderitaan ditutupi penderitaan lain. Di negeri dagelan ontran-ontran jauh lebih mudah. Bencana, tragedi dan penderitaan begitu mudah ditutupi oleh sekedar berita mereka yang sering mengisi layar kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika puluhan orang mati tertimpa bukit gundul yang kayunya tak pernah mereka nikmati atau ketika ribuan orang terusir oleh lumpur sebuah eksplorasi yang bila berhasilpun tak akan mereka nikmati atau ketika ratusan ribu orang tergenang luapan sungai-sungai, mudah tenggelam oleh berita artis tua 'out of date' yang tak mampu melepaskan diri dari amphetamin atau oleh berita perceraian artis dangdut yang sering sengaja memelorotkan kemben penutup payudara dengan seorang artis dangdut melankolis yang dari wajah kemayunya saja sudah tampak jelas homoseksualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis 'melupakan' memang laku benar. Trend bisnis 2008 hingga tahun depan. Jual apapun yang sanggup membuat orang lupa, baik sejenak atau selamanya, dijamin laris manis tanjung kimpul. Mulai dari kartu remi, obat tidur, napza dan tali penggantung leher. Pupur bedak politik yang menghapus bopeng para tokoh akan mulai laku diburu tahun ini. Semua orang harus dibuat lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak habis pikir mengapa makanan ini cukup punya banyak penggemar. Setelah mencicipi alasannya menjadi jelas. Siapa sanggup berpikir atau mengingat apapun ketika menikmati hidangan ini. Penderitaan lahir batin. Sekelas dengan ritual menyakiti diri di berbagai agama. Untuk kemudian merasa terbebas. Itulah takdir manusia, menciptakan sendiri masalah mereka untuk kemudian mencari pembebasannya. Makan yang pedas lalu apapun makanannya, minumnya tetap bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oseng mercon tidak terlalu istimewa selain pedasnya. Dagingnya pun tetelan, selain lemaknya, dagingnya hanya urat yang kurang sedap dikunyah. Kuahnya, lagi-lagi selain pedasnya, tak lebih dari tumisan bawang putih dan bawang merah, ditambah sedikit kecap dan bumbu penyedap. Bukan tidak enak. Jika berani mencoba, cobalah ketika pikiran sedang bergelayut masalah. Ketika menyantap lalu kira-kira 2-3 jam sesudahnya, semua masalah dan pikiran akan hilang. Bila beruntung macam saya, 3-4 hari sesudahnya dapat ekstra panas dalam dan sariawan serta sembelit yang cukup untuk membuat masalah baru. Lagi-lagi dunia sudah punya obatnya; larutan penyegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Rp.9.000,- termasuk nasi dan es teh manis seharga Rp.2.500,- harga yang murah untuk sejenak kita tinggalkan semua beban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:80%;"&gt;Bakmi Jowo &amp; Oseng Mercon 'Plengkung Gading', Jl.Kalimantan -samping kantor CPM-, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-9070053001338564965?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/9070053001338564965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=9070053001338564965&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/9070053001338564965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/9070053001338564965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2008/01/oseng-lupa-diri.html' title='Oseng Lupa Diri'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R4FdP7AMKLI/AAAAAAAAADI/KXa7QjFUT1M/s72-c/Image011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-2454164559107692435</id><published>2007-12-31T03:47:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T03:59:17.847+07:00</updated><title type='text'>Resolusi Kelas Layangan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sore kemarin saya sapa seorang kawan yang tampak 'online' di 'Yahoo Messenger'. Bla... bla... lalu ia sempat bertanya tentang apa resolusi saya di tahun baru. Sedikit kaget, banyak mendengar tentang resolusi tahun baru, baru kali ini ada yang langsung menanyakan. "Less works, more money" jawab saya. Betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat saya sadari kemudian, sudah terlalu lama sejak terakhir kali saya memiliki keinginan untuk diteriakkan pada semesta (&lt;a href="http://abihaha.blogspot.com/2007/12/secret-of-being-kere.html"&gt;'the secret'&lt;/a&gt; huh? get a life!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, mari buat resolusi. Keinginan kecil tapi besar yang belum tercapai, yang terlupakan terlalu lama. Satu hari dalam tahun 2008, saya akan pergi mengemudi ke Cisarua. Saya akan beli layang-layang itu. Layang-layang hias berekor yang digantung di tepi jalan jalur utama Bandung-Jakarta lama via puncak. Jangan tanya apakah akan saya terbangkan kemudian atau tidak, walaupun saya selalu membayangkan apa rasanya menarik ulur benang dengan layangan itu di ujungnya sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya kali ini tidak akan saya tukar kesempatan membeli layang-layang itu dengan bujukan membeli sesisir pisang susu beberapa kilometer berikutnya ke arah Jakarta. Sederhana? tidak buat saya. Tanpa terinspirasi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini"&gt;Khaled Hosseini&lt;/a&gt;, tapi saya setuju dengan idenya bagaimana sebuah kerikil kecil hidup akan merubah banyak di kemudian hari. Perhaps it might fix all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Too tired to live in 'shall' and 'must'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-2454164559107692435?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/2454164559107692435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=2454164559107692435&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2454164559107692435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2454164559107692435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/12/resolusi-kelas-layangan.html' title='Resolusi Kelas Layangan'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7926644620550672289</id><published>2007-12-09T03:01:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T10:06:50.188+07:00</updated><title type='text'>The Secret of Being Kere</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hidup sebagai orang kere di jaman penuh godaan hedonisme memang sungguh menyiksa. Ingin tapi tak mampu, begitu kira-kira sajak wajibnya. Berawal dari iseng di sebuah sudut pusat belanja di tengah kota, setelah pegal menguntit istri memanjakan selera busananya, saya memutuskan istirahat di hadapan sebuah gerai kecil penjaja arloji. Halusnya disebut arloji replika. Tepatnya arloji palsu. Saat itu memutuskan membeli satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, browsing di internet membandingkan dengan yang asli. Baik bentuk maupun harga. Bentuk ada beda, beda harga yang lebih gila. Arloji palsu hanya 1% saja dari harga arloji aslinya yang seharga dua per tiga harga mobil yang hari ini saya dan keluarga tumpangi. Gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit-sedikit, iseng ini makin menjadi. Menjadi cukup enak dinikmati. Iseng, cukup browse di jagad web aneka rupa arloji asli. Ketika melihat model yang disukai, berburulah copy palsunya di berbagai sudut kota. Ada pula yang berburu di aneka gerai online. Atau sebaliknya, ketika melihat palsunya, segera dicari di web untuk aslinya, baru memutuskan membeli. Rata-rata harganya cukup sedang buat kantung. Pembantu rumah tangga di rumah bisa membeli satu atau dua kali sebulan dengan gajinya. Kira-kira seharga telefon genggam baru kelas bottom entry low level tanpa opsi kamera atau musik atau layar warna. Murah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kira-kira satu tahun kurang setelah memulai, entah berapa belas rupa yang pernah saya beli. Beberapa ada yang ditaksir lalu dibeli kawan setelah dilebihi ongkos bensinnya. Beberapa ada yang dihadiahkan ke relasi untuk memperlancar penagihan. Selebihnya disimpan. Hari ini masih tersimpan lima buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lima arloji tadi, hanya satu buah yang saya pakai. Arloji lainnya tidak pernah saya pakai, hanya iseng dinikmati dan dibayangkan bagaimana nikmatnya memiliki aslinya. Aplikasi dari buku &lt;a href="http://venus-to-mars.com/2007/12/04/the-secret/"&gt;'The Secret'&lt;/a&gt; yang sedang 'in' itu. "Amplify your dream and universe will conspire to make it happen"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin punya Tag Heuer Monaco Vintage asli. Saya ingin punya Omega Broad Arrow GMT asli. Saya ingin punya Officine Panerai Luminour Marina asli. Saya ingin Nissan Grand Livina XV-1.5 Stone Gray Metallic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And... the universe will conspire to make it happen, or else... &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rhonda_Byrne"&gt;Rhonda Byrne&lt;/a&gt; is just another bull shit kind of writer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalau peletakan gambar dan teks muncul di layar anda secara tidak enak. Tidak bisa atur sesuai harapan; universe not yet conspire lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(update: Ada yang mengingatkan agar tidak endorse barang counterfeit, saya pikir benar juga. Saya hapus gambar-gambarnya. Ingat, jangan beli barang counterfeit kecuali anda memang kere tak mampu beli aslinya. Macam saya)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7926644620550672289?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7926644620550672289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7926644620550672289&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7926644620550672289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7926644620550672289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/12/secret-of-being-kere.html' title='The Secret of Being Kere'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-9037142527560834506</id><published>2007-11-30T23:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T01:55:23.912+07:00</updated><title type='text'>Kulkas</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R1BCForcPLI/AAAAAAAAACQ/EpoNIasaihk/s1600-R/kulkas1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R1BCForcPLI/AAAAAAAAACQ/JICSJLFYTrk/s200/kulkas1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138679839416138930" /&gt;&lt;/a&gt; Dari berbagai banyak aneka ria rupa macam blog di web, paling favorit dan holic untuk berkunjung ke blog &lt;a href="http://blogombal.org"&gt;Paman Tyo&lt;/a&gt;. Selain karena tulisan-tulisan beliau yang guyub, sederhana, mudah ditelan, dicerna lalu disekret dengan ikhlas tanpa terlupakan, juga karena kesan di benak yang timbul ketika membaca. Tulisannya tidak rumit dimengerti dan tidak banyak menggunakan kata-kata asing, kalaupun ada, hanyalah istilah 'njawani' yang sebetulnya sudah umum terdengar. Malam ini kembali tercenung-cenung membaca posting &lt;a href="http://blogombal.org/2007/11/23/titip-barang-di-kulkas/"&gt;kulkas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, kulkas adalah bagian penting dari hidup. Semenjak kecil, kulkas (di rumah) bagaikan a little piece of heaven. Utamanya tentu saja karena sejuk. Sebelum kenal sekolah, saya sudah mengenal kulkas sebagai sumber kenikmatan. Ketika balita hingga taman kanak-kanak, sering susu dalam dot saya sisakan setengah untuk kemudian ditaruh ke dalam kulkas lalu diminum kembali setelah dingin. Sepanjang usia sekolah, sepulang ke rumah, kulkas adalah tujuan pertama. Sekedar membaca pegumuman internal keluarga lalu memantau isi kulkas. Baru kemudian mengangkat tudung saji di meja makan. Isi kulkas selalu nikmat dan indah. Terkadang membuka pintu dengan harapan ada kejutan di sana. Sekedar minuman soda dingin atau botol sirup, buah atau kue, es mambo buatan ibu atau sekotak es krim neapolitan kegemaran ayah. Good old days, ketika pintu kulkas sulit ditutup kembali terganjal aneka isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bertetangga di dalam kompleks penuh warna menarik. Kulkas juga fenomena. Antar teman sebaya bertetangga, kami begitu bebas keluar masuk rumah mereka. Tentunya juga akses ke kulkas, walaupun dibatasi hanya untuk sekedar mengambil sendiri air putih dingin. Mengamati isi kulkas tetangga sangat menarik. Makin 'hidup' sebuah keluarga biasanya ditandai dengan maraknya isi kulkas. Banyak benda (consumable) asing yang baru dikenal di kulkas tetangga. Keju yang aneh, buah yang aneh, minuman yang aneh dan tentunya makanan serta kudapan yang aneh. Buah kiwi dan permen coklat berwarna putih pertama kali saya jumpai di kulkas tetangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu tetangga di belakang rumah yang menurut saya paling dasyat isi kulkasnya. Semenjak dulu kulkasnya sudah berpintu tiga. Isinya selalu penuh. Nyonya rumah pemasak hebat, herannya si anak yang teman saya sering numpang masak dan makan mie instan di rumah kami. Isi buahnya aneka rupa, susu dan sari buah kemasan berbagai rasa. Freezer penuh oleh aneka daging dan kudapan siap goreng. Tak jarang, laci besar transparan di bagian bawah yang seharusnya diisi sayur mayur malah berganti fungsi menjadi penyimpanan es buah/bul. Kelak ketika rumah kami hanya tinggal diisi oleh saya sendiri sebelum menikah, kulkas yang kosong akan mendadak penuh menjelang tetangga saya tadi merayakan natal dan tahun baru. Ya mereka menitipkan sebagian isi kulkasnya terutama daging beku ke kulkas kami. Saking tidak muatnya barangkali. Tanda terima kasihnya juga tidak enteng, porsi kecil dari yang terhidang di rumah mereka akan hadir di meja makan rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R1BCP4rcPMI/AAAAAAAAACY/WK7FjBvfva8/s1600-R/kulkas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R1BCP4rcPMI/AAAAAAAAACY/4g_h0yXgyLI/s200/kulkas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138680015509798082" /&gt;&lt;/a&gt;Mediocre present days, ketika keisengan membuka kulkas hari ini tidak banyak lagi memberi kenikmatan. Tidak pernah lagi berharap kejutan. Pintu kulkas sulit dibuka. Tidak ada beban isi yang menahan badan kulkas untuk tidak ikut tertarik oleh sistem magnit pintu. Tangan kiri harus menahan badan kulkas agar tidak ikut tertarik keluar oleh tenaga tangan pembuka pintu. Ternyata tak semudah itu memakmurkan kulkas yang jadi indikator makmurnya rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:75%;"&gt;*gambar diambil dan dirubah, tentunya tanpa ijin dari &lt;a href="http://podcasts.portlandmercury.com/2006/09/03-week/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-9037142527560834506?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/9037142527560834506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=9037142527560834506&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/9037142527560834506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/9037142527560834506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/11/kulkas.html' title='Kulkas'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/R1BCForcPLI/AAAAAAAAACQ/JICSJLFYTrk/s72-c/kulkas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4635257323269367397</id><published>2007-11-28T16:22:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T00:09:23.450+07:00</updated><title type='text'>&amp;^#$!^%$@! Kancut!</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:65%;"&gt;Fully inspired by &lt;a href="http://sinema-indonesia.com/" target="_blank"&gt;http://sinema-indonesia.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153534_kancut_474d28569dcf4-t.jpg" align="left" width="80" height="80" border="1"&gt; Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kancut. Bayangkan, tanpa kancut, sudah berapa banyak pria yang kondor koyor-koyor atau malah turun berok. Seramnya, bayangkan berapa banyak pasak yang bakal cedera terjepit ritzluiting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, hari ini dipersembahkan 'Kancut Awards' atas prestasi putra-putri bangsa di berbagai lapisan, mulai dari 'kerah putih' sampai 'tengkuk merah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, dengan niat mulia menyisihkan sedikit uang untuk membantu menggenjot perekonomian nasional lewat 'mutual fund' campuran yang sebagian dananya diinvestasikan ke 'government bond', saya berangkat ke sebuah bank nasional terbesar milik pemerintah untuk membeli produk 'mutual fund' tadi. Tiba jam 9 lebih, ambil nomor antrian lalu duduk manis. Hanya selisih 3 nomor antrian dari nomor antrian yang sedang dilayani 'customer service'/CS. Setelah antri hampir 1 jam, dipanggilah nomor saya. "Selamat pagi pak... bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." -  "Maaf pak menunggu lama, sedang ada gangguan pada kualitas online kami" (ya... ya... ya..!!). Lalu saya jelaskan niat, minat, maksud dan tujuan datang, mulailah CS tadi menyiapkan form ini-itu, lalu sibuk 'klik-klik' sana-sini. Beberapa waktu 'klik-klik' yang bukan mejik juga bukan trik, diiringi 'mumbles' mambo-jambo ditambahi decak halus maka "Maaf pak tampaknya oflen lagi" - "Begini pak, dicoba ke cabang jalan xxx dan transaksi disana juga bisa, toh sudah ada nomor akunnya" (ya... ya... ya...!!). Untuk sistem antri yang lama lalu hanya memperoleh oflen, dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perusahaan teknologi informasi yang menyediakan sambungan 'len' tadi serta petinggi bank nasional terbesar milik pemerintah yang memutuskan membeli dari penyedia sambungan 'len' tadi dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah ke cabang jalan xxx, kembali antri, kembali selisih 4 nomor dengan antrian hampir 1 jam. Kembali dapat "Selamat pagi pak... bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." dari CS. Kembali saya jelaskan niat, minat, maksud dan tujuan datang, mulailah CS tadi menyiapkan form ini-itu berikut fotokopi KTP. CS ini tanpa klik-klik, mejik, maupun trik tapi pergi menuju konter kasir. Lebih kurang 15 menit CS datang lagi dan lagi-lagi dimulai dengan "maaf". (gleg! asu! opo maneh ki!!). "Ternyata akun hanya bisa top-up di cabang tempat dibuka, karena bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." (ya... ya... ya...!!). Untuk sistem antri lama, hal yang konon bisa ternyata tidak dan sistem yang tidak onlen antar cabang, dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal urusan investasi, berangkat urusan cari duit. Pertama ambil hasil 'preprint' di sebuat 'preprint center' terkemuka di Bandung. Seharusnya selesai kemarin sore, tapi jadwal naik cetak siang ini sesudah makan siang. Ternyata belum ekspose plat! Walaupun terlihat ekspresi sebetulnya lupa naik ke plat, sang CS berkilah, "Maaf pak, ragu mau naiknya karena posisinya tidak standar" sementara desain sebetulnya hanya kop surat ukuran A4. Kembali antri ekspose plat lebih kurang 1 jam. Untuk lupa ekspose, kilah lihai, dan antrian ekspose yang lama, dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa menelepon percetakan untuk minta ulur jadwal 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menunggu, masuklah 4 orang anggota organisasi kepemudaan ternama. Badannya kekar-kekar, sehat, dan suaranya yang keras membuat CS 'preprint center' agak keder. Rupanya menyerahkan proposal, terdengar "...untuk kegiatan organisasi...". Untuk mereka yang apabila mendaftar jadi satpam atau tamtama pasti diterima tanpa tes tapi lebih memilih mengirim proposal kasih sayang, dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai plat sudah pukul 2 kurang. Pacu Honda Win ke percetakan dan yang didapat adalah "Maaf pak, sudah naik yang orang lain dulu, soalnya bapak terlambat". 'Orang lain' yang disebut tadi naik cetak 8 rim atau 4000 lembar. Selesai kira-kira nanti malam, padahal saya hanya cetak 350 lembar, tak sampai 2 jam mencetak pasti beres. Harapan pada shift kerja malam. "Maaf pak yang kerja malam tidak akan masuk, sudah ijin ada acara keluarga". Untuk jadwal yang tidak terulur dan acara keluarga yang menghambat kerja dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru teringat, hari ini jadwal kontra bon di 2 pelanggan, maksimal jam 2. Juga ada janji kirim invoice ke pelanggan. Semua gagal. Untuk saya, supplier yang untuk menagih dan padahal mau dibayar malah tidak muncul (apalagi deliver produknya!?), dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kata "maaf" dan manfaat penggunaannya dalam bahasa bangsa besar ini dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hari yang sangat cerah dan lancar ini dipersembahkan :&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20071128153532_kancutdot_474d28544acfa-t.jpg" align="middle" width="17" height="17" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4635257323269367397?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4635257323269367397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4635257323269367397&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4635257323269367397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4635257323269367397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/11/kancut-explicit-text-and-icon-read-on.html' title='&amp;^#$!^%$@! Kancut!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-1201998534196731570</id><published>2007-11-09T03:31:00.000+07:00</published><updated>2007-11-09T03:55:25.270+07:00</updated><title type='text'>Antara Oprah W. dan Bondan W.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RzNzGco_-6I/AAAAAAAAACE/jUYUnSKWPxU/s1600-h/opbon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RzNzGco_-6I/AAAAAAAAACE/jUYUnSKWPxU/s200/opbon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130570955109694370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Membahagiakan orang lain bisa jadi merupakan salah satu keinginan fitrah manusia. Buat maniak Metro-TV, ada beberapa acara impor di sana yang mengeksploitasi fitrah ini. Ada "Three Wishes" dan most episode dari acaranya Oprah Winfrey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema dan cara 'pembahagiaan' ini sama, memberikan sesuatu atau mewujudkan sesuatu. Hanya saja, tidak pernah tidak, butuh biaya besar. Mulai dari merubah total interior-eksterior sebuah rumah atau malah membangunkan rumah dari nol, dan spectacularly merubah stadion football milik sebuah hi-school menjadi setara dengan kualitas stadion klub sepakbola ala Amerika. Tidak bicara angka ribuan dolar saja, bahkan sampai ratusan ribu malah mungkin juta dolar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Acara selalu ditutup rona bahagia, air mata dan ucapan-ucapan terima kasih serta penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ada yang 'garing', karena thats it. Bagaimana selanjutnya? Apa yang terjadi pada orang bahagia itu? Bagaimana nasib orang lain yang memiliki penderitaan serupa dengan orang yang 'dibahagiakan' pada episode tersebut? Tanyakan saja pada tribute rolling text di akhir acara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Siapa tak kenal 'Wisata Kuliner' di Trans-TV? Acara yang kemudian diekori belasan acara serupa di berbagai stasiun televisi. Belum terhitung puluhan lainnya di berbagai media cetak. Sangat menyenangkan untuk tahu sebuah spot kuliner baru di kota sendiri. Sebaliknya sangat tidak menyenangkan apabila spot kuliner favorit masuk liputan. Mengapa? Karena kunjungan ke spot kuliner tersebut di hari-hari berikutnya berarti antrian panjang atau kehabisan produk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan Bondan Winarno, pria paruh baya setengah botak host acara 'Wisata Kuliner' tersebut dengan acara Oprah W. atau 'Three Wishes' atau acara 'pembahagiaan' lain? Sadar tidak sadar, sengaja tidak sengaja, yang tidak berbahagia akibat liputan 'Wisata Kuliner' tadi hanyalah para pelanggan lama spot kuliner yang terpaksa bertemu menu baru 'antri' atau tidak kebagian menu favoritnya. Selain itu, semua bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Di sebuah gerai lotek kecil dalam gang di bilangan Pasirkaliki-Bandung, suatu pagi beberapa hari setelah liputan tempat tersebut ditayangkan, tampak begitu banyak orang berbahagia. Tentunya dimulai dari penjual berbahagia yang berkeringat serta berceloteh melayani pertanyaan para pelanggan baru dan kemudian tentunya lagi pelanggan baru yang mengangguk-angguk meng-iya-kan kenikmatan yang dikabarkan tayangan acara. Belum selesai sampai disitu, supplier sayur mayur dan 'peuyeum' datang dengan berikat-ikat bawaan serta wajah berseri walaupun terlihat lelah mengangkat bawaan dari ujung gang di tepi jalan sana. Tak lama mangkal pula pedagang keliling bergerombol di muka gerai, mulai dari jajanan cemilan hingga mainan anak kelas bawah. Tak sedikit pengunjung gerai lotek yang berhenti sejenak membeli sesuatu dari para pedagang mangkal tadi sebelum berlalu. Hitung juga pengemis yang menanti di luar pagar gerai atau tukang parkir di jalan tepat ujung keluar gang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah menjamin, kebahagiaan mereka pasti berlanjut selama gerai lotek itu bisa bertahan kualitas produknya. Kalau boleh lagi berhitung, kebahagiaan continuable ini tidak butuh ribuan atau ratusan ribu bahkan jutaan dolar Bush macam acara impor tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tulis, tetap sehat! tetap semangat! untuk bisa jalan-jalan dan makan-makan! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-1201998534196731570?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/1201998534196731570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=1201998534196731570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1201998534196731570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1201998534196731570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/11/antara-oprah-w-dan-bondan-w.html' title='Antara Oprah W. dan Bondan W.'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RzNzGco_-6I/AAAAAAAAACE/jUYUnSKWPxU/s72-c/opbon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5296332763650081698</id><published>2007-10-27T14:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T14:45:41.790+07:00</updated><title type='text'>Serupa Sebentuk tapi Tak Sama</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Fenomena 'barang spesial' menarik sekali diamati. Awalnya hanya ketika berkutat dengan komputer atau otomotif. Untuk dua bidang ini sudah biasa terdengar adanya  barang-barang spesial dengan kelebihan tertentu di antara barang atau benda lain yang similar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contohnya; sejak jaman kuliah oprek-oprek komputer sering heboh tentang barang, utamanya parts komputer, yang memiliki anomali kehebatan. Misal tentang overclocking, heboh diawali pentium 90Mhz yang bisa digenjot lari 120Mhz. Hampir semua prosesor heboh pernah dicoba, mulai dari Celeron 300a, Celeron 566, Duron 700, Athlon 133, P4-1.6A, dan Athlon XP 2000+. Belum sampai yang baru-baru karena mahal dan betul-betul iseng harus yang overclock dengan perlengkapan standar. Ada lagi cerita SDRAM, VGA, HDD, sampai monitor. Terheboh ketika Creative CDRW 12x yang ternyata OEM Plextor, produsen media optik terkemuka. Sampai ramai-ramai hunting keluar masuk toko komputer mencari CDRW tersebut. Karena merk Plextor 3-4 kali lipat harga merk lain yang sejenis. Bisa dapat Plextor seharga Creative tentu sangat menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di otomotif yang begini jauh lebih banyak, jangankan partsnya, mobil utuhnya pun banyak memiliki barang spesial, paling gampang pada Toyota Great Corolla. Keluaran tahun 1992, banyak dicari orang daripada yang baru, konon karena datang CBU diakui CKD. Salah satu lebihnya adalah 'retraction mirror', kaca spion yang bisa melipat sendiri ke dalam secara otomatis. Lebih jadul jamannya Peugeot 505, yang konon keluaran tahun 1983, lebih nyaman dari keluaran tahun lainnya karena pernya lebih bagus. Lebih kunonya lagi pada jip Willys buatan Amerika itu, tidak ada yang lebih dicari-cari selain buatan tahun 1944. Konon karena rangka yang lebih ringan, kaki yang lebih fleksibel serta kuat karena dirancang untuk dikirim ke eropa dengan cara dilempar dari pesawat terbang dengan parasut dan perbandingan roda gigi lebih simultan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buat perokok, tentu kenal Zippo, lighter 'mak-cekling' made in usa. Konon yang pantatnya rata tanpa cekungan dengan kode romawi II dan berbahan kuningan, paling nyaring suaranya. Lebih cepat dingin pula setelah dinyalakan. Tidak membuat pangkal paha kepanasan ketika dikantungi kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terakhir yang baru tahu, mereka yang bergerak di bidang publishing tentu kenal Heidelberg si mesin cetak. Seri 1 warna ukuran kecil 48-52cm, di awal 1990an sempat memproduksi mesin cetak entry level tersebut dengan sistem rol air logam. Mesin cetak bekerja dengan memerlukan air sebagai sarana 'pelepas' tinta dari plat lalu ke rol karet ke atas kertas. Kebanyakan menggunakan rol air berbahan fabric untuk menyerap air. Kalau kondisinya bagus, cetakan bisa rata tapi begitu daya serap fabricnya sudah tidak rata, hasil cetak akan tidak rata pula. Bisa 'peyang'/botak atau 'ngemblog'/tebal. Rol air logam lebih bagus, karena air diperlakukan seperti tinta yang diratakan terlebih dulu 'pengambilan'nya melalui beberapa silinder logam. Tentunya harga mesin akan lebih mahal karena melibatkan lebih banyak 'rol' yang membutuhkan sistem mekanisme kerja yang lebih rumit. Untuk mesin cetak entry level 1 warna, kebanyakan menggunakan rol fabric. Ketika ada yang menggunakan rol logam, yang konon cuma dijual di eropa, menjadikannya barang spesial di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata tidak hanya barang, 'produk' manusia juga memiliki fenomena serupa. Untuk yang mengamati, ada angkatan/lichting  tahun tertentu lulusan akademi militeris di Magelang sana yang lebih menonjol dibandingkan lichting lainnya, dalam artian lichting tersebut banyak yang mencapai puncak-puncak karir atau kepemimpinan Nasional. Di kampus-kampus sipilis juga tidak jarang terdengar selentingan-selentingan serupa. Untuk kampus calon pamong di Sumedang sini, mungkin lichting yang paling spesial adalah yang paling banyak membuat lichting juniornya mati. Apalagi yang bisa membuat warga sekitar kampus ikut mati juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5296332763650081698?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5296332763650081698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5296332763650081698&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5296332763650081698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5296332763650081698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/10/serupa-sebentuk-tapi-tak-sama.html' title='Serupa Sebentuk tapi Tak Sama'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-8839817369491754398</id><published>2007-10-23T09:46:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T09:53:20.154+07:00</updated><title type='text'>Kagum</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Walaupun satu rumpun sama ribuan bahkan jutaan orang yang kemarin mudik ke arah timur Jawa, ada satu falsafah jawa yang sulit saya terapkan. Namanya ojo gumun, jangan mudah kagum. Entah kenapa mbah-mbah dulu mengatur begitu. Mungkin kagum identik mangap lalu lalat bisa nyelonong masuk menularkan kolera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya mudah sekali kagum, utamanya terhadap sesuatu yang saya pasti tidak kapabel. Sebaliknya saya akan sangat menyepelekan dan menganggap enteng segala sesuatu yang saya pasti bisa atau kelihatannya saya bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paling gampang, tiap buka situs pertemanan terkenal itu, saya selalu terkagum-kagum dengan foto kawan yang berlatar belakang negeri seberang. Terus terang, sudah banyak usaha saya untuk bisa ke luar negeri tapi sejauh ini kok gagal semua. Saya kagum sama kawan yang berangkat untuk kuliah ataupun kerja. Pada yang berangkat atas biaya bapak moyangnya, saya juga kagum, bapak saya yang sering wira-wiri 4 benua (rasanya belum pernah berangkat ke Afrika), perginya pasti 'Abidin' jadi walaupun dulu belum jaman KPK atau Timtastipikor, tidak sudi nenteng anak-cucu ikut berangkat. Belum lagi sekarang sudah pangsun. Yang berangkat dengan ongkos mertua pun saya kagumi, bukan kenapa-kenapa, saya sudah coba pilih mertua yang sering mundar-mandir luar negeri, tapi yang mbuntut tetap cuma anaknya. Mantunya sih tidak katut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya juga sering kagum juga sama kawan yang gajinya 7 digit rupiah tapi bisa nyicil mobil idaman saya si Livina the Innova killer itu. Itung-itungan saya yang gajinya kadang sampai 8 digit saja tidak berani. Tempat kerja saya, bosnya juga tidak berani cicil mobil baru, takut ada pengeluaran tidak terduga. Bos tempat saya kerja itu juga tidak mampu berangkat ke luar negeri. Sayang duit katanya, mending buat investasi lain. (nah apalagi memberangkatkan karyawan ke luar negeri). Beginilah nasib kerja mem'bos'i diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terakhir ketika bekerja di sebuah perusahaan teknologi informasi, saya terkagum-kagum pada supervisor kiriman pusat yang umurnya kira-kira 10 tahun lebih muda dari saya. Ia sanggup menjual produk yang sistemnya revenue bulanan, sebesar Rp.30.juta tiap bulannya. Atau Rp.360.juta tiap tahunnya. Sementara saya selama 3 bulan bekerja, hanya bisa menjual lebih kurang Rp.150.ribu saja dari 3 pelanggan kelas personal. Gak bakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paling akhir saya sedang kagum sama Dhani Ahmad pentolan grup musik Dewa itu. Dari dulu saya yakin dia ini jenius di bidangnya. Terlebih mencipta lagu. Dulu saya pernah mencoba bikin lagu, dalam rangka lomba cipta lagu remaja. Temanya JJS atau jalan-jalan sore. Tetangga saya sampai hari ini, 18 atau 19 tahun setelahnya, masih sering mentertawakan karya saya tersebut, tapi herannya dia ingat sampai lirik-liriknya. Mungkin diam-diam dia suka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Back to Dhani Ahmad, orang ini kok bisa ya, tetap bikin lagu-lagu bagus sementara hidupnya sedang banyak konflik. Saya untuk iseng tulis blog saja harus benar-benar pikiran bening, itupun hasilnya ramutu. Begitu ada kerjaan mendesak, boro-boro ingin tulis blog, ajakan ngobrol istri saja kadang tidak tertanggapi. Ajakan yang lain biasanya masih ditanggapi. Nge-blog biasanya iseng begitu kurang proyek seperti saat ini. Begitu terlalu lama kurang proyek, tidak akan tulis blog. Stres. Itu sebabnya saya kagum sama pemilik blog-blog yang berurut di tepi kanan halaman muka blog ini. Mereka orang-orang kerja 'beneran' dengan tingkat kesulitan kerja yang bukan mudah tapi masih sempat bikin blog yang bermutu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak macam blog ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-8839817369491754398?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/8839817369491754398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=8839817369491754398&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8839817369491754398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8839817369491754398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/10/kagum.html' title='Kagum'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4647394548241803090</id><published>2007-09-26T01:49:00.000+07:00</published><updated>2007-09-26T01:57:39.510+07:00</updated><title type='text'>Pohon</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;(untuk seorang adik sepupu dan diri saya sendiri)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RvlYynIbKNI/AAAAAAAAAB8/hWVVWFib4d0/s1600-h/Tree.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114216478376929490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RvlYynIbKNI/AAAAAAAAAB8/hWVVWFib4d0/s200/Tree.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu dua tahun lalu, di (apalagi kalau bukan) TV, sebuah acara talkshow impor, tayang dengan topik relasi antara public figure dengan orang tua mereka yang single parent. Salah seorang ibu dari artis berkulit hitam amerika ditanya mengenai perjuangannya sebagai single parent membesarkan artis tersebut. Kutipannya sangat menyentuh tapi tidak membuat saya larut malahan curiga script telah diatur sedemikian rupa oleh sutradara kelas opera sabun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sejak kecil saya menyusun harapan dalam bola-bola kristal yang saya gantung satu demi satu pada pohon natal hidup saya. Saya tak pernah berhenti begitu antusias membayangkan saya tumbuh dewasa dan memandangi bola-bola itu bersinar terang satu demi satu sampai ke puncaknya. Sesuatu terjadi, saya tak tahu ada dimana. Saya hanya bisa memandangi bola-bola kristal itu jatuh dan pecah satu demi satu. Sampai akhirnya saya berpaling dan mendapati anak gadis saya tengah menyusun bola-bola kristal harapannya pada pohon natal kecilnya sendiri. Saat itu saya sadar bahwa hidup saya hanya untuk anak gadis saya, membantunya menggantungkan bola-bola kristal harapannya pada pohon natalnya sendiri."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;(lalu kamera menyorot penonton yang tampak terpukau berkaca-kaca mendengar pengandaian ibu artis tadi, tak lupa diiringi tepuk tangan meriah)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ibu artis tadi benar, waktu tanpa sadar menggeser kita untuk bersiap menjadi pohon besar yang diceritakan adik sepupu saya pada halaman persembahan buku skripsinya yang entah kenapa tersimpan di kamar tidur tamu. Saya mencuri baca untuk menunggu kantuk. Dari tebal skripsi tadi, hanya halaman persembahannya yang berkesan dan tetap saya ingat. Kita sudah mulai menjadi pohon itu ya dik?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;(banyak bersyukur ya dik, saya belum habis heran mengapa dengan skripsi seperti itu kok kamu bisa lulus)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*gambar diambil dan dirubah, tentunya tanpa ijin, dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://betseymills.org/_wsn/page5.html"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4647394548241803090?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4647394548241803090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4647394548241803090&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4647394548241803090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4647394548241803090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/09/pohon.html' title='Pohon'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RvlYynIbKNI/AAAAAAAAAB8/hWVVWFib4d0/s72-c/Tree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7741471895631746237</id><published>2007-09-22T18:40:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T00:45:42.704+07:00</updated><title type='text'>Eplay</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ada kaedah-kaedah kontemporer baru dalam sistem tata sumber daya manusia, salah satunya cara telaah sebuah surat lamaran kerja. Bagi pelamar kerja, surat lamaran yang memenuhi kaedah-kaedah ini bertujuan supaya pembaca surat lamaran akan tertarik dan yakin terhadap motivasi anda melamar sebuah bidang pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Singkat kata, sebaiknya surat lamaran kerja mencantumkan hal-hal berikut,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;1. Latar belakang, menjelaskan mengapa anda melamar pekerjaan tersebut. Usahakan bahwa anda tampak memiliki keterkaitan dengan lowongan kerja yang anda lamar. Apapun kaitan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;2. Tujuan, menjelaskan apa yang akan anda kerjakan secara umum apabila diterima mengisi sebuah lowongan pekerjaan. Ungkapkan secara singkat tanpa berkesan sok tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;3. Perkenalan, menegaskan bahwa anda cocok mengisi lowongan pekerjaan tersebut. Ceritakan siapa anda secara singkat tapi padat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;4. Ungkapan terima kasih dengan disertai harapan untuk dapat mengikuti proses recruitment berikutnya dengan cara yang elegan, tidak mengemis. Yakinkan bahwa kehadiran anda akan memberikan sesuatu bagi perusahaan yang membuka lowongan kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Berikut contoh surat lamaran kerja yang dikirimkan kepada sebuah perusahaan (penjualan) sepeda motor merk terkenal yang dibuat menggunakan kaedah-kaedah tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Sir/Madam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe Xxxxxx Xxxxxxxx bikes are one among best things human kind ever design and create.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the contrary, i hate those bike's riders, especially here in Indonesia. I believe that they are people with to much money but lack of identities. I hate their arrogance and how they thought about owning every inch of the road everytime they ride their 'identities'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... robbing them for company benefit and profit, will be so much fun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highly motivated by reason i explained above, iam applying for 'Store Manager' or 'Marketing Manager' opening at your company as advertised in Xxxxx's website. Both jobs fit me best, i am an entrepreneur with creative education background. Detailed experience can be viewed on attached CV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thankyou and looking forward to meet you and talk about how we can gain more sales and profit side by side with the company in 'so much fun' methods.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yours sincerely,&lt;br /&gt;Abi Hartomo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata HRD perusahaan tersebut masih cukup sehat untuk tidak memanggil saya wawancara. Kaedah penulisan surat lamaran kerja kontemporer tersebut sebaiknya tidak anda ikuti. Selamat berburu lowongan kerja, semoga sukses.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7741471895631746237?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7741471895631746237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7741471895631746237&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7741471895631746237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7741471895631746237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/09/eplay.html' title='Eplay'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5856830975356974608</id><published>2007-09-14T02:37:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T02:42:00.402+07:00</updated><title type='text'>Konon 'Welcome Drink'</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Konon, Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Menurut saya tidak, Tuhan bekerja dengan humoris. Seindah apapun perayaannya atau sepedih apapun tragedinya, semua milik_Nya. Seperti berteka-teki; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kompor apa yang malamnya ditaruh di atas pohon?&lt;/span&gt; jawabannya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kompor gua"&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mau gua taruh mana kek, toh kompor gua ini, gimana gua dong!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;OK, kondisinya sebagai berikut; Cadangan moneter likuid lebih kurang dua bulan biaya rumah tangga, belum termasuk pengeluaran jelang lebaran. Tagihan ke pelanggan yang likuid kira-kira dua bulan biaya rumah tangga. Tagihan ke pelanggan yang macet kira-kira enam bulan biaya rumah tangga. Tagihan kartu kredit kira-kira satu bulan biaya rumah tangga. Hutang bahan baku ke supplier kira-kira satu bulan biaya rumah tangga. Bulan depan sudah ditunggu tagihan premi asuransi dan pajak kendaraan tahunan kira-kira satu setengah bulan biaya rumah tangga. Shortly, its a $h|t!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini, hari pertama puasa. Cek saldo rekening. Lumayan! ada transfer masuk. Dari salah satu pelanggan. Catat dan bawa pulang untuk sesuaikan dengan pencatatan internal. Ada yang aneh, setelah disesuaikan dengan invoice-invoice yang sudah jatuh tempo, ada yang tidak cocok. Setelah diputar-putar dapatlah sebabnya. Ada sebuah invoice salah yang sudah terbit revisinya ikut terbayar oleh pelanggan. Angkanya lumayan, setengah biaya bulanan rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Godaan yang menarik. Untuk sebuah perusahaan besar, pelanggan tersebut memiliki sistem finansial yang rapi, mulai dari purchasing, receiving, hingga accounting yang saling terkait. Adalah sangat aneh apabila sebuah invoice serta revisinya bisa terbayarkan dua kali. Kalaupun terjadi, pasti sudah 'internally legal' tidak akan ketahuan. Segera terpikir bahwa inilah godaan awal, 'welcome drink' bulan puasa. Tinggal kembalikan. Mudah?. Ternyata tidak juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya teringat bahwa godaan itu bertingkat-tingkat. Konon lagi, lolos yang mudah akan datang yang lebih sulit. Walah!! Andaikata saya dianggap_Nya lolos godaan ini, bagaimana bila datang godaan lain yang lebih irresistable? Bagus bila godaan, bagaimana bila yang datang wujudnya cobaan yang kurang enak? sanggupkah saya? OK ternyata timbul pilihan lain, tidak usah lolos sehingga tidak perlu ada godaan atau cobaan yang lebih berat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dislexmastix kalau menurut tetangga saya. Tuhan memang humoris, jauh lebih menyenangkan daripada Tuhan yang gemar menghukum seperti di sinetron-sinetron (konon) agamis itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5856830975356974608?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5856830975356974608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5856830975356974608&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5856830975356974608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5856830975356974608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/09/konon-welcome-drink.html' title='Konon &apos;Welcome Drink&apos;'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5904949259227382296</id><published>2007-09-11T20:39:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T00:34:05.498+07:00</updated><title type='text'>Ha E Te</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rul0Il0eHbI/AAAAAAAAAB0/m2KrLMGnLUk/s1600-h/HET.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rul0Il0eHbI/AAAAAAAAAB0/m2KrLMGnLUk/s200/HET.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109742943168503218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Saya baru tahu mungkin juga anda. Jarang beli obat jadi dengan resep dokter di apotek dengan diberikan dusnya. Baru belakangan saya tahu bahwa di dus-dus obat sekarang tercantum H.E.T, Harga Eceran Tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Saya tidak tahu pasti apa yang menyebabkan satu obat dijual dengan harga HET atau di bawahnya. Yang jelas setelah berkutat dengan belanja obat untuk rumah tangga, survey satu apotik dengan apotik lain, dibanding HET, umumnya apotik-apotik menjual di bawah HET.&lt;br /&gt;Ada juga yang ternyata (setelah saya tahu) juga menjual di atas HET. Pantas banyak apotik yang menjual obat resep tanpa dus atau leaflet penggunaan. Bila diminta, alasannya karena khawatir ada perbedaan dosis dan rentang pemakaian atas anjuran dokter dengan yang tercantum di kemasan obat. Lagi-lagi saya tidak mengetahui benar tidaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Yang pasti saya jadi makin mudah untuk tahu mana apotik mahal dan mana apotik murah. Sekaligus membandingkan diskon-diskonnya. Apotik bisa dikatagorikan murah, apabila harga jual mencapai 70-75% dari HET, sementara anda cukup beruntung bila mendapatkan yang menjual 80-85% dari HET. Biasa saja apabila menjual 90% HET. Mahal bila menjual 100% HET dan keterlaluan bila di atas HET.&lt;br /&gt;Untuk Bandung, sejauh saya mengsurvey berikut apotik-apotik yang bisa dikatagorikan murah tapi terpercaya kualitas obatnya (dan tentunya tidak takut dimintai dus obatnya)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;- Apotik ABC, Jl.ABC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;- Apotik Cibadak, Jl.Moh.Ramdhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;- Apotik Vita, Jl.Pasirkaliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;- Apotik Sederhana, Jl.Sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;- Apotik Bona, Jl Setiabudi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ada apotik di belakang Pasar Baru, konon diskonnya lebih dari 30% saya belum menghitung pasti tapi saya hanya pernah 1 kali mencoba, antrinya sampai 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Untuk obat racik, saya lebih percaya ke apotik-apotik lama. Seperti Apotik Surapati di Jl.Surapati, Apotik apa tuh di dekat (late) pom bensin Taman Pramuka dan Apotik Buah Batu. In my humble opinion, selain yang saya sebut di atas, apotik-apotik di daerah Bandung Utara harganya mahal banget termasuk si apotik BUMN itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Semoga kita semua senantiasa dikaruniai kesehatan tanpa perlu beli obat. (lha nanti lulusan farmasi kerja apa?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;nb: Untuk karyawan, saya biasa mengganti biaya pengobatan dengan meminta bon, keterangan serta kemasan obat. Karena banyak yang berobat di tempat pengobatan murah atau puskesmas di kampungnya, biasanya jadi tahu juga obat-obatan yang content dan fungsinya sama tapi dengan harga yang jauh lebih murah. Semisal obat tablet asma ternyata ada yang hanya dijual Rp.1.200/10 buah, sementara produk lain isi serupa harganya bisa sampai Rp.23.000/10 buah. Atau antibiotik untuk diare yang harganya hanya Rp.3.400/10 buah sementara ketika pernah berobat ke rumah sakit karena diare salah makan bubur ayam basi, antibiotik saya harganya hampir Rp.100.000/10buah. Sembuhnya sama saja dengan 1 setrip antibiotik tadi plus obat sumbat mencretnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rasanya pemerintah kita sudah cukup akomodatif dalam penyediaan obat murah, hanya saja dalam praktek pemberian resep, distribusi dan penjualan lebih (diusahakan) didominasi obat bermerk yang mahal.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5904949259227382296?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5904949259227382296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5904949259227382296&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5904949259227382296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5904949259227382296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/09/ha-e-te.html' title='Ha E Te'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rul0Il0eHbI/AAAAAAAAAB0/m2KrLMGnLUk/s72-c/HET.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5874003207134807010</id><published>2007-09-01T01:43:00.000+07:00</published><updated>2007-09-01T01:55:27.347+07:00</updated><title type='text'>Tanda Terima</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RthjyF82r6I/AAAAAAAAABk/ZOW45G2tE-g/s1600-h/7374.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RthjyF82r6I/AAAAAAAAABk/ZOW45G2tE-g/s400/7374.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104939889866485666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Almarhum kakek saya adalah orang terkenal di jamannya, minimal untuk kelas kecamatan. Paklik saya malah pernah bilang bahwa beliau tenar hingga tingkat kabupaten. Kakek saya terkenal sebagai orang tergalak (se-kabupaten menurut paklik saya tadi). Beliau seorang guru. Dedikasinya pada pekerjaan  begitu jelas sehingga predikat yang mungkin negatif tadi tidak pernah dipedulikannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jargon pendidikan beliau yang pernah saya dengar ketika kecil tidak neko-neko. Tidak se'nggaya' "we are not the first, but we are the best" atau "pendidikan manusia madani something". Jargon beliau sederhana tapi tegas; "tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang malas". Ini yang membuat beliau lebih memerangi kemalasan daripada kebodohan. Tongkat rotan menjadi salah satu alat perangnya yang legendaris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang-orang paruh baya yang usianya berkisar 50-60'an di kota kecil tempat kakek tinggal, masih mengingat beliau sampai hari ini. Pernah satu kali beberapa tahun lewat ketika jalan-jalan naik andong di kota tersebut, sang kusir yang paruh baya dengan lancar menceritakan kisahnya tentang kakek saya. "Kalau bukan karena pak Tri, saya tidak pernah bisa matematika". Ketika kakek wafat, begitu banyak orang mengantar beliau ke pemakaman. Jalur Jogja - Semarang macet di dekat rumah keluarga kami kala itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Secara materi kakek saya hampir tidak mendapat apapun dari pengabdiannya. Penghidupan keluarga diperoleh dari pertanian dan peternakan yang dikerjakan anak-anaknya di luar waktu sekolah. Termasuk ayah saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya sendiri tidak pernah mengalami sedikit sentuhan beliau. Bukan karena tak sempat, tapi memang karena saya anak pintar di waktu kecil. Membaca, menulis, dan berhitung bisa saya pelajari sendiri tanpa perlu diajari orang lain secara khusus. Walaupun hari ini manfaatnya kurang terasa tanpa koneksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andaikata kakek saya masih hidup hari ini, pasti beliau tak akan berhenti gundah 'grundelan' tentang pendidi'an endonesa. Jargon pendidikan orde baru tentang 'tenaga siap pakai' dulu, beliau kritik habis-habisan. "Manusia kok direken robot?!". (Walaupun kemudian ayah saya menjadi salah satu pionir pendidikan yang melulu menciptakan tenaga kerja siap pakai).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perilaku pendidik, khususnya di kota besar juga kian memprihatinkan. Sudah tidak berbeda dengan oknum-oknum lain. &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/cari.asp?query=pungutan+sekolah&amp;amp;t=a"&gt;Cinta uang tapi benci tanda terima&lt;/a&gt;. Kebutuhan hidup yang tak diimbangi remunerasi layak menjadi alasan. Bapak-bapak dan ibu pendidik (yang masih merasa) terhormat dan termulia, kalau mau hidup enak dan kaya jadilah bankir atau pengusaha buku di toko buku bukan di kelas. Kalau mau dianggap pintar, mulia lalu juga kaya, jadilah dokter. Mau dihormati sekaligus ditakuti, merasa mulia lalu juga kaya, jadilah polisi atau tentara berpangkat perwira. Jangan jadi guru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Siswa-siswa belia bahkan kini sudah &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=44644"&gt;mencaci&lt;/a&gt;. "...engkau patriot pahlawan bangsa....tanpa tanda terima..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekolah (makin) membodohi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*gambar dari &lt;a href="http://www.tempatshopping.com/"&gt;'amazonnya Indonesia'&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5874003207134807010?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5874003207134807010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5874003207134807010&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5874003207134807010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5874003207134807010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/08/tanda-terima.html' title='Tanda Terima'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RthjyF82r6I/AAAAAAAAABk/ZOW45G2tE-g/s72-c/7374.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7249406378349504771</id><published>2007-08-18T02:43:00.000+07:00</published><updated>2007-08-18T02:47:57.532+07:00</updated><title type='text'>Merdeka, waralaba dan Nasionalisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Merdeka itu relatif. Artinya berbeda untuk pemilik warung kecil yang meruntuki berdirinya waralaba mini_toserba asing berjarak selang dua rumah saja dan ia menjual sekotak sari buah kemas seharga Rp.3.500,-. Berbeda bagi penjaga kasir di waralaba mini_toserba asing itu. Kesempatan kerja yang nyaman dalam ruang ber-AC, lengkap dengan tanda pengenal plastik berfoto dan mini_toserba itu menjual sekotak sari buah kemas seharga Rp.3.100,-. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lantas mengapa selisih Rp.400,- tadi justru tidak me'merdeka'kan saya dan 'menjajah' pemikiran hingga saat saya menekan tombol-tombol huruf ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Arti merdeka hanya berkisar pada 'kebagian' atau 'tidak'. Tanyakan saja selisihnya pada pedagang pasar 'Banana Republic' di Kordon-Buah Batu yang tercekam pembangunan sebuah waralaba grosir selang satu perempatan jalan. Tanyakan juga pada para investor waralaba grosir yang tengah berhitung prakiraan untung untuk lima-delapan tahun ke depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bayangkan seorang pemuda sepuluh tahun silam, kuliah di jurusan yang tidak diminati, harus terganggu tidur siangnya hanya untuk kembali ke kampus. Siang yang panas di pertigaan jalan Siliwangi dan jalan Tamansari, mobilnya berpapasan dengan sebuah mobil lain yang kebetulan ditumpangi seorang pria asing dan seorang wanita lokal yang cantik. Kode lampu diberikan sang pemuda meminta jalan, melintas lalu melambaikan tangan pertanda terima kasih. Pria asing tadi tidak melambai kembali namun berserapah, seolah tidak terima laju mobilnya tertahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gelegak hati pemuda tadi. Entah karena serapah atau karena dengki atas wanita cantiknya. Tak tertahan kemudi diputar mengejar balik. Mobil saling berpepetan dan serapah diteriakkan, "stupid white ass! what the hell you said to me before?!" tak lupa jari tengah mengacung. "You black bastard!" jawaban dari seberang sana. Sayangnya si pemuda lupa bahasa inggris dari 'botak' yang memang diderita si pria asing tadi, padahal "stupid bald head!" terdengar lebih menohok. Wanita lokal cantik tampak ketakutan dan menggenggam erat si pria asing pertanda hubungan batin atau entah juga kelamin yang cukup erat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Insiden berakhir di pertigaan jalan Dago dan Ganesha, pemuda berbelok menuju kampus tetap dengan rasa kesal, bukan karena insiden bilateral tapi karena tidur siang yang terganggu jadwal kuliah. Inikah gelegak nasionalisme yang dirasakan pemuda di masa lalu akibat orang asing yang bertindak seenaknya? Kalau ya, 350 tahun untuk kemudian merdeka rasanya terlalu lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mudah-mudahan agustusan berikutnya tetap menjadi bagian yang kebagian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7249406378349504771?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7249406378349504771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7249406378349504771&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7249406378349504771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7249406378349504771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/08/merdeka-waralaba-dan-nasionalisme.html' title='Merdeka, waralaba dan Nasionalisme'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-1685333349216671465</id><published>2007-06-18T01:20:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T01:52:57.136+07:00</updated><title type='text'>UNas = Undian Nasib</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Pendidikan Indonesia" sebagai judul sistem pendid'an di Endonesa kembali memuntahkan korban. Ketika yang 92,5% belum tentu memetik manfaat, yang &lt;a href="http://www.rri-online.com/modules.php?name=Artikel&amp;amp;sid=28992"&gt;7,5% jelas menelan mudarat&lt;/a&gt;. Atas nama apa? benchmarking? standar kualitas? semuanya terlalu semu. Terlalu utopis berhadiah malapetaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paling mudah meruntuki, pernahkah sistem pendidi'an itu mempersiapkan peserta didi'nya menelan kegagalan? statistik ketidak-lulusan yang hampir 1:12 seharusnya telah menyediakan jalan keluar. OK ada paket C. OK ada kesempatan mengulang. Lalu bagaimana dengan kepercayaan diri dan kebanggaan yang terlanjur runtuh? apa sistem pendidi'an itu punya jalan keluar atau obat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika banyak tuntutan akan pemerataan kesempatan pendidi'an di Endonesa atas nama biaya, mengapa kesempatan memperoleh kebanggaan dan kepercayaan diri melalui pendidikan sudah lebih dulu dikebiri? Toh tidak semua peserta didik di pendidi'an Endonesa itu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Cukup banyak peserta didik tersebut yang tidak berharap banyak selulus SMU, atau malah cukup SMP. Pengharapan sekecil itu saja sudah harus dijegal dan dirampas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Satu yang mengkhawatirkan adalah lebih tingginya angka kegagalan di Endonesa timur yang jelas-jelas fasilitas dan kualitas pengajarannya jauh tertinggal. Sistem pendidi'an ini secara tak sadar menyemai benih ketidak-percayaan, memupuk rasa perbedaan, dan menumbuhkan perpecahan. Terlalu jauh? Tidak juga. Kita akan lihat perkembangannya kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebuah hal yang sangat lucu ketika sebuah sistem pendidi'an yang hanya &lt;a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=131504"&gt;mengejar skala kuantitatif&lt;/a&gt; tapi &lt;a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=135599"&gt;tidak menanamkan nilai integritas&lt;/a&gt; sama sekali. Birokrat pendidi'an itu begitu naif dan bodoh apabila berharap mereka yang gagal akan 'nrimo' atau 'legowo'. Banyak yang sudah terlalu banyak berkorban untuk kemudian tidak mampu sama sekali berpikir "...mungkin saya memang belum layak...", sehingga kemudian amat sangat layak dan dimengerti mengapa mereka &lt;a href="http://www.liputan6.com/view/7,143123,1,0,1.html"&gt;bereaksi seperti ini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/view/7,143123,1,0,1.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Antagonis betul sistem pendidi'an Endonesa ini. Bagaikan makhluk buas tanpa rasa maupun penghargaan terhadap bertahun belajar bermacam ajaran untuk kemudian di-skalakan dengan hanya 3 macam ajaran belaka. Belum lagi naifnya penyetaraan standar kualitas, sementara kemampuan penyampaian dan fasilitas pendidikan yang berbeda antara satu dan lain daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berat rasanya bangsa ini bisa maju dengan baik apabila 7,5% di antara anak bangsa adalah mereka yang melangkah tanpa rasa percaya diri, sementara 92,5% lainnya &lt;a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=135482"&gt;belum tentu tahu&lt;/a&gt; manfaat apa yang mereka peroleh lewat pendidi'an itu. Sementara itu, proses buas ini malah akan dilakukan l&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/10/0101.htm"&gt;ebih dini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Walau berat disampaikan, mengapa tidak meniru sistem pendidikan barat yang hanya mensyaratkan skala kuantitatif bagi pendidikan dasar apabila peserta didiknya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak ada jiwa yang tergerogoti kepercayaan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekolah membodohi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-1685333349216671465?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/1685333349216671465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=1685333349216671465&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1685333349216671465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/1685333349216671465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/06/unas-undian-nasib.html' title='UNas = Undian Nasib'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-5455275262174355604</id><published>2007-06-13T00:27:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T22:12:46.209+07:00</updated><title type='text'>Jendela Dunia Semprul</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau mata jendela hati, konon televisi jendela dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Entah dunia macam apa yang ada di benak pemirsa Endonesa. Malam ini, sambil planga-plongo kekurangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;proyek, mata terpaku ke satu stasiun TV swasta yang memutar film lokal pemenang festival film ter-bergengsi di Endonesa. Film &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang heboh itu, yang konon penata musiknya kebetulan bisa menciptakan musik yang mirip-mirip dengan film &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;'Gladiator'. Salahnya film 'Gladiator' tadi, wong mottonya "...What we do in life echoes in &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;eternity..." jadi musiknya juga pasti terngiang-ngiang 'echoes' di kepala penata musik film lokal tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oh my God! Film ini memang rusak dan lupa diri dari awal. Boro-boro mencari dan ketemu bagian musik mana yang meniru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;film "Gladiator", nonton adegan-adegannya saja sudah tertawa-tawa melihat kreativitas ingin beda yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hasilnya ingin ngawur. Benang merah ke'semprul'an film Endonesa semenjak film maha semprul "5 Sehat 4 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sempurna" itu makin jelas. Ternyata film-film semprul Endonesa baru hampir semuanya gagal untuk jujur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gagal untuk membuat penontonnya percaya melarutkan diri menikmati film. Contohnya ya tadi, film yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;seharusnya mencekam malah mencekikikan, film maha semprul yang harusnya mencekikikan malah membangkitkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;amarah bila ingat harga tiket bioskop yang dibeli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang lebih seru nonton TV swasta tadi malam ini adalah ketika diselingi iklan ticker acara kuis yang berisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kuis interaktif pemirsa. Pemirsa bisa ikut mengais kesempatan dengan menjawab pertanyaan melalui SMS. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertanyaannya : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pantai Kuta terletak di kota : A.Yogyakarta B.Bali C.Medan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jan tombo ngantuk! Yang pintar pasti pilih B. tapi yang masuk angin akan marah-marah, karena Bali belum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pernah menjadi nama kota. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya sendiri sambil ngantuk pilih A. soalnya memang kangen ingin ke Yogya. Kangen sate Karang dan gudeg yu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Djum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selamat menikmati dunia melalui jendela televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;update: ticker kuisnya sudah diganti pertanyaannya menjadi: P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;antai Kuta terletak di... :&lt;br /&gt;Jadi makin aneh - pilihan yang tidak setara. Seperti bertanya : "...mending pergi naik apa ya, naik angkot atau tidur?..."&lt;br /&gt;Sudah salah, ralatnya juga makin membodohi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-5455275262174355604?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/5455275262174355604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=5455275262174355604&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5455275262174355604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/5455275262174355604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/06/jendela-dunia-semprul.html' title='Jendela Dunia Semprul'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4987758363191631641</id><published>2007-06-07T01:13:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T01:32:25.632+07:00</updated><title type='text'>Modernisasi Tidak Romantis (antara Bandung dan Jakarta)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Modernisasi tidak pernah romantis" - menurut seorang seniman eropa yang komentarnya dikutip sebuah majalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saku bertahun-tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru terpahami benar maknanya malam ini. Lewat sebuah pelem endonesah yang (niatnya) berbeda tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lagi-lagi basi dan tidak jelas maunya. Ada satu detail yang menangkap perhatian yaitu perjalanan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kereta api antara Bandung ke Jakarta. Kesan yang timbul luar biasa. Mengingatkan tiga tahun lebih dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;perjalanan terakhir dengan kereta api antara Bandung dan Jakarta. Mengingatkan berbagai hal, termasuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;modernisasi (perjalanan) yang memang makin tidak romantis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memang, semenjak tol Cipularang beroperasi, praktis perjalanan antar dua kota tadi hanyalah seputar masalah waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan kecepatan. Tidak banyak kesan perjalanan yang bisa diperoleh melewati jalur ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekedar dibandingkan dengan perjalanan kereta api yang ritme perjalanannya terasa benar. Awal perjalanan yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lambat, menggiring pengalaman ruang ke pinggir kota dengan sekuel yang pas, seperti gambar puzzle yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dilepas satu persatu hingga habis. Potongan-potongan kota yang kita kenali satu demi satu berlari menjauhi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sampai akhirnya habis sama sekali di jalur luar kota. Sebaliknya ketika memasuki kota tujuan, satu demi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;satu puzzle kognisi tadi tersusun kembali sampai akhirnya lengkap menumpuk dan melambat lalu berhenti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nikmat sekali menyaksikan bagaimana Monas atau gedung-gedung di Jakarta tampak bergerak melambat di jendela &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kereta api lalu berhenti sama sekali. Undescribeable.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjalanan dengan mobil di jalur lama jauh lebih colourfull, tentu saja jalur Puncak. Waktu perjalanan  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;memang lebih lama dibanding melalui tol Cipularang tapi potongan puzzle-puzzlenya membuat lamanya waktu tak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pernah terasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Layang-layang berekor yang warna-warni itu, yang digantung berjajar dijajakan di tepi jalan mendekati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jakarta. Bertahun-tahun selalu melewati mereka dan selalu saja menginginkannya, namun belum pernah sekalipun berhenti membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ow! bagaimana mungkin terlupa perjalanan lewat Sukabumi dengan perempuan itu... U2:With or Without You.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk satu ini, saya setuju membenci modernisasi dan perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4987758363191631641?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4987758363191631641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4987758363191631641&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4987758363191631641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4987758363191631641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/06/modernisasi-tidak-romantis-antara.html' title='Modernisasi Tidak Romantis (antara Bandung dan Jakarta)'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7167972252016147357</id><published>2007-05-15T21:53:00.000+07:00</published><updated>2007-05-15T21:56:30.715+07:00</updated><title type='text'>Telkom Speedy Kenceng Euy!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Teknologi memang makin murah, makin cepat dan makin mudah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Contohnya akses internet di rumah saya. Setelah 11 tahun mengenal internet, dimulai dari langganan BBS &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dengan modem 9,6K yang emailnya di 'spool' dulu lalu baru jam 12 malam dikirim sembari mengunduh spool'an &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;incoming mail oleh BBS tersebut lewat ISP di Singapura. Tak lama sebelum BBS tersebut akhirnya full &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;menjadi ISP dial-up. Modem pun terus upgrade mulai 14,4K, 28,8K, 33,6K akhirnya 56K.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memang sudah kenal juga akses-akses broadband, mulai dari wifi ketika mengelola sebuah ruang publik hingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kabel yang semua berharga mahal untuk sekedar jadi akses personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akses internet saya sebetulnya tidak banyak rata-rata 1 jam/hari, sekedar kirim dan unduh email, browsing &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;singkat, (belakangan) blogwalking, terberat apabila mengunduh kiriman file grafis untuk dicetak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengeluaran terkait internet dengan akses 20 jam perbulan dan apabila kurang ditambah koneksi ke telkomnet &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;instan, kira-kira hampir Rp.300.000,- perbulan termasuk biaya pulsa telepon. Bila dipisahkan, bayar tagihan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;telepon total kira-kira hampir Rp.400.000,- ditambah bayar ke ISP sekitar Rp.85.000,- perbulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akhirnya, broadband murah itu datang juga. Speedy ADSL Telkom. Time Based, Rp.220.000,- (incl.PPN) untuk 50 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;jam pemakaian perbulan. Di atas kertas, pengeluaran total akan berkurang Rp.150.000,-an perbulan untuk jam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;akses lebih dari 2x lipat. Asyik kan? Dengan modem ADSL2+ bekas yang sudah ada router 4port+USB seharga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rp.300.000,- saya daftar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang paling nikmat, kecepatannya itu lho! Cek WAN-DSLAM memang mencapai 360an kbps! Sedikit di bawah janji &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;yang upto 384kbps. Tapi realnya untuk akses ke internet kan? mulai coba akses site-site berat macam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;youtube, cnn, nba, dll. 'nyerelek' berat! Klik-srot! Klik-srot! wueeeenakkk tenan. Real challenge tentunya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;download dari server luar dong. Nyoba tucows server USA, klip porno, dan game. Nikmat banget, average &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;terendah yang pernah saya dapat selama ini 6KBps atau 48kbps! tercepatnya 22KBps atau 170'an kbps. Entah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;juga kalau ada proxy terselubung. Yang penting gas-pol! Dibanding dengan ISP dial up via modem 56K yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;maksimal koneksinya paling 52K, average download paling cepat yang saya dapat hanya sekitar 5KBps atau 40an &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kbps itupun jarang banget. Rata-rata tidak pernah lebih dari 3-4KBps atau 24-32kbps. Tidak jarang di bawah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1KBps!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Telkomnet speedy time based ini bener-bener price/value paling bagus. Asal tidak ada tagihan fiktif seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;komplain orang di koran-koran (yang menurut si mba' di tempat daftar hanya 1-2 di antara ribuan pelanggan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masih kampungan dan terheran-heran sama kencengnya. Kalo perlu, "mukelo gue download!" :P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7167972252016147357?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7167972252016147357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7167972252016147357&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7167972252016147357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7167972252016147357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/05/telkom-speedy-kenceng-euy.html' title='Telkom Speedy Kenceng Euy!!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-851854601420828249</id><published>2007-05-12T01:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-12T01:30:12.679+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hardi'nas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RkS2AYVLRUI/AAAAAAAAABc/y8gydK8txQM/s1600-h/pintar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RkS2AYVLRUI/AAAAAAAAABc/y8gydK8txQM/s200/pintar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063371998718805314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebetulnya sudah niat me'misuh'kan uneg-uneg tentang pendidikan dan sekolah di blog ini menyambut Hardiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, problem 'mup.sys' memakan sisa energi saya sehari-hari selama dua minggu ini.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pendidi'an endonesa yang belum layak disebut 'Pendidikan Indonesia' saya persembahkan pesan dari sebuah bungkus garam meja seharga Rp.800,-. Pesannya tidak kalah dari jargon para birokrat pendidi'an endonesa yang gelar pendidi'annya tidak muat sebaris kalimat menggunakan font arial ukuran 11 point pada kertas A4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekolah membodohi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-851854601420828249?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/851854601420828249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=851854601420828249&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/851854601420828249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/851854601420828249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/05/selamat-hardinas.html' title='Selamat Hardi&apos;nas'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RkS2AYVLRUI/AAAAAAAAABc/y8gydK8txQM/s72-c/pintar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-8988444683957075361</id><published>2007-04-25T11:57:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T23:04:52.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbadog'/><title type='text'>Konro Iga Bakar Saus Kacang!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada tiga hal yang masih menahan saya berdiam di Endonesa - negeri ontran-ontran ini, serta tidak berusaha pergi mengais hidup ke negeri orang. Pertama skill, yang memang saya tidak punya. Kedua, koneksi yang memang saya juga tidak punya. Terakhir yang ketiga adalah makanan khas di sini yang layak dan berhak menyandang kata "Indonesia". Terentang mulai dari mie aceh sampai nasi jagung kuah gulai ala Nusa Tenggara. Paling istimewa serta memudahkan, semua tersedia di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa hari lalu ketika melewati Jl Gandapura yang merupakan area sayap Jl Riau, kembali saya melihat baliho dan spanduk baru yang terpasang di sebuah bangunan semi permanen. "Konro dan Coto Makassar", salah satu makanan Indonesia favorit saya. Karena saat itu masih dalam misi wira-wiriswasta, cukup saya hapalkan tempatnya dan teguh-kukuhkan niat untuk mampir secepatnya di lain hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemarin akhirnya saya sempat mampir bersama istri. Tempatnya semi permanen sederhana beratap terpal plastik oranye tapi dengan meja bangku kayu yang cukup layak dan kuat menahan 40kg overweight saya. Menu dihamparkan oleh seorang pelayan. Menu yang buruk bagi konsumen karena tidak dicantumkan harga. Tentu saja segera saya wawancara pelayannya mengenai harga seluruh produknya. Coto Makassar Rp.11.000,-, konro Rp.18.000,-, konro dengan iga dibakar Rp.22.000,-. Semuanya per porsi. Weh... mahal amat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;OKlah, untuk makanan (di rumah makan) baru saya bersedia menerima kejutan. Pesan satu coto Makassar daging untuk istri dan satu konro dengan iga dibakar untuk saya. Nasi dua porsi. Satu teh botol. Komplimen teh pahit dua gelas besar juga dihidangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diskusi kecil antara saya dan istri mengenai bungkusan emping yang tersedia di atas meja. Saya menebak harganya Rp.4.000,-/bungkus. Istri saya menebak Rp.2.000,-. Pelayan yang datang kemudian menjawab Rp.1.000,-/bungkus. Murah! ternyata emping yang kualitasnya kurang baik. Agak keras, tapi habis 2 bungkus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Coto Makassar dan nasi datang duluan. Coto datang di mangkuk kecil ukuran mangkuk soto semarang atau soto kudus. Lebih kecil dari mangkok baso, tapi lebih besar dari mangkuk nasi di fastfood masakan jepang terkemuka. Volume ini mengernyitkan dahi. "..dikit amat!!". Memang hidup penuh kejutan ketika kuah kelamnya yang kira-kira kurang 1cm dari atas mangkuk dicoba 'dikeruk' dengan sendok. Sedikit saja di bawah permukaan kuah, mungkin kurang dari 1cm juga, sudah berjumpa dengan potongan-potongan daging kira-kira ukuran 2x2x2cm. Dikira-kira lagi, total sekitar 125-150 gram daging berjejal di dalam mangkuk tersebut. Coto datang dengan pendamping sambal, jeruk lemon, dan garam. Ini menjelaskan mengapa kuahnya sangat kurang asin. Bumbunya sangat pas. Bulat. Kalaupun menggunakan MSG, sama sekali tidak ada gurih yang berlebihan. Kaldunya juga terasa 'rich'. Pokoke kuahnya sempurna, terlebih setelah ditambah garam, kecap manis dan asam dari jeruk lemon sesuai selera. Dagingnya empuk dengan bumbu terasa meresap dan 'mrotholi'- orang Perancis bilang. Beberapa potong daging masih berselaput lemak tipis yang gurih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sayangnya sambal kurang pedas. Apabila ditambah lagi, khawatir malah merusak rasa 'makanan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pokok'nya. Setelah numpang mencicip 1-2 potong daging ditambah kuahnya, coto Makassar segera dikembalikan pada yang berhak, yaitu istri saya. (yang kemudian tandas dengan 2/3 nasi). Mengingat memang daging bagus sudah tidak ada yang dibawah Rp.45.000-/kg, price/performance ~1 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Ri7yAYVLRRI/AAAAAAAAABE/XMikh5TGXKI/s1600-h/konro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Ri7yAYVLRRI/AAAAAAAAABE/XMikh5TGXKI/s200/konro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057245519928837394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Konro iga bakar datang selanjutnya. Lagi-lagi mengejutkan dari segi tampilan. 1 potong iga yang cukup besar serta anehnya disiram bumbu kacang dan kecap seperti sate ayam Madura. Lengkap dengan taburan bawang goreng. Kuah pendampingnya tampak lebih 'cawerang' - orang Kanada bilang, dari pada kuah cotonya. Rasanya juga lebih tawar tapi tetap pas karena 'mainshow'nya pada iga bakar. Dikira-kira lagi, mungkin porsi iga bakarnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sekitar 200 gram. Dicabik dengan pisau, seperti yang orang Perancis tadi bilang, dagingnya langsung 'mrotholi'. Mudah dipisahkan dari tulangnya. Walaupun masih ada sedikit yang tersisa lengket. Tekstur dagingnya yang langsung buyar tampak kurang 'juicy' - orang Cinunuk bilang, dan tampak 'overcooked' - orang Sleman bilang. Mungkin dimasak 'presto' terlalu lama sebelum kemudian dibakar. Benar saja, walaupun tidak 'juicy' tapi daging tersebut empuk, tidak ada samar amis dan sangat meresap bumbunya. Ada rasa rempah yang dominan tapi lembut. Pala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Ri7yZIVLRSI/AAAAAAAAABM/IAPN-JTf-tU/s1600-h/mrothol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Ri7yZIVLRSI/AAAAAAAAABM/IAPN-JTf-tU/s200/mrothol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057245945130599714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penasaran dengan fungsi bumbu kacang, saya coba lagi dagingnya dengan bumbu kacang serta nasi yang telah sedikit disiram kuah yang sudah dibumbui lengkap. Hmmm... heaven!! Aneka kejutan terus berlangsung, misal ketika menemukan bagian lemak yang sangat lembut dan 'melt' - orang Porong bilang, cukup dikunyah dengan lidah. Terlebih dengan cara makan yang terlebih dahulu dicemplungkan ke kuah lalu diseruput berikut kuahnya. Aneh lagi saya juga mendapati bagian kenyal seperti 'kikil' - orang Swedia bilang. Mungkin otot atau tulang rawan, tidak peduli apa itu selama tetap enak. Finally, menentukan price/performancenya agak sulit, karena saya mengharapkan iga bakar yang 'juicy' tetapi dari segi rasa, variasi bumbu kacang dan ukuran porsi cukup over ekspektasi. Timbang-timbang sambil cukup kekenyangan, wajarnya harga sekitar Rp.18.000,- saja untuk per porsi konro iga bakar ini. So, price/performance &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Total kerusakan Rp.42.500,-. Kelak bila kepedulian akan berat badan, hipertensi dan kolestrol sedang tiada, saya pasti kembali! "I'll be back" - aktor laga asal Solok bilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;::Konro &amp;amp; Coto Makassar, Jl Gandapura (kiri jalan dari arah Jl Riau) setelah perempatan dengan Jl Patrakomala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-8988444683957075361?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/8988444683957075361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=8988444683957075361&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8988444683957075361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8988444683957075361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/04/konro-iga-bakar-saus-kacang.html' title='Konro Iga Bakar Saus Kacang!!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Ri7yAYVLRRI/AAAAAAAAABE/XMikh5TGXKI/s72-c/konro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-2692749843699523733</id><published>2007-04-20T23:07:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T00:16:27.599+07:00</updated><title type='text'>Sapi Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RijlnjQBJ2I/AAAAAAAAAA0/-ue5W6W_XsI/s1600-h/cow_175x125.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RijlnjQBJ2I/AAAAAAAAAA0/-ue5W6W_XsI/s400/cow_175x125.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055543049363466082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kota Townsville, kota pesisir di timur laut Australia, tanggal 17 April 2007 kemarin heboh besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa ekor sapi lari dari kurungan di pelabuhan. Para 'cowboy' beneran yang bukan aktor film, lintang &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pukang berusaha menangkap sapi-sapi ini yang lari sampai ke pusat kota. Kabarnya, ada yang lari sampai ke latar &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;parkiran mall. Perlawanannya juga diberitakan lumayan. Ada 'cowboy' yang cedera terpental serudukan sang sapi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, apa yang menyebabkan sapi-sapi ini kabur? ternyata 'emoh' hendak diimpor ke Endonesa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya kok takut diimpor ke Endonesa? padahal dijanjikan kematian yang barokah, disembelih dengan halal. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malah semua bagian tubuhnya pasti dimanfaatkan, mulai dari 'cingur' sampai 'babat'. Tenderloin dan &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sirloinnya ndak usah ditanyakan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, pasti karena takut di'mark-up' sama para paklik dan pakdhe yang ngurus badan logistik itu. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belinya harga 250, ngaku 600. Lha... 350-nya kemana? Sapi jelas ndak mau jadi kambing. Apalagi kambing hitam!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berita dan gambar dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.metro.co.uk/weird/article.html?in_article_id=45798&amp;in_page_id=2"&gt; sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dan berita teks &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;dari &lt;a href="http://rtv.rtrlondon.co.uk/2007-04-18/390b1787.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update news : Menurut informan terpercaya dari negeri kewan, otoritas kerajaan kewan sudah mengeluarkan 'Travel Warning' bagi warga kewan untuk berkunjung ke Endonesa atas dasar keselamatan transportasi yang tidak terjamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-2692749843699523733?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/2692749843699523733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=2692749843699523733&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2692749843699523733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/2692749843699523733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/04/sapi-hitam.html' title='Sapi Hitam'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RijlnjQBJ2I/AAAAAAAAAA0/-ue5W6W_XsI/s72-c/cow_175x125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-8227344229319455021</id><published>2007-04-16T01:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T01:12:49.958+07:00</updated><title type='text'>IPDN : Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Dagelan ontran-ontran sistem amatiran tidak berkelas yang disebut "Pendidikan Indonesia" di Endonesa hari-hari ini sudah sangat lengkap. Entah apakah layar panggung dagelannya segera ditutup atau malah ada adegan epilog lebih konyol yang segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi duka dan prihatin, matinya peserta didik di IPDN hanya bumbu penyedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pendidikan militer profesional yang memang menjadikan 'kematian' sebagai bagian yang tak terpisahkan, apakah tidak mengherankan - mengapa sebuah lembaga pendidikan sipil yang mampu membuat peserta didiknya mati ternyata tetap diminati ribuan atau mungkin puluhan ribu orang setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se-putus asa ini kah puluhan ribu pemuda Endonesa yang tetap berangkat ke medan laga pendidikan yang menjanjikan lapangan kerja langsung walaupun resiko digebuki sampai mati mengancam mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau terlalu sedikitkah harapan dan peluang yang dapat dijanjikan oleh lembaga pendidikan lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau siapapun yang merupakan penguasa birokrasi di atas sana sudah tidak mampu lagi menyusun janji-harapan bagi anak-anak bangsanya lewat pendidikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau se-begitu habiskah kemampuan dan upaya banyak orang tua mendidik anak-anak mereka sehingga tetap mendorong anak-anak muda itu mengundi maut lewat pendidikan hanya sekedar atas nama 'kontrak kerja'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk apa nama "Pendidikan Indonesia" itu bila tak mampu menjanjikan apapun? tak mampu membuat anak-anaknya punya harapan atau impian - selain hanya nilai-nilai kuantitatif tercetak pada ijazah yang kemudian di-fotokopi hanya sebagai lampiran mengais lapangan kerja yang makin tak lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan IPDN yang harus dibubarkan. Sistem pendidikan yang harus direvolusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah membodohi!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-8227344229319455021?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/8227344229319455021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=8227344229319455021&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8227344229319455021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8227344229319455021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/04/ipdn-pertanyaan.html' title='IPDN : Pertanyaan'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-8875282133967684768</id><published>2007-04-15T00:17:00.000+07:00</published><updated>2007-04-15T00:58:02.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbadog'/><title type='text'>Resto "Malaysia Seafood"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lagi-lagi, dasar nasib pengusaha wira-wiriswasta kelas kirik sehingga sabtu siang masih harus bekerja banting tulang memenuhi pesanan klien yang harus selesai hari senin pagi. Sedikit memenuhi kebutuhan hiburan akan wik-en akhirnya saya mengajak serta istri dan anak sulung saya yang berumur 4 tahun kurang untuk wira-wiri ke supplier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mulai deras ketika mobil kami melewati Jl Lengkong Besar, ketika pandangan tertangkap pada sebuah spanduk di kiri jalan yang berbunyi "Resto Malaysia, Seafood ala Malaysia". Ya, sebuah rumah makan, tepatnya ruko makan baru. Bukan judul, juga bukan tampilan atau ke'baru'annya yang menarik, tetapi sosok tinggi, gendut, bermata sipit dan bercelemek masak yang terlihat 'tenguk-tenguk' di teras rukonya. Yakin, orang itu pasti kokinya. Dengan sosok koki yang gendut tadi, entah kenapa saya kembali yakin bahwa masakannya p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;asti layak dicoba, selain karena pula judul '&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malaysia' yang mengundang ingin tahu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Segera saya katakan pada istri saya, "Setelah belanja kita makan disana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih kurang sejam kemudian mobil kami telah parkir tepat di depan pintu ruko tersebut. Tampak dari luar dari sekitar 8 meja hanya 1 meja yang terisi. Koki gendut penangkap pandangan tadi masih 'tenguk-tenguk' di luar, mungkin tugasnya memasak untuk meja yang terisi tadi sudah selesai. Hujan masih deras ketika koki gendut justru keluar membawa payung terbuka dan menjemput kami ke mobil!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEOXEntjXI/AAAAAAAAAAc/LdHL_Q9N64c/s1600-h/cook_act.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEOXEntjXI/AAAAAAAAAAc/LdHL_Q9N64c/s200/cook_act.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5053336046426492274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan dapur terbuka yang berada di bagian depan ruko, terlihat bahwa memang koki gendut tersebutlah satu-satunya juru masak disana, seorang perempuan muda &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terlihat membantu menyiapkan bahan-bahan. Saat itu tampak tengah mengupas bawang putih. Menu datang dan kami segera melihat-lihat. Koki gendut datang menghampiri meja kami. Ia menawarkan menu ikan kakap goreng ala Malaysia. Mmm... pass! Saya benci ikan. Kami lebih pilih udang atau cumi kata saya. Saya pun bertanya tentang apa itu 'ala Malaysia'. Koki ge&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ndut menjawab agak terbata, "ada souce...". Weh!! Koki impor pula!! tidak lancar berbahasa Indonesia. Genuine Jiran! Saya makin bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdiskusi dengan istri, kami khawatir menu udang akan mengotori tangan apabila harus mengupas, bukannya malas tetapi karena khawatir sulit memegang anak kami dengan tangan berlumur bumbu makanan. Akhirnya kami memilih "Cumi goreng bumbu ala Malaysia" yang sebetulnya tidak tercantum di menu. Customized karena yang tercantum untuk bumbu Malaysia hanya untuk udang, ikan, ayam dan oyster. Koki gendut pun tak masalah. Menu berikutnya adalah ayam goreng mentega. Cari aman agar anak kami yang alergi sensitif bisa ikut makan. Lagi-lagi customized karena kami meminta ayamnya terlebih dahulu digoreng (salut) tepung sebelum dimasak goreng mentega. Terakhir untuk sayur kami minta saran koki gendut. Sambil membuka menu di hadapan saya ia menunjuk "kangkung crispy ala Malaysia" sambil berkata, "crispy! banyak orang makan!". "OK!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya semua menu d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;i golongkan kembali pada ukuran S, M dan L untuk kecil, sedang dan besar porsinya. Semua yang kami pesan dalam ukuran S. Nasi 3 piring. Jeruk hangat, hot lemon tea, dan teh manis panas untuk minumnya. Komplimen teh pahit panas pun dihidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lebih dari 15 menit ketika semua menu telah terhidan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEOqUntjYI/AAAAAAAAAAk/j4URtGzfzTY/s1600-h/cumi_malay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEOqUntjYI/AAAAAAAAAAk/j4URtGzfzTY/s200/cumi_malay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5053336377138974082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cumi goreng bumbu Malaysia. Ketika datang, tampak dan aromanya seperti bumbu masak kecap chinese food. Bumbu kehitaman kental dan potongan-potongan cabai serta onion. Ambil 1 potong dan bumbunya. Tanpa nasi. Kesan pertama, dominasi rasa manis gurih, mungkin dari kecap manis dan sayup oyster sauce. Sepertinya juga ada rasa asam. Cuminya segar dengan aromanya yang khas dan tidak overcooked. 'Nyakrek' (lembut kenyal tetapi tidak melawan ketika dipotong dengan gigi). Yang mengejutkan saya adalah keluarnya aroma kari yang lembut serta 'panas' dari bumbu yang muncul belakangan di lidah belakang. Cukup enak tetapi entah mengapa kesan terakhir justru rasa kecap manis yang terlalu kuat agak terasa mengganggu. Ketika digabung disantap dengan nasi, dominasi rasa manis gurih lebih berkurang dan semuanya jadi seimbang. Pas! Price/Performance ~1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEO-kntjZI/AAAAAAAAAAs/bqxvKxNlQAY/s1600-h/kangkung_crispy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEO-kntjZI/AAAAAAAAAAs/bqxvKxNlQAY/s200/kangkung_crispy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5053336725031325074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kangkung crispy ala Malaysia. Tampak sangat menggoda. Stake up dengan kangkung dan telur puyuh digoreng kering (tampak crispy) salut maizena lalu disiram dengan udang dan cumi masak kuah (ala Malaysia tadi). Kuahnya 'nyemek' kekuningan dan tampak potongan-potongan besar bawang putih. Pula tampak bumbu-bumbu 'pasir' yang saya curigai sebagai penyumbang rasa kari. Benar saja, kangkung terasa renyah di mulut tanpa kehilangan 'bitter' khas kangkung. Bumbunya terasa lembut dengan dominasi rasa gurih kari dan bawang putih. Pas!. Lagi-lagi udang dan cuminya segar serta tidak overcooked. 'Nyakrek' total! Excellent! Price/Performance &lt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam goreng mentega (customized dengan salut tepung). Tampak biasa-biasa sehingga tidak tertarik untuk memotret. Rasa juga tidak terlalu istimewa. Bumbu lagi-lagi didominasi manis dan gurihnya kecap manis sehingga lebih layak disebut masak kecap. Entah kenapa anak kami pun tidak mau memakannya. Sehingga hanya saya ambil 1 potong lalu selebihnya kami bungkus. Mungkin karena salut tepungnya yang menyebabkan bumbu tidak terlalu meresap ke daging. Hambar. Entah juga apabila tidak dimasak salut tepung. Price/Performance &gt;&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overall pengalaman baru dengan bumbu ala Malaysia yang menurut saya gado-gado dari chinese food dan melayu (kari lembut) cukup memuaskan. Dipastikan untuk akan kembali datang di lain waktu. Koki gendut melepas kami hingga teras dan tentunya saya puji kangkung crispynya. Total kerusakan Rp.87.500,-. Overall price/performance &gt;1, sedikit 'over valued' akibat ayam goreng menteganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nice food, friendly cook!&lt;br /&gt;::Resto 'Malaysia' Seafood, Jl Lengkong Besar No. 51B, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-8875282133967684768?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/8875282133967684768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=8875282133967684768&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8875282133967684768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/8875282133967684768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/04/resto-malaysia-seafood.html' title='Resto &quot;Malaysia Seafood&quot;'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/RiEOXEntjXI/AAAAAAAAAAc/LdHL_Q9N64c/s72-c/cook_act.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-4151087306307919598</id><published>2007-03-28T01:53:00.000+07:00</published><updated>2007-03-28T02:31:47.751+07:00</updated><title type='text'>Menurut Perusahaan Asuransi; Angkot Memperpendek Usia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; All our knowledge merely helps us to die a more painful death than animals that know nothing. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;~Maurice Maeterlinck&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah hadirnya anak saya yang ke dua, saya merasa sudah waktunya kembali memiliki sebuah polis asuransi jiwa. Mengapa saya merasa harus memilikinya adalah karena kesadaran akan belum bisa mewariskan apapun kecuali potongan ganteng dan cantik kepada anak-anak. Belum lagi kerja wira-wiriswasta dengan Harley da Win 98,7cc yang mengarungi rute mulai dari Dago hingga Kopo Sayati di Bandung mengandung resiko yang cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukan tidak mungkin (bahkan sangat mungkin) sewaktu-waktu bisa saja saya mendadak mati. Kalau sudah begini siapa yang mau tanggung anak-anak? Tentu saja ada istri saya tapinya mosok sebagai suami, mati tanpa mewariskan apapun. Belum lagi walaupun cantik, istri saya kelihatannya bukan potongan yang digemari para 'Aa' yang baik hati apabila menjanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kembali ke laptop eh... asuransi, kegiatan mencari asuransi ke-dua ini kembali melibatkan investigasi produk yang cukup teliti dan akan lebih teliti lagi apabila sales agent nya muda dan cantik. Hal yang sudah jelas pun harus ditanya  berulang-ulang supaya meeting berjalan lebih lama dan mudah-mudahan bisa lebih akrab yang lalu bisa... Hush!! cukup!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kembali ke asuransi, ternyata seperti beberapa tahun lalu, produk asuransi masih sama. Perilaku sales(wo)manship juga masih sama. Entah kenapa para pemasar asuransi ngebet banget memasarkan produk asuransi berinvestasi. Berulangkali saya minta yang tradisional kok ya tetap menawarkan yang investasi, malah sampai ada yang nekat mengatakan perusahaannya sudah tidak lagi memiliki produk asuransi jiwa tradisional. Mbel!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anceran saya tidak ingin memiliki dua polis di perusahaan yang sama, jadi saya memang mencari di luar perusahaan asuransi yang saya beli polisnya tiga tahun lalu. Tiga tahun lalu saya membeli polis jiwa di sebuah perusahaan asuransi nasional. Untuk pertanggungan 100 juta rupiah, saya harus membayar 1,3 juta rupiah pertahun selama 15 tahun. Dijamin hingga usia 75 tahun atau bila masih hidup di usia tersebut, akan dibayarkan kembali ditambah 'buah'. (100 juta rupiah++ di tahun 2050'an bisa buat beli apa ya? jangan-jangan Endonesah saja sudah nggak ada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya saya menemukan sebuah perusahaan asuransi internasional yang masih menawarkan asuransi jiwa tradisional. Cek dulu di internet apa benar internasional, atau cuma nasional yang sok internasional dengan menyewa alamat gudang tua di luar negeri, seperti kasus oli terkenal untuk kendaraan belum lunas kredit dengan motto iklan; "oli anda utang juga kan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata benar internasional dengan cabang-cabang di luar negeri dan bahasa inggris yang baik dan benar di websitenya. (Ingat kasus iklan 'Terima Kasih' milik AdamAir dalam bahasa inggris yang sangat baik dan benar ngawurnya? tidak heran mengapa perusahaan ini menjadi sangat ahli merekayasa kapal terbang jadi kapal selam atau kapal api)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penawarannya pun lebih menarik. Pertanggungan 132 juta rupiah dibayar dengan premi sebesar 1,5 juta rupiah dalam waktu 10 tahun, pertanggungan hingga umur 88 tahun. Lebih murah. Hanya saja sales agent menampakkan wajah kurang sedap ketika tahu berat badan saya 40kg lebih berat dari berat ideal. Alhasil tes medikal lengkap menjadi syarat. Yang sangat-sangat-sangat menyenangkan tes medikal tersebut GRATIS!! (hasilnya buat kita juga) duh... kapan ya terakhir saya dengar kata itu. Wong di Bandung sini mau belok aja mbayar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan yakin saya siap menjalani tes medikal, walaupun sedikit overweight, saya tidak merokok, tidak minum alkohol, menghindari MSG, minum teh sehari tiga kali, dan minum air putih mungkin mencapai 4 liter sehari. Yang payah, sebelum tes medikal, harus puasa minimal 10 jam sebaiknya 12 jam. Dengan acara pemeriksaan jam 7 pagi, berarti saya harus puasa dari jam 7 malam. Malam itu pedagang sate keliling yang bakarannya jarang matang mendadak terbayang nikmat, mie tektek keliling yang hanya berasa MSG kok tiba-tiba jadi ngangeni, ronde keliling yang over jahe terdengar merdu panggilan denting sendoknya. Malam itu saya sulit tidur karena merasa kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paginya saya bangun telat, itupun karena telepon sang sales agent yang sudah duluan sampai di laboratorium periksa. Alhasil panik dan buru-buru berangkat naik Harley da Win. Di jalan, angkutan kota pun menggila berebut penumpang tanpa memikirkan pemakai jalan lain, mungkin karena saat itu jam berangkat murid sekolah. Entah berapa pisuhan pagi itu yang saya curahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua tes dari EKG, tes fisik, air seni dan darah berjalan lancar kecuali tes tensi darah. Hasilnya aneh, saya yang biasa hanya bertensi 120an/90an terdeteksi 146/104 atau hipertensi. Weleh! "Kurang tidur semalam pak? atau kesini naik motor?" tanya si mbak yang periksa. "iya mbak, ditambah marah-marah sama angkot barusan" jawab saya. "Rileks dulu saja kalau gitu pak", saran mbak tensimeter. Setelah rileks sambil membayangkan yang nikmat-nikmat seperti makan iga bakar atau jalan-jalan malam melihat cahaya Bandung dari Lembang ditemani Olga Lydia, tensi saya bisa turun sampai 134/98. Tetap di batas tinggi. Mungkin jalan-jalan ke Lembang bagusnya ditemani Gogon Srimulat saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa hari kemudian sang sales agent mengabarkan approval pengajuan, hanya saja ada syarat tambahan premi akibat hasil tes medikal yang kurang memuaskan yaitu; overweight dan hipertensi! bah! Tambahannya ternyata hanya sebesar 200 ribu rupiah saja, alias total 1,7 juta rupiah. OK lah, sudah kadung sok akrab sama sang sales agent dan tidak enak sama Olga Lydia yang sudah menyempatkan menemani jalan-jalan khayalan, lagian sudah dapat tes medikal gratis yang apabila bayar minimal kena 600 ribu rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa hari lagi kemudian, ketika bertemu dengan sales agent untuk serah terima polis, ia memberikan penawaran yang sangat membuat gondok. Ia menawarkan asuransi jiwa pertanggungan sebesar 100 juta rupiah dengan premi hanya 300 ribu rupiah per tahun. Kekurangannya hanya pada kontrak terbatas dan premi yang hangus seperti asuransi mobil. Lah! tau gitu kemarin kan ambil yang itu! Dengan penghasilan kelas kirik dan sudah memiliki 1 polis asuransi jiwa sebelumnya, produk tadi lebih menguntungkan buat saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lho bapak nggak tanya sih!" kata si agent. "Untuk karyawan bapak saja" katanya lagi, agar bisa terbebas dari resiko membayarkan santunan apabila karyawan kita meninggal dunia. Malah bisa diatur pembayaran santunannya untuk sebagian diambil perusahaan yang memperkerjakan karyawan tersebut. Legal selama pembayaran preminya tidak memotong gaji karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hmmm... kira-kira bikin usaha apa ya yang karyawannya besar resiko meninggal? Saran kawan saya, buat saja peternakan unggas yang tidak divaksin flu burung, pekerjanya jangan diberi masker, dan lokasi peternakannya tepat di jalur wedhus gembel Gunung Merapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ide bagus kan di jaman sulit bisnis begini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-4151087306307919598?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/4151087306307919598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=4151087306307919598&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4151087306307919598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/4151087306307919598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/03/menurut-perusahaan-asuransi-angkot.html' title='Menurut Perusahaan Asuransi; Angkot Memperpendek Usia'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7502472428384123278</id><published>2007-03-18T21:35:00.000+07:00</published><updated>2007-03-18T21:40:40.890+07:00</updated><title type='text'>Pabu!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rf1OwynsCeI/AAAAAAAAAAM/eBQMa9im7I8/s1600-h/bcoret.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rf1OwynsCeI/AAAAAAAAAAM/eBQMa9im7I8/s200/bcoret.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5043273757853747682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(18 Maret 2007, 17.50 wib berangkat dari kawasan Setiabudi)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah kenapa Endonesa ini rakwalitet, ralucu, ramutu, ramaju, plus katro en culun bonus ndeso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amati saja penduduk megapolitan Jakarta yang konon jadi barometer kemajuan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beri 1 kalimat in engles "long wik-en" jawabannya pasti rakreatif, raonoide, ramaju, ralucu, ramutu, plus katro en culun bonus ndeso yaitu "BANDUNG!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kijang Innova, Xenia, Avanza, Honda Jazz dan paling berani beda juga cuma Suzuki APV atau Panther dengan plat 'B' segera memenuhi jalan-jalan sempit, searah, rusak, bolong-bolong, banjir, tanpa petunjuk, ramutu, plus katro en culun bonus ndeso di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Macet!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Segini sih biasa di Jakarta", kata pengemudi gundul elek dari balik kemudi Innova plat 'B' yang kebetulan berpapasan macet. Tanpa rasa bersalah pula sambil cengengesan layaknya germo dapat pelanggan. Semprul!!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpan saja kebiasaan rakwalitet, ralucu, ramutu, ramaju, plus katro en culun bonus ndeso itu di Jakarta. Jangan dibawa ke Bandung, kami ndak doyan!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok ya ide liburan itu sedikit lebih cerdas. Ojo rakreatif, raonoide, ramaju, ralucu, ramutu, plus katro en culun bonus ndeso.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(masih 18 Maret 2007, 20.45 wib baru tiba di kawasan Dago. +/- 6 km saja dari Setiabudi)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabu pemat!! Jakarta Mbelgedhes!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7502472428384123278?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7502472428384123278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7502472428384123278&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7502472428384123278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7502472428384123278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/03/pabu.html' title='Pabu!!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4mjT8rhwQI/Rf1OwynsCeI/AAAAAAAAAAM/eBQMa9im7I8/s72-c/bcoret.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-3401067269913837610</id><published>2007-03-03T01:31:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T20:04:42.533+07:00</updated><title type='text'>Lapangan Parkir</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Di luar sana dunia boleh kacau, tapi tidak di lapangan parkir depan pintu masuk garasi rumah saya. Aturannya jelas. Dilarang parkir di depan garasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari supir angkutan bahan bangunan, supir artis terkenal, anggota band pengiring artis terkenal tadi, mahasiswa, pensiunan direksi perusahaan minyak asing dan tentunya tamu para tetangga pernah mengalami penegakan aturan tadi. Dari cara paling kasar sampai yang terhalus. Terhalus tentunya dialami oleh seorang perwira TNI berseragam lengkap. Tapi intinya, aturan ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aturan parkir depan garasi, ada aturan lain yang saya ciptakan dan terapkan untuk lapangan parkir secara umum. Paling utama dilarang berisik. Paling sering menjadi target penegakan aturan adalah anak-anak dari kampung sekitar yang kekurangan lahan bermain. Mulai dari yang masih ingusan hingga yang berseragam SMU bahkan yang terlihat tua tapi masih bermain layangan. Semua saya usir. Seringnya masih saya tolerir kebisingannya mengingat mereka memang butuh lahan bermain, namun bila kemudian 'bahasa kalbu' mereka mulai muncul, misalnya untuk sekedar berpesan; "jangan jegal gua!" ketika bermain bola, akan terdengar; "...anjing lu ngejegal gua lu goblog! gua tendang lu anjing!..." dengan volume suara sekuat tenaga. Saya akan segera muncul di pintu garasi lalu berteriak keras, "...bubar!...bubar!... ada yang sakit! berisik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan lama sampai akhirnya lapangan parkir kembali sepi dan hening. Satu-dua waktu ada anak yang mungkin terimbas semangat reformasi dan demokrasi sehingga sedikit mendebat, misalnya; "...emang lapangan punya situ?!". "Emang punya siapa? bapak kamu?! saya telpon polisi kalau tidak mau bubar!", tukas saya dan biasanya tidak pernah terdengar kalimat debat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan selalu kembali muncul. Biasanya 10-15 menit di awal permainan, mereka akan tertib tidak terlalu berisik. Mungkin sadar resiko. Seiring emosi permainan yang meningkat, apapun itu, mulai dari kucing-kucingan, sepakbola hingga layangan, saling teriak akan terjadi. Begitu kalimat-kalimat 'sampah' terdengar, biasanya teriakan saya akan menjadi teriakan terakhir yang terdengar di lapangan parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, ada teriakan-teriakan aneh di lapangan parkir yang terdengar sampai ke dalam rumah. Saya masih acuhkan hingga akhirnya membangunkan anak saya yang sedang tidur siang. Sedikit kesal saya muncul di pintu garasi. Ternyata sekelompok anak berseragam SMP sedang 'shooting'. Ada yang berperan sebagai aktor-aktrisnya, ada kameramennya, ada yang memegang scriptboardnya, dan tentunya ada yang menjadi sutradara yang teriakannya terdengar tadi. Entah apa ceritanya tapi teriakannya terdengar serius. Ada "action!" lalu "rol!" lalu "cut!" lalu entah kode teriak apa lagi. Kameranya juga terlihat 'beneran'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun keberisikannya jauh lebih keras terdengar, saya putuskan untuk tidak membubarkan shooting tanpa ijin ini. Saya masuk dan menutup pintu garasi sambil berharap mudah-mudahan sang sutradara SMP bisa berkembang menjadi pembuat film Endonesa bermutu, tidak seperti Richard Buntario itu yang membuat saya bersumpah tidak akan lagi nonton film Endonesa di bioskop (semoga Tuhan mengampuni karya-karyanya dan menghukum mereka yang masih mendorongnya membuat film) atau minimal bisa membuat 'Bocah Ingusan' dengan sentuhan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya walau terdengar berulang-ulang teriakan "action!" atau "cut!" tadi, anak saya yang umurnya belum genap 4 tahun, tidak menirukannya. Namun begitu pelayangan atau pesepakbola ingusan amatiran muncul dengan teriakan-teriakan khasnya, ia akan segera meniru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...goblog siah!"&lt;br /&gt;"...anjing siah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan padu-padannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...goblog siah anjing!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu padu-padan dibaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...anjing siah goblog!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-3401067269913837610?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/3401067269913837610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=3401067269913837610&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3401067269913837610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/3401067269913837610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/03/lapangan-parkir.html' title='Lapangan Parkir'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-7295751114530216001</id><published>2007-02-20T12:42:00.000+07:00</published><updated>2007-02-20T12:54:26.522+07:00</updated><title type='text'>Antrian Orang Kaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berbekal keyakinan akan prinsip ekonomi 'Collect Early, Pay Late', saya selalu membayar tagihan-tagihan pada tanggal jatuh tempo, istilah kerennya tanggal 'due date', istilah saya sendiri tanggal 'duwe dhuit'. Setiap bayar, selalu ikut berbondong antri dengan para 'late payer' lain, selalu tanggal 20 tiap bulannya. Teman-teman saya selalu heran dan bertanya mengapa saya mau berpayah-payah antri setiap tanggal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain gak lewat atm atau kredit kart?" begitu selalu teman saya bertanya. Belum tahu dia kalau pengusaha wira-wiriswasta kelas kirik macam saya begini, tiap tanggal 20 rekening bank sudah minimal dan kartu kredit sudah limit. "Maaf rekening anda tidak mencukupi untuk melakukan transaksi" begitu tulisan di layar atm setiap mau bayar listrik, air dan telepon di akhir bulan. Dengan tagih sana-sini, korek sana-sini, cuthik sana-sini biasanya tanggal 20 jam 09.15 uang cash sudah di tangan dan jam 10.00 saya sudah antri manis di loket-loket pembayaran tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gua seneng mengamati antrian orang", jawab saya sok sosioanalis pada teman saya. Tidak sebetulnya bohong memang, karena dari antrian saya banyak melihat karakter orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, setiap antri bayar, saya bisa melihat berbagai tipe orang kaya. Kenapa orang kaya? Ya ngapain juga ngamati kere? wong saya berpandangan maju dan ke atas. Mau jadi orang kaya. Menurut saya ada 3 karakter orang kaya ditilik dari cara mereka membayar tagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA, orang kaya yang siap mental. Idealismenya "BAYAR!". Suatu waktu di antrian PDAM, seperti biasa kasir memanggil sekaligus 5 nama konsumen. Dua di antara yang maju dipanggil adalah seorang ibu paruh baya dan seorang perempuan muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu paruh baya lebih dulu.&lt;br /&gt;"Tujuh Ratus sekian puluh ribu", sebut kasir. Ibu tadi sambil menerima secarik rekening, tanpa dibaca, membuka tas, ambil duit dan bayar lalu beranjak pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga Ratus sekian puluh ribu", sebut kasir pada perempuan muda giliran berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...loh, ini bukan atas nama kantor saya pak!" sergah perempuan muda tadi pada kasir setelah membaca rekeningnya. Kemudian mereka segera tersadar bahwa ibu paruh baya tadi keliru menerima dan membayar rekening milik (kantor) perempuan muda tadi. Untung saja ibu tadi belum sampai ke luar ruangan, sehingga masih bisa dipanggil kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahu rekeningnya keliru bayar, ibu paruh baya tadi hanya tersenyum dan berkata, "pantes, biasanya gak segitu". Done. That's it. Dot. Inilah mental orang kaya yang siap kaya, kesampingkan kecerobohan atau mungkin kebodohan, pokoknya BAYAR!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA, orang kaya yang tidak siap mental. Idealismenya "TAWAR!". Di waktu lain, di antrian PDAM pula, seorang ibu di depan kasir terkaget-kaget menerima rekeningnya.&lt;br /&gt;"Hah! Sejuta seratus!? biasanya gak lebih dari sejuta!" ujarnya menolak keberadaan deviasi 10% dari suatu perhitungan tak tentu yang sebetulnya terpola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal pemakaian sama saja kok! apa tidak salah baca meteran nih?!" tanya ibu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Ibu cek meteran ibu tidak?", tanya kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Ya cek dulu bu, disamakan, baru kembali lagi bayar", saran kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah kalo besok sudah denda dong!" sergah sang ibu. "Berapa sih dendanya?", tanya ibu itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Lima Ribu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah (lagi), duit lagi. Hari ini kalau sempat kembali saya bayar tapi kalau besok bayarnya, saya tidak mau didenda!" tawar ibu tadi lagi. Dan perdebatan terus berlangsung sampai akhirnya si ibu bayar juga. Lalu beranjak dari kasir dengan dahi berkerut. Ini menurut saya - walaupun terasa cerdas dan kritis - belum siap mental untuk kaya. Ini juga model orang kaya yang merepotkan penjual jika belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA, orang yang dipaksa kaya. Idealismenya "LAWAN!". Lagi-lagi di PDAM suatu waktu, seorang ibu (kok ibu-ibu semua ya?) tengah berang di hadapan loket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila! Dua juta delapan ratus?!! emangnya saya konglomerat yang punya kolam renang apa!??" sambil menggeleng-geleng (dan marah-marah). "Biasanya paling banter dua ratus lima puluh!" lanjut ibu itu lagi keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...itu menurut catatan kami bu", jawab kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Catatan ngaco!!", potong ibu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...silakan komplen ke bagian pencatatan bu", saran kasir lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak aja kamu! saya sudah antri lama tau! kamu aja yang cek!", dengan ekspresi siap menelan sang kasir. Terus melawan dan terus melawan dan melawan lagi sampai datang orang bagian pencatatan ke loket kasir. Ayo bu lawan! Konsumen bersatu tak bisa dikalahkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, di luar tiga golongan kaya utama tadi ada golongan saya. Golongan belum kaya tapi sok kaya. Di PDAM, saya cuma bayar tagihan abondemen saja karena di rumah sudah ada sumur artesis bersama yang biayanya cuma sepertiga harga air PDAM. Abondemen PDAM cuma Rp.8.400,- makanya saya bayar dua bulan sekali. Walaupun ditambah denda Rp.5.000,- tapi tetap lebih murah daripada bayar tiap bulan yang harus ada pengeluaran parkir, bensin dan korban waktu antri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kasirnya suka iseng bertanya ketika saya membayar. "Rumah kosong ya pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...iya, makanya suka lupa bayar", bohong saya. "Soalnya punya beberapa rumah yang kosong, jadi suka lupa mana yang belum bayar" makin bohong saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dicabut saja pak daripada bayar abondemen terus" saran kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...wah jangan dong, rumah-rumah itu kan untuk bisnis jual-beli, nanti kalau ada yang mau beli jadi susah jual kalo gak ada air", jawab saya makin menggila bohongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-7295751114530216001?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/7295751114530216001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=7295751114530216001&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7295751114530216001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/7295751114530216001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/02/antrian-orang-kaya.html' title='Antrian Orang Kaya'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-117147547713920088</id><published>2007-02-15T00:50:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T08:38:14.338+07:00</updated><title type='text'>Yang Ke-dua</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lagi-lagi dengan menyalahkan kualitas serta kuantitas waktu hidup yang buruk akibat wira-wiriswasta, saya tidak pernah punya kesempatan menyimak isi siaran televisi dengan baik. Kalaupun ada waktunya, lebih sering mata hanya memandang tanpa menyerap apalagi mengingat isi dari siaran tadi. Biasanya sepulang wira-wiri di maghrib hari, setelah bermain lalu menidurkan anak-anak dan menunggu kantuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satunya adalah klip lagu yang kadang diputar di beberapa televisi swasta. Setelah beberapa kali-kebetulan tertonton, ada sebuah lagu yang baru malam ini saja saya simak pesan dan kesan yang disampaikan lewat liriknya. Ternyata menarik, ceritanya seorang perempuan yang rela dijadikan 'yang ke-dua', yang penting bahagia katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasanya emansipasi sudah mencapai momen-momen yang menyenangkan. Setelah hanya berusaha 'menyamai', kini perempuan sudah mulai bereksplorasi untuk mengeksploitasi lawan jenisnya (atau sudah mulai bereksploitasi untuk mengeksplorasi lawan jenisnya? entah... balik-balik saja sendiri, pokoknya begitulah maksudnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengingatkan saya lagi pada sebuah artikel yang pernah saya baca di sebuah majalah online, yang memberitakan di timur-tengah sana, sedang tren para janda yang rela dijadikan 'yang ke-dua', bahkan 'pen-dua'nya mendapat dispensasi untuk tidak menafkahi secara materi. Alasannya, terlalu banyak janda (kaya) yang sulit menjadi 'yang pertama' kembali, sementara sebagai manusia yang amat sangat biasa, mereka pun memiliki 'kebutuhan', tidak melulu yang 'body', tapi juga 'budi'. Tentunya hal ini disambut hangat para prianya, kalau istilah gaul yang sarkastik di Bandung; 'duit weuteuh, nanggung euweuh, xxxxxx baseuh'. Mimpi beranak banget kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebetulnya menjadi 'yang ke-dua' adalah hal praktis buat perempuan. Andaikan seorang perempuan yang sangat sibuk, mengutamakan karir, atau malah beralir pikiran feminis chauvinis akan sangat merepotkan memiliki pasangan yang penuntut, yang menginginkan perempuan berfungsi sebagai kodrat(kuno)nya. Sementara mungkin dalam dirinya, perempuan masih memiliki keinginan baik 'body' maupun 'budi' terhadap lawan jenis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menjadi 'yang ke-dua' sangat memudahkan, biarkan sang pria memperoleh tuntutannya akan kodrat(kuno) pelayanan perempuan dari 'yang pertama', sementara 'yang ke-dua' cukup menikmati tanpa perlu melayani serta merawatnya. Tidak perlu cemas menunggunya pulang ke rumah setiap malam. Tidak perlu cemas apakah ia menyukai masakan hari ini - bahkan tidak perlu memasak sama sekali. Tidak perlu repot menyiapkan baju, sepatu serta dasinya. Paling utama, tidak perlu mendengarkan dengkurannya setiap malam, karena pria hanya senang 2 hal setelah 'selesai' yaitu; tidur mendengkur atau pulang. Dan buat pria 'pen-dua' tidak ada yang lebih memudahkan serta melegakan selain pulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ide modernisasi menunggu kantuk ini makin berkembang ke arah yang lebih 'ngawur' dan rasanya makin kurang pantas disampaikan, tapi pada intinya saya mencintai modernisasi. Bahkan tidak segan 'mengalami' modernisasi ini. Saya selalu terbuka untuk di-eksplorasi dan di-eksploitasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlebih kesempatannya adalah jadi 'pen-tiga' juga 'pen-empat'. Happy Valentine!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-117147547713920088?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/117147547713920088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=117147547713920088&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/117147547713920088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/117147547713920088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/02/yang-ke-dua.html' title='Yang Ke-dua'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-117055330115286598</id><published>2007-02-04T08:37:00.000+07:00</published><updated>2007-02-04T11:09:53.650+07:00</updated><title type='text'>Setengah Gelas Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/1600/220589/69.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 148px;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/200/260359/69.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"...saya orang yang menganggap setengah gelas penuh..." kata sang artis di acara infotainment di TV (lagi). Personifikasi setengah gelas penuh dan kosong &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mengingatkan saya ke sebuah fragmen dialog bertahun lalu antar kawan di sebuah rumah makan kecil di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika kami memesan makanan dan minuman, seorang kawan - sebut saja 'A', setelah memesan makanan, memesan minumannya, "Teh botol, pakai gelas besar dan es, 2 botol masukin semua biar gelasnya penuh...".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang kawan lain - sebut saja 'B', berkomentar,"...wah pesimisan abis lu, gelas harus penuh terus..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;A menjawab, "...biar gak usah pesan lagi kalau mau tambah, dan murah teh botol sih, 10 juga gua bayar!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat itu makan-makan berakhir dengan A masih menambah lagi teh botolnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini, A bekerja di perusahaan multinasional dengan posisi lumayan, sudah mencicil sendiri rumah di perumahan yang cukup baik di Jakarta, mobilpun keluaran terbaru walaupun masih kelas entry level.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;B tidak pernah berjumpa lagi, tidak pernah mendengar kabarnya dan belum melunasi hutangnya pada saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasanya psikoanalisa berdasar setengah gelas perlu penambahan golongan. Selain mereka yang memandang setengah gelas penuh dan mereka yang memandang setengah gelas kosong, seharusnya ditambahkan pula dengan mereka yang merasa perlu berkomentar tentang bagaimana setengah gelas milik orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya sendiri memandang setengah gelas kosong. Dan selalu berusaha membuatnya penuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-117055330115286598?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/117055330115286598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=117055330115286598&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/117055330115286598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/117055330115286598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2007/02/setengah-gelas-itu.html' title='Setengah Gelas Itu'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116637690054581111</id><published>2006-12-18T00:33:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T00:36:47.203+07:00</updated><title type='text'>OHITAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disampaikan tanpa mengecilkan siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;OHITAS, Orang HIdup Tanpa berAS. Tidak ada simbol pita merah (red ribbons) buat mereka, tidak ada videoklip massal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;artis buat mereka, dan tidak ada statistik tiap berapa detik pertambahan mereka di negeri kemplu tapi tercinta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sementara geleng-geleng kepala lihat anunya YZ yang antara ada dan tiada, manggut-manggut lihat poligamet Aa G atas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;nama pertolongan, decak-decak lihat AR tewas di hotel, dan tentunya selangkangan kaku lihat payudara dan selangkangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ME, kita jadi lupa ada hal penting gak penting, gawat gak gawat di dekat kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beras yang minggu lalu sekilo cuma rupiah 4000an, sekarang mendadak naik ke rupiah 5500an, mungkin tidak problem buat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;anda yang baru bingung kalau pertamax dan pertamax plus untuk mengisi mobil muda anda kembali naik ke rupiah 6000an &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;atau mungkin baru bingung kalau bandrol rokok yang anda hisap naik 30% tahun depan. Saya juga biasanya tidak bingung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;atau sok sosialis, saya penganut faham kapitalis 'no pain no gain' dan 'no sweat no meat'. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang membuat heran adalah bagaimana 'wong lali kang begja' di atas sana bukannya cepat menolong OHITAS tapi malah silih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tuding mencari kambing hitam. "Februari harga beras akan kembali normal..." katanya. Lha kalo mati kelaparannya tanggal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;24 atau 25 Januari bagaimana? Beras OP (Ono Pasire) dijual rupiah 4500 - tetap mahal, sepi pembeli atau malah diborong &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;orang untuk dijual lagi. Terus yang OHITAS tadi bagaimana dapat berasnya? tindakan kok tidak kena sasaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akibat yang cukup terasa, nasi goreng Tegal di prapatan dekat rumah naik jadi rupiah 6000 sepiring dari rupiah 5000. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itupun dari nasi yang agak kuning. "...gak apa mas, banyakin kecap nggak terasa bedanya" kalau ditanya kualitasnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalo kecapnya ikut naik bagaimana? mungkin jawabnya "banyakin minyak goreng". Kalo minyaknya ya ikut naik? "banyakin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berdoa". Pasti di rumah juga sudah terimbas susah kalo semuanya naik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesuai saran presiden SBY gadungan di sebuah acara TV (yang sekertaris wapresnya makin cantik aja), mari kita bentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yayasan peduli OHITAS simbolnya karung beras ukuran 25 kilo dipotong jadi rompi. Agenda pertamanya menyerukan mogok &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;makan. Supaya demand turun dan supply lebih, jadi harga bisa turun. Semboyannya 'Horas Bah!'-"Habis Beras Makan Gabah!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Boleh tidak ya kurban wedus diganti beras saja? lagian mana enak gule wedus dimakan dengan tiwul atau malah digadon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mentah oleh mereka yang berhak wong minyak tanah juga susah. Lebih enak ada nasi walau gule wedusnya cuma kikil thok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ah mbuh... memangnya sedang punya lebih untuk kurban? mohon didoaken. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116637690054581111?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116637690054581111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116637690054581111&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116637690054581111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116637690054581111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/ohitas.html' title='OHITAS'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116551442301033508</id><published>2006-12-08T00:58:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T01:00:23.503+07:00</updated><title type='text'>Sabda Aa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan Aa bersabda, "Jika wanita cinta pada satu pria, dia sulit cinta pria lain. Sebab softwarenya memang begitu!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tapi... yang penting kan 'hardware'nya... Betul tidak...? Betul tidak...? Ha...? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116551442301033508?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116551442301033508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116551442301033508&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116551442301033508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116551442301033508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/sabda-aa.html' title='Sabda Aa'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116542416494801349</id><published>2006-12-06T23:53:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T23:57:53.530+07:00</updated><title type='text'>...uvwXXX YZ</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dasar nasib pekerja mandiri wira-wiriswasta. Kuantitas waktu tidak punya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kualitasnya apalagi. Akibatnya? setelah heboh lewat dari seminggu, video 'DPR &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Membara' baru sampai di tangan dari seorang kawan. Prestasi jelek mengingat biasanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya yang di'nara sumber'i kawan-kawan bila yang 'membara-membara' begini muncul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tontonannya sungguh memalukan! Ini benar-benar mencoreng wajah dan perut kami para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tambun, bukan Tambunan, tapi perut tambun. Susah payah para tambun dipimpin duta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;utamanya Bp. Joey Silvera alias Pablo alias JS, untuk menepis kedengkian kaum kurus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang tak mampu menimbun lemak yang menyebar isu bahwa 'tambun = mini'. Kok &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tega-teganya oknum tambun YZ tampil 'shooting' tanpa benang dengan 'pacul' hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sekitar 3-4 pixel saja di '3gp player' pada monitor 17 inci yang saya setel resolusi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1024x768. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pikir-pikir, kecil saja sudah pede dan membuat repot, apalagi besar? atau mungkin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;makanya tidak dikasih besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya oknum YZ cepat-cepat pergi ke selatan Garut bertemu mak Erot sang penguasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;relativitas dimensi, kemudian lakukan jumpa pers untuk menyanggah. "Itu bukan saya!!!", "Ini buktinya... ni.. ni.. lihat ni..", "pojok sana mau lihat juga? ni..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Anda yang lagi baca juga mau lihat?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"ni..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116542416494801349?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116542416494801349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116542416494801349&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116542416494801349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116542416494801349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/uvwxxx-yz.html' title='...uvwXXX YZ'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508194810011797</id><published>2006-12-03T00:50:00.001+07:00</published><updated>2010-10-26T21:08:01.072+07:00</updated><title type='text'>Lakon Mbah Bumi Pensiun</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/1600/349264/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/200/615771/images.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mbah Bumi, nyawa sang dunia-pemutar rotasi bumi, tergopoh-gopoh naik ke atas langit. Hak protokolernya cuma sampai langit ke enam. &lt;/span&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;Kawulo&lt;/em&gt; menghadap Gusti..." sambil menekan tombol interkom menghubungi penghuni lapis langit ke tujuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;em&gt;Ono opo&lt;/em&gt;?" sahut suara di balik sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;Kawulo&lt;/em&gt; menyerah Gusti..." sahut mbah Bumi lesu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;em&gt;lah dhalah... ono opo maneh tho&lt;/em&gt;? 2 Milyar tahun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta'pasrahi&lt;/span&gt; planet ciptaan yang paling indah kok malah menyerah &lt;em&gt;barang kuwi ono opo&lt;/em&gt;?" tanya suara di balik interkom lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...Sudah &lt;em&gt;mboten&lt;/em&gt; sanggup Gusti... &lt;em&gt;dawuh&lt;/em&gt; Gusti untuk memberi cobaan dan peringatan pada penghuni kesayangan-Mu tidak ada hasilnya..." jawab mbah Bumi lagi sambil jari telunjuknya sedikit bergetar menekan tombol interkom. "10 ribu tahun terakhir memelihara khalifah titipan Gusti betul-betul berat, tahun-tahun belakangan mereka tidak sama lagi Gusti... terutama &lt;em&gt;niku engkang&lt;/em&gt; diciptakan dengan kulit sawo matang"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Tidak sama p&lt;em&gt;iye tho... wong&lt;/em&gt; ndak ada revisi buat mereka, tetap versi 1.0 seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbah-mbah&lt;/span&gt;nya dulu"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro&lt;/em&gt; Gusti, tapi betul-betul berbeda. Cobaan dan peringatan Gusti lewat &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; sudah tidak berarti" sergah mbah Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"leh... leh... leh... tidak berarti &lt;em&gt;piye tho kowe ki... mosok&lt;/em&gt; iya cobaan dan peringatan sudah tidak berarti?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro&lt;/em&gt; Gusti, tapi begitu keadaannya, &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; betul-betul menyerah dan minta pensiun" pasrah mbah Bumi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Memang &lt;em&gt;kowe&lt;/em&gt; beri cobaan bencana apa? longsor? banjir? angin ribut?" tanya suara dari interkom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;sampun&lt;/em&gt; Gusti, cuma sadar satu-dua hari setelah itu nyeleweng lagi, ndak sungkan makan hak orang lain"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"leh! sudah dicoba dengan gempa?" tanya suara dari interkom lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;sampun&lt;/em&gt; Gusti, sudah bonus tsunami. Malah lebih banyak yang bergembira tertawa-tawa dapat proyek bencana"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Weleh! sudah dicoba dengan &lt;em&gt;mbledhosi &lt;/em&gt;gunung?" tanya suara itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampun&lt;/span&gt; Gusti, sudah bonus &lt;em&gt;wedus gembel&lt;/em&gt; sekaligus gempa bumi. &lt;em&gt;Ndlalah&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; malah lebih girang korupsi dana bencana, tidak perlu jauh korupsi menyeberang laut. Belum lagi  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;kuncen&lt;/em&gt; kesayangan &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; malah jadi hedon &lt;em&gt;rekso-rekso&lt;/em&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gusti..." keluh mbah Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"weleh! weleh! &lt;em&gt;wis&lt;/em&gt; dicoba buang hajat isi perutmu ke atas bumi?" "Dulu kan bisa membuat kapok mereka" saran suara dari interkom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;nyuwun pangapunten&lt;/em&gt; Gusti, memang dulu sewaktu &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; mengutus &lt;em&gt;Nogo Baru Klinting&lt;/em&gt; melubangi bumi dengan lidi di tengah negeri orang serakah tanpa &lt;em&gt;welas asih&lt;/em&gt;, lalu dari lubang tadi &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; buang hajat membanjiri mereka, memang mereka bertobat. Berubah jadi bangsa &lt;em&gt;welas asih&lt;/em&gt;..." jawab mbah Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Nah &lt;em&gt;bener tho! ngono wae&lt;/em&gt; kok repot!" tukas suara dari interkom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;nyuwun pangapunten&lt;/em&gt; Gusti, sebelum &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; sempat mengirim utusan melubangi bumi, mereka malah sudah lebih dulu mengirim &lt;em&gt;Ulo Bakery Sinting&lt;/em&gt;, menggali lubangnya lebih dalam Gusti... nyaris mengenai prostat &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt;" jawab mbah Bumi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;em&gt;weleh! weleh! weleh! njur terus piye&lt;/em&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro Gusti, inggih medhal sedoyo hajatipun kawulo&lt;/em&gt;, lebih banyak dari dulu"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"weee... &lt;em&gt;yo apik mestine&lt;/em&gt; pada kapok &lt;em&gt;tho&lt;/em&gt; yang pada serakah?" tanya suara dari interkom itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro &lt;/em&gt;Gusti, tidak kapok, yang terkena hajat&lt;em&gt; kawulo&lt;/em&gt; malah yang tidak ikutan kebagian hasil keserakahan, yang serakah malah bisa menghindar tidak kena hajat"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"weleh! &lt;em&gt;Kok iso&lt;/em&gt;?" tanya suara dari interkom itu lagi, sedikit tinggi nadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro &lt;/em&gt;Gusti, &lt;em&gt;mboten ngertos sanget&lt;/em&gt;, mereka punya ritual menghindar, namanya &lt;em&gt;lelakon&lt;/em&gt; divestasi Gusti..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;em&gt;Edhan! opo maneh kuwi&lt;/em&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;nyuwun pangapunten Gusti, mboten ngertos kulo&lt;/em&gt;" jawab mbah Bumi. Jarinya sudah semakin bergetar kelelahan di tombol interkom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Ya &lt;em&gt;wis&lt;/em&gt;, coba cara sedikit halus, tumbuhkan bisul bunga-bunga bangkai berbau busuk sebagai firasat bahwa &lt;em&gt;kowe&lt;/em&gt; sedang &lt;em&gt;ngambek&lt;/em&gt;" perintah suara interkom sedikit tenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;nyuwun pangapunten&lt;/em&gt; Gusti, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampun&lt;/span&gt; dilakukan atas inisiatif &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt;, malah lebih banyak dari biasanya. Satu tempat ada yang &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; tumbuhi sampai empat bunga bangkai. Mestinya sudah bau &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt; Gusti..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Lha terus&lt;em&gt; piye&lt;/em&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro&lt;/em&gt; Gusti, malah masuk tivi, dikerubungi, dipageri tali rafia lalu ditariki karcis masuk" jawab mbah Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;em&gt;Pancen edhan nek ngono&lt;/em&gt;! Ya &lt;em&gt;wis&lt;/em&gt; kalo &lt;em&gt;kowe&lt;/em&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepengen&lt;/span&gt; pensiun silakan, nanti biar disiapkan tempat di langit ke dua"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;nyuwun pangapunten&lt;/em&gt; Gusti, apa nanti disiapkan juga tunjangan rumah mewah, kendaraan, kavling, vakantie dan seratus kali lipat tunjangan bulanan?" tanya mbah Bumi sedikit ragu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"He?! apa lagi &lt;em&gt;tho&lt;/em&gt; itu?" tanya suara di interkom heran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"...&lt;em&gt;ngampuro&lt;/em&gt; Gusti, &lt;em&gt;disebatipun&lt;/em&gt; hak pensiun eksekutif, legistatif dan yudikatif seperti kebiasaan mereka Gusti..." jawab mbah Bumi menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Weh... Weh... Weh... &lt;em&gt;jebule kowe yo wis melu edhan tho&lt;/em&gt;!!!" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu interkom dimatikan dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508194810011797?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508194810011797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508194810011797&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508194810011797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508194810011797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/lakon-mbah-bumi-pensiun.html' title='Lakon Mbah Bumi Pensiun'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508177168001251</id><published>2006-12-03T00:47:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:49:31.816+07:00</updated><title type='text'>Welcome Mr. Bush</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;"if you hate a person, you hate something in him that is part of yourself. What isn't part of ourselves doesn't disturb us" - Hermann Hesse, 1946 Nobel Prize Winner for Literature&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sadar tidak sadar, setengah abad terakhir di Indonesia sudah masuk agama baru. Tidak perlu diatur Peraturan Pemerintah, tidak perlu disebarkan dengan kekerasan atau penjajahan, tidak perlu disebarkan dengan bagi-bagi uang, serta yang terbaik, tidak perlu disebarkan dengan simbol-simbol dan dogma-dogma yang sulit dicerna. Mungkin sedikit perlu biaya. Nama agamanya "Amerika".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau agama lain masing-masing cuma punya satu nabi pembawa pesan, agama ini punya banyak nabi. Bill Gates, Michael Jackson, Michael Jordan, Lee Iacoca, Alan Greenspan, John Naisbith, Bruce Willis, Hugh Hefner, Joey Silvera adalah beberapa di antaranya. Bahkan tidak perlu nyata, seperti Donal Bebek, Kermit dan tentunya sang Marlboro Man. Kitab sucinya hanya beberapa lembar mulai denominasi 1 hingga 100 dolar dengan ayat religiusnya yang terpercaya 'In God We Trust'. Entah berapa ratus juta penganut agama ini di negeri kita tercinta, walau KTP bertulis lain, siapa yang tahu kemana ikrar hati? Negeri ini paling subur ditumbuhi 'pepaya berdaun sirih'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Paling khas, kalau agama lainnya menganggap kebencian, iri dan dengki (sirik, yang pertanda tak mampu) adalah penyakit hati, agama ini sebaliknya. Kebencian, iri dan dengki adalah energi. Kebencian, keirian dan kedengkian orang lain bagi kita adalah potensi. Pernah merasakan dibenci, di-iri-i dan didengki-i oleh orang lain? it was fun. Bahkan dengan sedikit saja senyuman, para pembenci, peng-iri dan pendengki sudah bakalan pontang-panting membuang energi pikiran dan emosi hanya untuk merusak diri mereka sendiri. Sangat menyenangkan melihat mereka melakukan hal-hal bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam beberapa waktu, Imam mereka Mr. Bush, akan datang ke negeri kita. Ia akan sekali lagi membuktikan bagaimana memanfaatkan kebencian, ke-iri-an dan kedengkian menjadi energi bahkan profit ekonomi. Bayangkan senyum lembutnya sambil melambaikan tangan dengan penuh kepercayaan diri di televisi akan segera membakar hati sekian banyak pembenci. Sekian banyak orang akan buta rasionalitasnya oleh kebencian lalu lupa akan apa yang seharusnya dibenci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Satu contoh, cukup dengan melempar satu saja komoditas 'syiar'nya, "Playboy", entah berapa banyak energi yang terkuras untuk mengumbar kebencian. Kebencian inilah yang dimanfaatkan dengan baik untuk membutakan rasio. Profitnya untuk mereka? Kita lupa Blok Cepu dan Sekularisme dengan tujuan liberalisasi atas nama demokrasi di Aceh yang kaya sumber energi. Belum lagi "Playboy" yang ternyata tetap laris manis dan tentunya (lagi-lagi) profit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya sendiri pernah mengamalkan ajaran agama 'Amerika' ini, lalu mengambil keuntungan darinya. Kebencian. Pada satu bidang wirausaha, saya mencoba menerapkan nilai-nilai yang rasanya sesuai dengan agama-agama lain seperti keadilan, kerukunan, kesejahteraan bersama, kesetaraan dan lain-lain. Hasilnya? para karyawan dengan rukun dan kompaknya menggerogoti ladang kerjanya sendiri lalu saling setia dan setara untuk saling menutupi kesalahan. Ketika kebencian diterapkan dengan adu domba dan ke-tidak adil-an, hasilnya luar biasa, tidak ada lagi penggerogotan, bahkan antar karyawan saling mengadukan keburukan masing-masing sehingga sangat mudah dipantau untuk kemudian efisiensi profit meningkat pesat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Inikah perlakuan yang memang ternyata pantas dan tepat buat bangsa kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bila kita membenci atau minimal tidak ingin terkonsumsi oleh 'Amerika', sebaiknya tidak menguras energi dan pikiran untuk mengekspresikan kebencian itu. Ini yang mereka inginkan. Entah profit apa yang dikejar Imam Bush kali ini di tengah kebencian atas nama agama, atas nama sentimen kebangsaan, atas nama helipad, atas nama teratai Brazil yang beterbangan dari kolamnya dan pohon tua yang hampir rubuh di Kebun Raya, atau atas nama kemacetan akibat blokir jalan di kota Bogor. Kebencian ini sudah mulai banyak mengkonsumsi energi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seharusnya lagi, mari kita membenci dengan cara yang aneh dan tidak tertebak, mari kita elu-elukan kedatangan Imam Bush. Buka tangan lebar-lebar untuk memeluk sembari mencari titik terempuk untuk kita tikam. Paling mudah, acuhkan saja kedatangannya. Bush...? who...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ingat Imam Bush! Camkan pesan ini! Dengarkan baik-baik selama anda berkunjung ke Indonesia : Selamat datang mean welcome... Apa kabar mean how are youuu.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penyanyi yang aneh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508177168001251?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508177168001251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508177168001251&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508177168001251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508177168001251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/welcome-mr-bush.html' title='Welcome Mr. Bush'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508163928823133</id><published>2006-12-03T00:44:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:47:19.370+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Kumplit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/1600/942148/garuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/200/445127/garuda.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya merenungi artikel ini semalaman. Dalam skala lain, kondisi lain, dan waktu lain pula, siapa saja bisa menjadi obyek-obyek yang tercantum. Ini Indonesia banget! Selengkap-lengkapnya menggambarkan (apa yang dilakoni manusia-manusia) Indonesia. Semua karakter dan peran tokohnya begitu kuat (dan nyata tentunya), saya ulangi, semua tokohnya! Bahkan artikelnya sendiri yang entah dibuat sebagai berita atau advertorial. Baru kali ini kata-kata lebih berarti dari ribuan foto atau cuplikan video di televisi. May God forgive us.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dikutip dari Harian 'Pikiran Rakyat', harian lokal Bandung-Jawa Barat. Terbitan Kamis, 19 Oktober 2006. Halaman 10, kolom 6. Online di &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/19/0204.htm"&gt;Website Pikiran Rakyat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;==&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ditangkap Gara-gara CCTV&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;GARA-GARA terekam kamera pengintai, Sule (30) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Cijenuk Kab. Bandung itu, disangka mencuri sepeda balap milik David Antonius Daliman, warga Tatar Wangsakerta Kota Baru Parahyangan Kec. Padalarang Kab. Bandung. Ia ditangkap di kediamannya, Selasa (17/10) pukul 13.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ceritanya, Antonius melaporkan ihwal pencurian tersebut kepada petugas keamanan setempat, Senin (16/10) pukul 15.00 WIB. Laporan itu diteruskan ke Mapolsek Padalarang, kemudian Mapolresta Cimahi. ”Kebetulan, sejak sebulan lalu, kita sudah menggunakan CCTV (&lt;em&gt;closed-circuit television&lt;/em&gt; - red.). Karenanya, kita langsung menelusuri rekaman pada perkiraan saat kejadian,” ungkap Restu Mahesa, &lt;em&gt;Security Manager&lt;/em&gt; Kota Baru Parahyangan, kepada wartawan, Rabu (18/10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tak lama, wajah Sule muncul di layar kamera pemantau itu. Tercatat, ia memasuki Tatar Wangsakerta pukul 6.35 WIB, cuma berbekal tas punggung. Tetapi, saat keluar pukul 7.13 WIB, ia menuntun sepeda balap. ”Rekaman itulah yang kita serahkan kepada polisi. Setelah penyelidikan, ternyata, mengarah kepada dia, buruh bangunan yang diberhentikan, beberapa waktu lalu,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Di tempat terpisah, tersangka Sule mengaku khilaf. Perbuatan itu terpaksa dilakukannya untuk menghidupi anak dan istrinya di kampung. Sebelum pulang, Senin (16/10), sepeda itu ia jual Rp 100.000,00 kepada seorang pedagang di Kota Cimahi. ”Betul, Pak. Saya benar-benar terpaksa melakukan perbuatan tersebut,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kepada polisi, Sule menuturkan, hari itu sebenarnya, ia berniat mencari kerja. Lalu, ia mendatangi Asep, warga Kp. Sudimampir Desa Kertajaya Kec. Padalarang, bekas mandornya di perumahan tersebut. ”Saya katakan, apakah sudah ada pekerjaan buat saya? Pak Asep jawab, belum. Lalu, saya minta izin untuk mengambil peralatan saya di rumah yang sedang direnovasi. Niat mencuri muncul ketika saya melihat sepeda di rumah seberang,” ujar Sule.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Restu mengatakan, penggunaan kamera pemantau merupakan bagian dari &lt;em&gt;road map security&lt;/em&gt;. Apalagi, faktor keamanan merupakan hal penting buat para penghuni. ”Sebagai bukti, kasus pencurian ini bisa segera terungkap,” demikian Restu Mahesa. (Hazmirullah/”PR”)***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508163928823133?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508163928823133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508163928823133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508163928823133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508163928823133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/indonesia-kumplit.html' title='Indonesia Kumplit'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508127848888446</id><published>2006-12-03T00:40:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:41:18.676+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pekerja Itu Nikmat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Konsep bekerja dan punya atasan adalah sesuatu yang sangat jauh dari pikiran. Sampai suatu hari seorang teman menghubungi dan menawarkan sebuah pekerjaan pada perusahaannya. Posisi cukup mentereng yang membanggakan untuk tercantum pada kartu nama, perusahaan yang reputable di bidangnya dan bidang yang tidak asing. Bukan melulu hal-hal di atas yang menyebabkan tawaran ini menjadi sangat menarik, tetapi justru karena siapa yang menawarkan. Dari sekian banyak kenalan, teman, kolega dan malah pegawainya sendiri, teman saya tersebut justru menawarkan kepada saya. Sebuah kehormatan besar, mengingat kawan saya ini seseorang yang kompeten, memiliki banyak kelebihan sehingga mampu mencapai posisinya saat ini. Rasanya seperti di-rating A + oleh sekelas Far Eastern Economic Review. Maybe I am not the first choice at all, but at least I am on the top of the choices.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tawaran yang merupakan pujian sekaligus tantangan ini saya terima. Dan inilah tiga pengalaman utama sampai akhirnya saya mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertama, mungkin sudah masuk angka ribuan kotak untuk jumlah kartu nama yang pernah saya produksi bagi klien-klien usaha printing dan ternyata saya baru tahu persis apa fungsinya dan bagaimana ia digunakan. Mungkin bagi (sedikit) yang belum tahu, ternyata kartu nama bukan sekedar untuk 'data' dengan siapa kita pernah bertemu. Ternyata ia berfungsi sebagai 'pengingat' nama kita ketika terjadi sebuah pertemuan interaktif dengan banyak peserta pertemuan yang setara. Setara dalam artian komunikasi pertemuan terjadi secara horisontal dan multi titik antar peserta. Pada pertemuan yang pernah dilakukan sebelumnya semasa masih bekerja sendiri, komunikasi hanya antar dua titik saja. Saya dan klien, walaupun klien tersebut beberapa orang, tetap hanya ada dua pihak. Ketika bekerja, saya mengalami melakukan pertemuan antara lima pihak sekaligus dengan saling melakukan komunikasi antar pihak untuk satu kepentingan. Voila... saat itulah kartu nama menjadi piranti wajib. Bayangkan, ribuan kotak kartu nama pernah saya produksi sebelumnya dan baru saat itu saya tahu fungsinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua, Obedience. Kepatuhan adalah sebuah hal yang sangat asing buat saya. Terhadap orang tua pun apabila dilakukan 'rating of obedience' dari 1-10, nilai saya mungkin hanya 5 atau 6. Tatanan aturan formal terakhir yang saya alami di bidang pendidikan juga jauh dari 'kepatuhan'. Mulai dari SMA terbaik di kota Bandung yang dengan mudah bisa datang dan pulang sekehendak hati, hingga Perguruan Tinggi Teknik terbaik di Indonesia yang sistemnya demikian mudah dilipat dan dimanipulasi. Konsepsi tentang bekerja bagi saya adalah 'kepatuhan absolut yang cerdas', sebagaimana halnya tuntutan saya pada orang yang bekerja pada bidang-bidang usaha yang saya miliki. Menjadi misteri sebelumnya tentang apa yang pekerja-pekerja saya tersebut rasakan dengan konsep bekerja tersebut. Ternyata... it was good and easy. Terhadap berbagai hal, cukup mengamati input, memberi masukan serta action terbaik, and let the boss take the stress, decisions and responsibilities. Bila hasilnya baik, biarkan bos menikmatinya seolah semua atas aksinya toh bila hasilnya buruk ia pula yang menanggung sepenuhnya. Ternyata menjadi pekerja itu nikmat, mudah dan unstressful. Setelah ini tentunya saya akan beri lebih banyak lagi beban bagi orang yang bekerja untuk saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketiga dan terpenting, I am not as best as I thought before. Sebelumnya saya menganggap apapun bisa saya kerjakan,apapun bisa saya pelajari dalam waktu singkat, apapun yang saya pernah kerjakan telah dikerjakan dengan metode yang terbaik (termasuk cara melipat tatanan aturan formal). Ternyata tidak. Target yang dibebankan oleh perusahaan serta terutama oleh saya sendiri hasilnya gagal total. Apa yang saya pikir terbaik untuk dilakukan tidak menghasilkan hal yang terbaik. So I quit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Back to my own bussines, banyak perbaikan yang saya lakukan, manajemen waktu, tertib administrasi, bagaimana memperlakukan pekerja (sebagaimana saya ingin diperlakukan sebagai pekerja), bagaimana memperlakukan klien lebih baik lagi dan tentunya bagaimana lebih menghargai kartu nama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada yang lain ingin menawarkan saya bekerja? I have 3 months experience as failed (proposed) sales and marketing coordinator at reputable national scale company.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508127848888446?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508127848888446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508127848888446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508127848888446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508127848888446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/menjadi-pekerja-itu-nikmat.html' title='Menjadi Pekerja Itu Nikmat'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508117737724050</id><published>2006-12-03T00:37:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:43:25.733+07:00</updated><title type='text'>Itong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/1600/492582/itong2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/200/136136/itong2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itong adalah nama anjing peliharaan keluarga kami. Jenisnya campuran, ia peranakan herder dan chow-chow. Kombinasi ini menghasilkan bentuk badan dan kaki lebih tinggi langsing daripada murni keturunan chow-chow tapi juga lebih tambun daripada herder asli. Pada wajah, telinga tegak dan moncong panjang ber'andeng-andeng' khas herder sekaligus berwajah lebar dan berlidah ungu seperti chow-chow. Bulunya juga memiliki karakter kedua jenis anjing tersebut, bulunya tebal tetapi lebih kaku daripada bulu anjing jenis chow-chow dan warnanya coklat muda menggelap ke bagian ujung-ujung bulu seperti pada herder. Ekornya panjang seperti herder namun dengan bulu-bulu panjang lembut sebagaimana chow-chow. Sifatnya lebih banyak seperti anjing jenis chow-chow; kalem, pendiam, dan jarang menggonggong.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Januari lalu, setelah hampir 12 tahun hidup bersama kami layaknya anggota keluarga, Itong mati karena tua. Entah apa yang 'terjadi' pada anjing-anjing setelah mereka mati hingga rasanya kurang layak memanjatkan doa bagi mereka. Paling pas hanya berharap. Berharap bahwa selama ia hidup, ia merasa bahagia dan hangat di antara kami sebagaimana kami merasakan kehangatan dari keberadaannya selama ini.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tertekan dan Tidak Mau Makan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Itong tiba di rumah kami kira-kira di akhir tahun 1994. Umurnya waktu itu menurut penjualnya, lebih kurang 3 atau 4 minggu. Penjual tersebut semula membelinya dari penjual lain dengan niatan untuk dipelihara, namun karena tidak biasa memelihara anjing dan bingung karena Itong tidak mau makan dan minum susu, ia menjualnya kembali. Seingat saya, ayahlah yang melihat iklan penjualan anjing itu di koran dan ibu yang berangkat membelinya. Kalau tidak salah di kawasan jalan nama-nama wayang di daerah Jalan Pajajaran di Bandung. Harganya waktu itu Rp. 125.000,- atau kira-kira setengah dari uang kuliah satu semester saya kala itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setibanya di rumah, kami sekeluarga sepakat menamainya Itong, mungkin supaya mirip dengan nama anjing kami yang mati beberapa bulan sebelumnya, si 'Onthong', kadang dipanggil 'Otong'. Ketika datang Itong tampak ketakutan, dengan ekor terlipat di antara kedua kaki belakang kecilnya, ia bersembunyi di bawah meja di ruang keluarga rumah kami. Bila didekati, ia akan menggeram namun bila kemudian disentuh, geramannya berubah menjadi suara lenguhan yang terkesan mengeluh, bukan lengkingan ketakutan. Saat itupun susu yang diberikan tidak disentuhnya, apalagi makanan. Menurut ayah, Itong terlalu kecil untuk dipisahkan dengan induknya, sehingga ia tertekan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agak lama sebelum ia akhirnya mau juga menyentuh susunya, hanya saja tidak boleh ada orang yang ia tahu memperhatikannya. Piring susunya harus ditinggalkan di bawah meja, baru kemudian setelah yakin tidak ada yang memperhatikannya, ia mulai mengendus dan sedikit mendorong-dorong mangkuk itu dengan moncongnya baru kemudian mulai meminumnya. Perilaku ritual makan yang kemudian akan ia bawa sampai mati bertahun berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai beberapa hari kemudian, ia masih banyak berdiam di bawah meja di ruang keluarga, tetapi ia saat itu sudah lebih bersahabat, walaupun masih menggeram ketika didekati, setelah disentuh dan dibelai, ia akan segera keluar untuk mengikuti si pembelainya tadi. Apabila kemudian kita duduk, ia akan segera bermain-main dengan kaki kita, terkadang menjilati jari-jari kaki atau kemudian tidur menyandarkan kepala di atas jari-jari kaki. Karena ukurannya saat itu yang kecil saja, tidak lebih dari tengadahan kedua telapak tangan saya disatukan, sering ia saya tidurkan di atas perut saya sambil saya usap-usap kepalanya. Tak lama ia akan tidur-tidur 'ayam' sambil sesekali mengintip kemudian memejamkan matanya lagi. Beberapa waktu kemudian, karena ayahlah yang lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya, ia lebih banyak mengikuti ayah sampai akhirnya ia tidur di kamar ayah dan ibu. Di lantai, tepat di bawah-samping posisi kaki dari ranjang tidur ayah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;BAB Harus Diantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keluarga kami memelihara anjing semenjak awal 1970an, seingat saya sudah lebih kurang 11 ekor anjing yang pernah menjadi bagian keluarga kami termasuk Itong. Ritual awal ketika anjing-anjing itu datang adalah membiasakan mereka untuk buang hajat di luar rumah. Awalnya mereka akan buang air besar dan kecil di dalam rumah, di keset, karpet dan malah naik ke kursi. Ibu yang biasanya menjadi pelatih, dengan cara-cara emosional, anjing yang sudah buang hajat di dalam rumah akan dimarahi habis-habisan sampai ketakutan, biasanya disabeti dengan sapu lidi lalu kemudian dibawa ke luar rumah untuk digesekkan bagian pantatnya ke rerumputan. Selalu efektif, demikian pula untuk Itong.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah kemudian agak lebih besar sedikit, Itong mulai dibawa berjalan-jalan ke luar pagar rumah, konon untuk tidak mengurangi kemampuan motorik alaminya sebagai anjing. Anjing peliharaan yang kurang dibawa berjalan-jalan, kabarnya akan malas bergerak, otot-ototnya melemah, kemudian mudah terkena penyakit, lalu tentu saja tidak berumur panjang. Siapa yang menemaninya berkeliling di dalam kompleks perumahan tempat tinggal keluarga kami selalu berganti, namun lebih sering bersama pembantu rumah tangga. Jalan-jalan ini biasanya dilakukan sore hari, sekitar pukul 4 atau 5 sore. Kebiasaan ini kemudian disertai kebiasaannya buang hajat sambil jalan-jalan, alhasil, 'teman' jalannya harus menemani bahkan cenderung menontonnya buang hajat. Hampir semua sudut kompleks perumahan pernah ia 'hajati'. Apabila hari hujan atau kebetulan tidak ada seorangpun yang sempat mengantarnya jalan-jalan, Itong akan diam saja di rumah, walaupun kelak setelah ia lebih dewasa, dan pintu ke luar rumah terbuka lebar, ia akan tetap berkeliaran di dalam rumah atau halaman dan tidak buang hajat hingga berhari-hari sampai ada seseorang yang mengantarnya jalan-jalan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya sendiri rutin mengajaknya berjalan-jalan, tidak sering memang, sekitar 1 atau 2 kali seminggu. Awalnya, Itong harus mengenakan rantainya ketika berjalan-jalan, mungkin khawatir ia akan mendadak lari menyeberang jalan ketika ada kendaraan atau mengejar kucing atau berkelahi dengan anjing lain pada rute yang akan dilewati. Entah mengapa dari seluruh orang di rumah, ia tampak patuh karena takut hanya kepada saya. Hanya saya yang bisa memerintahkannya untuk 'salam', mengangkat kaki depan kanannya ketika kita julurkan tangan ke arahnya. Hanya dengan saya pula ia bisa berjalan-jalan tanpa rantai, karena sedikit saja ia menjauh dan saya panggil dengan nada agak keras, ia akan segera kembali menghampiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain jalan-jalan dengan berjalan kaki, saya sering pula mengajaknya untuk jalan-jalan dengan mobil. Bila dibukakan pintu, ia akan antusias meloncat naik untuk kemudian duduk di kursi depan. Ia senang mendekatkan moncongnya ke arah jendela yang sedikit terbuka. Mungkin ia menikmati hembusan angin yang lewat dari celah jendela itu ketika mobil melaju. Biasanya matanya akan setengah terpejam seolah ia sangat menikmatinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelak ketika ia pindah mengikuti kepindahan orangtua saya ke rumah baru, saya sangat jarang bisa meluangkan waktu berjalan-jalan dengannya ketika mampir ke rumah orangtua. Tapi kepatuhannya untuk bisa jalan-jalan tanpa rantai tetap sama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pindah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhir 1999, kedua orang tua saya memutuskan pindah rumah, menempati sebuah rumah lain di kawasan Bandung Utara yang selama ini hanya disewakan ke orang lain sementara saya tetap menempati rumah lama. Pindahnya mereka tentunya diikuti oleh Itong. Praktis semenjak itu kami jarang sekali bertemu, mungkin hanya bisa bertemu dengannya sekitar satu dua kali saja tiap minggunya, itupun hanya sebentar. Terlebih setelah menikah, dan kemudian memiliki anak, saya makin jarang melihatnya, terkadang hanya satu kali dalam sebulan. Dikarenakan ayah atau ibu masih menyempatkan mampir tiap hari ke rumah yang masih saya tempati sampai saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah pindah mengikuti orang tua saya, Itong semakin dekat hanya dengan ayah. Bila sedang di rumah, kemanapun ayah pergi ke sudut-sudut rumah, Itong akan selalu mengikutinya.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sewaktu kakak perempuan saya menikah, rangkaian prosesi pernikahan dilakukan di rumah orang tua saya. Pada seluruh rangkaian prosesi itu pula Itong mengikuti ayah saya yang tentunya sangat terlibat. Hanya pada proses sakral akad nikah, Itong dipaksa masuk ke dalam kamar lalu dikurung di dalamnya. Setelah itu, ia kembali tampak berada di antara kaki ayah. Sesuai sifatnya yang pendiam dan tenang, saat itu ia hanya duduk diam di sisi kaki ayah. Kecuali saat ayah bergerak berpindah tempat, Itong akan segera sigap ikut bergerak mengikuti kemana ayah pergi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika saya belum menikah, terkadang saya menginap di rumah orang tua. Ketika menginap, pasti Itong saya ajak serta untuk tidur menemani di kamar, biasanya ia ikut naik ke ranjang lalu kemudian bila saya sudah tertidur ia akan turun kembali kemudian tidur di sisi kaki tempat tidur.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Proses penuaannya mulai terlihat, beberapa kali menginap untuk terakhir kalinya sebelum saya menikah, Itong sudah mulai tidak mampu loncat sendiri naik ke tempat tidur, terkadang kaki belakangnya tertinggal dan tersangkut di sisi ranjang. Setelah saya menikah kemudian, saya tidak pernah lagi mengajak Itong naik ke ranjang bila menginap di rumah orang tua, tentunya karena sudah ada istri tercinta di ranjang yang pasti enggan ditemani pula oleh seekor anjing. Belum lagi istri saya mengidap asma yang mungkin bisa kambuh karena alergi terhadap bulu anjing. Saya tidak pernah sempat melihatnya gagal meloncat ke atas ranjang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Waktu-Waktu Terakhir &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap saya sekeluarga berkunjung ke rumah orang tua, saya tidak pernah lama berinteraksi dengan Itong, biasanya hanya sekedar mengusap-usap kepalanya sebentar lalu mengajaknya bersalaman. Biasanya ia pun hanya mengendus sebentar, menggoyangkan ekornya lalu menyandarkan kembali kepalanya di atas kakinya di lantai, tepat seperti foto yang saya lampirkan di atas. Terkadang saya dan anak sulung saya sedikit bermain dengannya, itupun tidak akrab, karena anak saya tidak berani terlalu dekat. Tak jarang Itong saya usir menjauh agar anak saya dapat bermain di rumah nenek-kakeknya tanpa rasa takut. Memang semenjak kehadiran cucu-cucu dari orang tua saya, Itong banyak tersisih. Saya sempat mengamati bahwa ia cenderung lebih tidak segembira ketika masih tinggal di rumah lama. Dulu saya bisa memprovokasinya untuk berdiri dengan dua kaki belakangnya saja untuk kemudian menyandarkan kedua kaki depannya di pinggang saya atau dengan menghentak-hentakkan kaki di depannya sambil memanggil namanya, Itong segera merespon dengan berlari-lari kencang kian kemari seolah kita mengajaknya bermain kucing-kucingan dan seringainya kala itu entah kenapa seperti tertawa. Tahun-tahun belakangan ia sudah tidak mau lagi diajak bergembira, ia lebih banyak diam berkesan murung, pemalas kemudian ditambah pincang kaki belakang yang makin lama semakin parah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Interaksi terdekat terakhir saya dengannya adalah ketika ayah meminta saya mengantar Itong ke dokter hewan untuk memeriksakan kepincangannya yang semakin parah. Ia sudah tidak mampu lagi meloncat naik ke dalam mobil sehingga saya harus menggendongnya. Demikian pula ketika turun, ia tidak berani meloncat turun untuk keluar dari mobil sehingga kembali saya harus menggendongnya turun lalu membawanya masuk ke ruangan dokter. Waktu itu menurut dokter ia terkena rematik yang disebabkan selalu tidur di atas lantai keramik yang dingin tanpa alas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa waktu kemudian ia mulai buta, karena kebutaannya, mobilitasnya menurun. Ia hanya bergerak di sekitar ruang tengah di rumah orang tua saya, terkadang keluar di halaman untuk buang hajat. Saya beberapa kali melihatnya berjalan meniti tepian dinding untuk mencari arah. Terkadang kursi atau meja ia tabrak. Ditambah dengan kepincangannya, saya dan kakak saat itu pernah mengusulkan bahwa sudah tepat waktunya untuk mengakhiri hidupnya tanpa lebih banyak penderitaan dengan cara suntik mati, tapi orang tua saya tidak tega, "biar saja ia mati alami" kata mereka.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena kesibukan, saya lama tidak sempat mampir menengoknya, hanya kabar dari orang tua yang menceritakan makin memburuknya kondisi Itong. Mulai dari tidak mau makan, kemudian tidak mau minum susu, sampai akhirnya tidak mampu berdiri. Suatu malam, ibu saya menelepon dan mengabarkan bahwa Itong sudah tiduran saja dengan napas tersengal-sengal. Entah kenapa malam itu ia memaksakan diri menggonggong dengan suara lemah. Sepanjang malam. Keesokan harinya, orang tua saya harus pergi ke luar kota menghadiri acara keluarga. Hari itu hari Minggu, kira-kira pukul 2 atau 3 sore, Itong akhirnya mati. Tanpa ada anggota keluarga kami yang melihatnya. Tukang kebun kami hanya menelepon ayah untuk mengabari dan kemudian langsung menguburnya di pojok halaman depan rumah. Saya sendiri baru mengetahui di keesokan harinya. Reaksi saya biasa saja, tidak ada kesedihan, tetapi terasa benar ada rasa kehilangan yang tercuil dibawa mati oleh Itong. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malam ini saya sempatkan menyelesaikan cerita yang amat sangat tidak lengkap menggambarkan bagaimana Itong mewarnai kehidupan keluarga kami. Saya bingung bagaimana menyikapi kematian seekor anjing. Selain berharap semasa hidup ia merasa nyaman dan hangat berada di antara kami, saya mengutip pendapat Billy Joel tentang kematian untuk menjawab kemana Itong pergi setelah mati.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia pergi ke sudut hati kami yang menyayanginya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508117737724050?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508117737724050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508117737724050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508117737724050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508117737724050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/itong.html' title='Itong'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508103211637486</id><published>2006-12-03T00:36:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:37:12.216+07:00</updated><title type='text'>Lupa</title><content type='html'>&lt;div  class="entry-content" style="font-family:verdana;"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kiamat!! Setelah dua-tiga hari lalu nonton film lama (lagi-lagi) di TV yang mengingatkan satu momen penting dalam hidup yaitu; 'Cinta SMA', saya lupa akan satu hal terpenting dalam momen itu, berusaha mengingat-ingat tapi tetap saja 'file' memori yang satu ini tidak 'nimbul'.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cinta SMA saya lumayan unik, tidak sembarangan macam cinta 'monyet'. Kalau boleh digolongkan, mungkin termasuk ke dalam istilah "struck by love" atau "punched drunk love". Suatu hari sewaktu saya masih duduk di kelas dua SMA, mendadak di sebuah jam pelajaran, sang guru memberikan tugas atau mungkin ulangan, saya tidak ingat benar. Waktu itu mungkin saya tidak siap atau tidak paham benar materi pelajaran dan karenanya saya segera 'celingukan' mencari selamat. Kemungkinan lagi, waktu itu kawan semeja saya (rasanya pasti si Ashar, he's on my 'friendster' page) sedang tidak siap juga dan karenanya kami segera berpencar mencari selamat. Then there was this girl, ia tengah duduk sendiri di bangkunya. Kawan semejanya entah kenapa absen hari itu. Segera saya pindah ke mejanya dengan pemikiran bahwa perempuan cenderung lebih siap dengan materi pelajaran. Sewaktu pindah, karena tergesa, tidak sengaja saya tendang kaki mejanya yang menyebabkan gadis itu, yang tengah menulis, terhenti sejenak kemudian mengangkat bolpennya dari atas kertas. Tanpa menoleh, ia melanjutkan menulis. Saya lupa apakah waktu itu sempat meminta maaf untuk tendangan ke kaki meja yang pertama, yang pasti dia ijinkan saya untuk mencontek apapun yang ditulisnya waktu itu. Tak lama kemudian, mungkin ketika menyesuaikan posisi kaki ke balok penopang kaki di bawah meja, kembali tanpa sengaja saya menendang kaki meja. Kali ini selain mengangkat bolpennya sejenak dari atas kertas, saya sempat mendengar satu decakan tanda kesal. Kali kedua itu, saya ingat bahwa saya meminta maaf, "sori!". Tidak ada respon dan ia lanjutkan menulisnya.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak lama, mungkin hanya beberapa belas detik kemudian, ketika saya tengah serius menulis, mendadak meja bergoyang keras. Saya berhenti menulis lalu menoleh ke samping, ke arah gadis itu. Mengapa saya menoleh waktu itu mungkin karena akan mengatakan padanya bahwa bukan saya kali ini yang menyebabkan meja bergoyang. Kemungkinan lain, waktu itu saya khawatir dia akan lebih kesal lagi karena menyangka saya kembali menendang kaki meja. Ketika saya menoleh ke arahnya, ia tengah melihat ke arah wajah saya sambil sedikit tersenyum. Agak heran sejenak lalu tersadar, saya kemudian bertanya, "kamu teh ngebales?!". Ia melebarkan senyumnya tanpa menjawab, meninggalkan saya dari pandangannya, lalu menulis lagi. That was it, the moment of 'Ctrl-Alt &amp; Del'. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya tidak ingat apa yang terjadi kemudian di hari itu. Pastinya, di hari-hari berikutnya, gadis itu menjadi 'screen saver' tiap kali pikiran melayang-layang. 'Theme song'nya; "You come to my senses" dari 'Chicago' album 'twenty one'. "...You come to my senses.. everytime i close my eyes.." Jika sebelumnya bagi saya hanya termasuk kriteria 'sedikit di atas rata-rata', setelah momen tadi gadis itu adalah 'the most beautiful creature in the universe'. Semua yang diciptakan menjadi bagian tubuhnya, menjadi sesuatu yang istimewa. Saya betah berlama-lama memperhatikan rambut sebahu-lebih-nya ketika kebetulan (sebetulnya lebih sering diusahakan) duduk di belakangnya. Melihat matanya apalagi. Pokoknya seingat saya, semua mendadak sempurna. Terkonyol adalah bagaimana kemudian saya selalu gugup bila kebetulan (lagi-lagi sebetulnya lebih sering diusahakan) berbicara dengannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cerita berakhir tidak 'happy ending' buat saya. Walaupun diperkenankan beberapa kali datang melakukan 'kunjungan musibah' di malam minggu, saya tidak pernah berakhir memacarinya. Katakan saja bahwa kami tidak sesuai untuk satu sama lain. Lebih tepatnya saya untuk dia, alias ditolak! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika lama kemudian saya telah menggolongkan cerita di atas sebagai kisah indah dalam memori, ternyata hari ini, sejak beberapa hari lalu nonton film lama yang mengingatkan tentang cerita tadi, saya tidak dapat mengingat satu detail penting. Saya lupa wajah gadis itu! Kiamat!! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentang lupa, sebuah majalah saku lama pernah mengutip hasil penelitian sekelompok ilmuwan di luar negeri, mereka melakukan sebuah riset tentang bagaimana manusia mengalami 'lupa'.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Risetnya kira-kira begini, siapkan secarik kertas dan alat tulis. Baca sambil hafalkan dua puluh kata di bawah ini selama dua sampai tiga menit : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;| Manis | Kanker | Tertawa | Sehat | Kecelakaan | Mati | Perayaan | Perampok | Embun | Danau | Gelap | Gembira | Terbang | Hantu | Menang | Hutang | Jatuh | Balita | Busuk | Panas | &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah itu alihkan pandangan, ingatkan lalu tuliskan kembali sebanyak mungkin dari semua kata tadi pada kertas yang telah disiapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut majalah tadi, para peserta riset kebanyakan hanya dapat mengingat rata-rata sepuluh sampai dua belas kata dan ternyata sebagian besar yang mampu diingat dan ditulis kembali adalah kata-kata dengan makna 'menyenangkan' seperti "Tertawa" atau "Gembira" atau "Perayaan". Kata-kata dengan makna 'tidak menyenangkan' seperti "Mati" atau "Kanker" atau "Hantu" cenderung tidak tertulis kembali. Kesimpulannya, secara bawah sadar, manusia lebih ingin mengingat hal-hal menyenangkan dan tentunya melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini menjelaskan banyak hal. Misalnya mengapa pemerintah kita kali ini lebih senang bagi-bagi uang tunai dalam bentuk BLT (Bantuan Tunai Langsung) daripada memodali lapangan kerja. Setiap (lagi-lagi) TV menampilkan acara 'bagi-bagi duit' ala pemerintah tadi, yang tampak berbaris tidak pernah tidak, selalu berupa parade orang-orang yang kurang nikmat dipandang berlama-lama. Yang memutuskan 'bagi-bagi duit' mungkin menganggap orang-orang miskin tidak lebih dari pengamen parau atau pengemis jelek di perempatan jalan raya yang diberi satu atau dua keping uang logam bukan dengan maksud ingin menolong, namun sekedar supaya mereka segera enyah dari jendela kaca mobil yang nyaman lagi sejuk. At least dengan Rp. 300.000,- di tangan, parade unjuk rasa orang yang kurang sedap dipandang untuk muncul di luar pagar halaman kantor pemerintahan atau parlemen menjadi lebih kecil kemungkinannya. Sukur-sukur di pemilihan langsung empat tahun ke depan, mereka bisa sukarela memilih sang pembagi uang (negara). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Atau mengapa akhir-akhir ini begitu banyak pemukiman kumuh yang jelas-jelas tidak sedap pula dipandang, ingin di'lupa'kan dengan cara digusur habis. Tentu saja dapat dimengerti, bagaimana bisa melupakan sesuatu yang setiap hari masih terlihat. Dihilangkan dulu dari (situasi, kondisi dan toleransi) pandangan serta jangkauan, baru kemudian dilupakan. Kelihatannya bagi pengambil keputusan, jelas lebih nikmat untuk duduk di mobil yang nyaman lagi nikmat dengan pemandangan mal-mal megah atau apartemen cantik menjulang dibandingkan gubuk-gubuk kumuh di sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Atau lagi, jangan heran mengapa begitu banyak orang yang (lagi-lagi) kurang sedap dipandang berbondong datang ke gedung-gedung parlemen untuk menagih janji-janji wakilnya yang dulu diucapkan di hadapan mereka semasa kampanye. Jelas saja tidak dipenuhi janji-janji itu, 'wong' yang duduk di parlemen tadi sudah lupa akan janjinya. Kenapa lupa? ingat lagi masa-masa kampanye. (lagi-lagi) Di TV, yang tampak pasti sebuah panggung berisi oleh orang-orang 'indah' bersenyum sangat manis sedang mengobral janji di hadapan orang-orang yang kurang sedap dipandang di bawahnya, terlebih lagi dalam keadaan berdesakan dengan bau keringat dari panasnya kaus kampanye berbahan 'PE' atau 'Hyget' dengan harga hanya seperduapuluh dari anggaran satu kali makan siang wakil mereka di parlemen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jelas sekali pihak mana yang akan 'ingat' dan pihak mana yang kelak 'lupa' di kemudian hari. Mereka yang tidak sedap dipandang akan selalu mengingat indahnya janji-janji serta betapa manisnya senyum mereka yang di atas panggung. Bila beruntung, tak jarang mendapat pemandangan celana dalam di balik rok mini penyanyi dangdut yang bergoyang meramaikan suasana panggung. Sementara bagi mereka di atas panggung, pemandangan tidak sedap dari kerumunan penonton kampanye menjadi sesuatu yang ingin segera dilupakan. Tidak heran bila kemudian setelah terpilih dan duduk di dalam gedung parlemen yang nyaman lagi sejuk, lalu sekelompok orang yang tidak sedap dipandang datang menagih janji, mereka cuma saling menatap dengan sesama orang 'terpilih' dari balik jendela ruangan yang nyaman lagi sejuk itu lalu mengangkat bahu dan bertanya-tanya, "Mereka itu siapa?", "Saya janji apa sama mereka?", "kok saya LUPA?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh paling jelas lagi, sulit sekali menagih hutang pada kenalan. Malah karena terlalu lupanya, mereka lupa menjawab telepon atau me'reply' SMS. Lebih parah lagi lupanya, sampai-sampai lupa pernah kenal dengan sang pemberi hutang. Hutang, terutama pada bagian ditagihnya, mungkin menjadi hal yang paling 'tidak menyenangkan' dibandingkan makna 'sakit', 'mati', dan 'hantu' sekalipun atau bahkan 'neraka' sekalian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andaikata hari ini saya adalah seorang pencipta lagu yang masih bujangan, pasti sudah tercipta lagu yang lebih syahdu dari "Take a look at me now / Against all odds" oleh Phil Collins. "...There's nothing left in me to remind, just a memory of your face...". Pasti lebih sendu menceritakan tokoh yang sampai-sampai tidak punya memori tentang wajah gadis yang diidamkan.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Realitanya, saya berpikir sangat positif. Mengapa saya tidak dapat mengingat wajah gadis idaman saya semasa SMA itu bukan  karena cerita tentang dia adalah hal 'tidak menyenangkan' yang secara bawah sadar patut dilupakan. Tetap menjadi cerita 'menyenangkan', hanya saja terkubur oleh banyak cerita lain yang jauh lebih 'menyenangkan' yang saya alami kemudian. Terlebih tahun-tahun belakangan ini dengan kedua anak-anak yang begitu indah untuk dirasakan dengan semua indera serta istri yang sangat mencintai mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508103211637486?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508103211637486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508103211637486&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508103211637486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508103211637486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/lupa.html' title='Lupa'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508091406159834</id><published>2006-12-03T00:33:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:35:14.220+07:00</updated><title type='text'>Sial</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari-hari belakangan makin mudah saja mencari orang yang merasa menjadi orang tersial di dunia. "Sial" dalam artian dapat musibah konyol yang seharusnya tidak terjadi atau di luar perhitungan resiko. Bagi sementara orang, sudah cukup sial bila sedang mengemudi mobil lalu terhenti di perempatan berlampu merah lengkap dengan aksesori 'figur tidak pasti'. Bila receh seratus rupiah tidak tersedia, rasanya atap kabin mobil dan dunia akan runtuh menimpa kepala. Bila 'plus-plos', sosok ini cepat berlalu cukup dengan sedikit lambaian tanda menolak. Sial sedikit bila lambaian tolakan dibalas 'monyongan' bibir menor atau sedikit umpatan sambil berlalu. Sial menengah apabila lambaian tolakan tidak ditanggapi dan figur 'tidak pasti' ini terus saja bergoyang sambil berdendang sementara  pirsawan pura-pura acuh padahal kisruh berpikir bagaimana memperoleh recehan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebesar-besarnya sial adalah ketika recehnya ada dan sudah diberikan (jendela mobil terbuka), sang 'tidak jelas' bukannya segera enyah tapi malah membuka percakapan:&lt;br /&gt;"Aih bodinya gedong, pasti pestolnya juga gedong! dienakin yuk?"&lt;br /&gt;..."Ogah! doyannya yang asli!"&lt;br /&gt;"Eh biar palsu enaknya sama getho lowh!"&lt;br /&gt;...(speechless)&lt;br /&gt;(tetap di samping luar jendela dengan wajah 'menantang')&lt;br /&gt;...(Anjing ni lampu merah gak ijo-ijo!!) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kaum tersial hari-hari ini adalah para penjaja bakso atau disebut tukang baso saja. 'Pars pro toto' pada kisah mas Otong, tukang baso di bilangan daerah Sangkuriang di Bandung; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jajan 1:&lt;br /&gt;"Mas, baso, yamin, pedes!"&lt;br /&gt;..."Caos (maksudnya saus tomat merah gak jelas) pake?"&lt;br /&gt;"Dikit aja kaya biasa"&lt;br /&gt;..."Siapa tau nonton TV semalem"&lt;br /&gt;"Kenapa gitu mas?"&lt;br /&gt;..."Ada berita cara mbuat caos ini pake tomat busuk"&lt;br /&gt;"Halah!, TV itu tukang bohong! terasi jelas-jelas barang busuk juga dimakan"&lt;br /&gt;... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jajan 2:&lt;br /&gt;"Mas, baso, yamin, pedes! gak pake saos!"&lt;br /&gt;..."Mi atau bihun mas?"&lt;br /&gt;"Mana enak yamin bihun?! kaya biasa aja pake mie!"&lt;br /&gt;..."Siapa tau nonton TV semalem"&lt;br /&gt;"Kenapa lagi gitu mas?"&lt;br /&gt;..."Ada berita cara mbuat mie basah ini pake 'promalin' yang buat mayat"&lt;br /&gt;"Halah!, TV itu tukang bohong! rokok jelas-jelas lebih beracun juga diisep"&lt;br /&gt;... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jajan 3:&lt;br /&gt;"Mas, baso, kuah, pedes! gak pake mi basah! gak pake saos!&lt;br /&gt;..."Ada mi kering mau?, tapi direbus dulu"&lt;br /&gt;"Ah lama! Laper!"&lt;br /&gt;..."Ba'soku ini daging asli lho!"&lt;br /&gt;"Lha yang kemaren-kemaren emang apa? karet sandal?"&lt;br /&gt;..."Siapa tau nonton TV semalem"&lt;br /&gt;"Kenapa lagi gitu mas?"&lt;br /&gt;..."Ada berita cara mbuat ba'so pake borak sama pake daging tikus"&lt;br /&gt;"Halah, T...(nggak diterusin)"&lt;br /&gt;... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jajan 4:&lt;br /&gt;"Mas, ..., eh ke bawah dulu ah, buru-buru!"&lt;br /&gt;..."yo!" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jajan 5:&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;...(nggak jualan) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malamnya di (lagi-lagi) TV ada berita demo tukang baso se-Bandung ke Gedung Sate, gedungnya para wakil rakyat daerah Jawa Barat. Mas Otong yang hitam gendut, sosoknya tidak tampak terselip muncul di layar. Para demowan dan demowati juga terlihat membawa banyak stok baso untuk mendaulat wakil rakyat menyantapnya. Gratis. 'Tumben', walaupun gratis, sampai liputan berakhir, sosok-sosok bersafari tidak ada yang tampak menyantap baso. Hanya tampak bergerombol berbicara menenangkan masa, mungkin dialognya begini;&lt;br /&gt;"Tenang saudara-saudara, kami sebagai wakil anda, akan perjuangkan nasib para tukang baso!"&lt;br /&gt;...(koor ramai-ramai) "Tutup saja TV yang menyiarkan baso tikus itu pak!!"&lt;br /&gt;"Tenang saudara-saudara, semua ada aturannya, kami akan perjuangkan nasib para tukang baso!"&lt;br /&gt;...(koor ramai-ramai) "Buktikan baso kami aman, ayo makan baso sama-sama, biar pada tau baso kami asli!"&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya sudah makan, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya juga barusan makan, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya baru aja makan baso, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya ju... anu... asam urat, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya pegetariyat, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya dari kecil dilarang ibu jajan, mungkin rekan dewan saya ini mau mencoba" ('ngoper' mic) ...&lt;br /&gt;"Maaf ehm... saya... saya... ba..ba...tu...werrrr...tuuiiiiit!!!... (nggak ada lagi yang bisa di'oper'in mic) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...(Lampu masih merah)&lt;br /&gt;"Gimana bang, kok diyem aja sih? dienakin di mobil juga bisa kok, yuu?"&lt;br /&gt;...(pencet-pencet radio, pokoknya sibuk)&lt;br /&gt;(tetap di samping jendela dengan wajah masih juga merangsang)&lt;br /&gt;...(IJO!!! dan yakin mobil bisa maju lancar, wajah menjulur keluar jendela) :"BANCI SIALaaan!!"&lt;br /&gt;(kiss bye) "mmmuuaaahh!!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508091406159834?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508091406159834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508091406159834&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508091406159834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508091406159834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/sial.html' title='Sial'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508078538002207</id><published>2006-12-03T00:32:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:33:05.476+07:00</updated><title type='text'>Terorrr...rejing terojing terojing!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;"Religious suffering is at one and the same time the expression of real suffering and a protest against real suffering. Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world and the soul of soulless conditions. It is the opium of the people."&lt;/em&gt; - Karl Marx.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mencermati wajah dan pesan-pesan terakhir para pelaku bom Bali 2 dari vcd sitaan yang ditayangkan (lagi-lagi) oleh televisi, seolah mengingatkan dan menyadarkan bahwa 'enemy of the state' hari-hari belakangan ini di Indonesia bukanlah bom, terorisme atau malah fanatisme agama yang berlebihan. Kesimpulannya mudah, 'lawan' yang tampak jelas dan harus diberangus adalah kemiskinan dan kebodohan. Tayangan televisi tentang latar belakang mereka para 'suicidal bomber' umumnya sama; miskin dan karena kemiskinannya itu hanya mampu mengenyam pendidikan dengan kualitas yang kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sama halnya dengan manusia lainnya yang memiliki kebutuhan akan identitas diri sebagai kebutuhan tersier, mereka yang datang dari kalangan terdekap kemiskinan dan kebodohan juga berusaha mencari pengakuan identitasnya. Ketidak-mampuan memiliki benda fisik yang kini cenderung diidentikkan dengan identitas, menyebabkan ideologi datang sebagai benda tak berwujud yang muncul sebagai penawaran 'murah' dan 'mudah' bagi mereka. Belum luruh benar ingatan bangsa bahwa kemiskinan dan kebodohan pernah menjadi lahan subur bagi ideologi komunis. Masih jelas tertulis di berbagai buku-buku sejarah bahwa komunitas yang kelak bersekutu, merasa senasib sependeritaan sebagai bangsa bernama 'Indonesia', bangkit dengan ideologi kebangsaan, melakukan perlawanan terhadap penjajahan juga dikarenakan rasa tertindas di bawah telapak kaki kebodohan dan kemiskinan. Ideologi kapitalis juga lahir dari kemiskinan dan kebodohan. Lahir dengan keyakinan bahwa ada kemakmuran dan kekayaan tanpa batas bagi siapapun yang bekerja keras dan belajar untuk memperolehnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tren global hari ini, komunisme tidak lagi laku. Bila anda pekerja keras, bayangkan komunisme sebagai rekan usaha anda yang tidak pernah muncul membantu namun ada komitmen moral untuk tetap membagi keuntungan usaha dengannya, belum lagi ketika merugi, ia tidak dapat diminta berbagi (trust me, its sucks!!!). Selain itu, tidak ada konsep surga dalam komunisme, baik dunia maupun 'setelah dunia'. Kapitalis, meskipun menawarkan surga 'dunia', tidak berarti apapun bagi mereka yang tidak memiliki aset, modal dan kemampuan. Alternatif ideologi terakhir yang betul-betul termudah dan termurah untuk menyandarkan identitas diri adalah fanatisme agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi mereka yang patah semangat, merasa tersisih di dunia, seperti mereka yang hidup di antara kemiskinan dan kebodohan, agama menawarkan surga 'setelah dunia' bila bersabar menghadapi 'neraka' dunia. Ia juga menawarkan kekayaan hati bila tak mampu mendapatkan kekayaan badan. Agama begitu sejuk menjadi tempat berteduh bagi mereka yang tersisih dan gagal menaungi diri di bawah indahnya atap dunia. Mungkin ini yang terjadi pada mereka yang martir meledakkan diri, agama dibawakan kepada mereka oleh sekelompok orang dengan kepentingan tertentu, yang entah untuk apa atau siapa, dipersempit dengan fanatisme sehingga tampak melulu menjadi ideologi 'setelah dunia' bagi mereka yang tertindas. Menjadi pembenaran bahwa kebenaran hanya milik mereka yang tersisih. Menjadi pembenaran untuk dapat membunuhi sesama. Menjadi pembenaran untuk meneriakkan kebesaran Tuhan ketika berniat menganiaya sesama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ideologi-ideologi besar duniawi seperti komunis, kapitalis, sosialis atau apapun namanya dengan segala konsep pembenarannya, tak berarti apapun ketika dibandingkan dengan keseimbangan yang ditawarkan agama; "kejarlah dunia seakan hidupmu abadi, kejarlah 'setelah dunia' seakan hidupmu segera berakhir". Bayangkan betapa mudahnya pemikiran Karl Marx dan Adam Smith lumat hanya oleh salah satu kalimat dari ideologi agama yang begitu luas dan indah. Sayangnya senantiasa berulang dalam sejarah betapa kebodohan senantiasa merusak keindahan. Agama yang begitu jelas menuntun 'berani hidup' untuk kemudian 'berani mati', dipersempit hanya untuk menjadi alasan 'berani mati'.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebodohan dan kemiskinanlah sejatinya terorisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NB : Tahukah anda, Adam Smith adalah seorang yang sangat religius ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508078538002207?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508078538002207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508078538002207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508078538002207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508078538002207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/terorrrrejing-terojing-terojing.html' title='Terorrr...rejing terojing terojing!'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508055931913059</id><published>2006-12-03T00:27:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:31:42.063+07:00</updated><title type='text'>Tidak Pasti</title><content type='html'>&lt;div  class="entry-content" style="font-family:verdana;"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(lagi-lagi) Dari TV. Bulan puasa ini seperti biasa, mendadak semua saluran tv menjadi ajang dakwah. Seperti pada satu malam, dari dua belas saluran tv, ada lebih kurang empat atau lima saluran yang sedang menyiarkan dakwah lewat ceramah. Ada yang dialog, ada yang duet dan ada yang solo. Sebetulnya saluran lain pun sedang mencoba 'berdakwah' lewat sinetron-sinetron konyol yang tidak lebih dari mendiskreditkan Allah daripada memuliakanNya. Allah digambarkan maha kejam dan maha 'senseless' lewat azab-azab yang seolah begitu mudah dihujamkanNya. Ucapan Allah maha Rahman dan Rahim (pengasih dan penyayang) yang diucapkan puluhan bahkan ratusan kali dalam sehari setiap akan minum, makan, bekerja, bahkan ketika hanya membuka sebuah baut kecil atau mungkin ketika sekedar menancapkan fitting listrik ke stop kontak, menjadi tidak berarti sama sekali. Oleh sinetron-sinetron tadi, kasih dan sayang digambarkan sudah berpindah dari tangan Allah kepada tadahan tangan ulama atau tokoh agama kelas lokal yang digambarkan tersedu-sedu memohon ampunanNya atas dosa-dosa sang pendosa. Hanya mengganti sosok peran pada film-film Indonesia tua dalam adegan sinyo kumpeni sedang menyiksa seorang lelaki kampung yang dicurigai sebagai inlander ekstrimis sementara istri dan anak dari lelaki kampung tadi menangis memohon ampun sambil memeluk kaki sang sinyo kumpeni. Konyol!! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hell with those sinetron! Cukup tidak usah ditontonlah! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kembali ke ceramah dakwah, da'i atau penceramah tv favorit saya adalah Bpk. Sanusi yang begitu lembut tapi tegas dan Q. Shihab yang begitu cerdas. Sayangnya mereka berdua tidak ada yang sedang muncul di tv malam itu. Saya pilih tonton da'i yang sedang bicara tentang moral dan kesabaran. Cukup menyejukkan hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah selesai acara tersebut, dengan hati yang sejuk remote tv pun mulai ditekan-tekan mencari tontonan lain. Tak lama kemudian pada sebuah saluran tv tekanan pada remote terhenti sebentar. Ada yang aneh pada acara di saluran tersebut. Tidak seperti biasanya, pemandu acara berganti dari seorang gadis jelita menjadi jejaka legam. Setelah berpikir sejenak, mudah ditebak, kelihatannya penggantian ini demi suasana. Gadis jelita pembawa acara tidak ber-etnis yang berkonotasi 'puasa' sementara si jejaka legam sebaliknya. Genre acarapun tidak ada kaitan dengan puasa apalagi agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hati yang sejuk menghangat kembali. Entah kenapa di negeri ini mudah sekali menjadikan sesuatu yang sebetulnya pasti menjadi tidak pasti. Mengapa heran ada segelintir orang yang martir sebagai teroris dengan dalih agama sementara televisi memanfaatkan agama sebagai dalih demi rating? Agama yang mutlak ke-pasti-annya pun menjadi tidak pasti, tergantung dengan dalih apa ia digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada ke-tidak pasti-an. Mulai dari utang kawan yang tidak pasti kapan dibayar, rekan usaha yang tidak pasti kapan muncul membantu, atau perek yang sudah mau naik ke mobil kita tapi tidak pasti bisa 'dipakai'. Semuanya sama saja menyebalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang sedang anda baca saat ini cuma protes. Cuma ini yang bisa dilakukan. Apa sih yang bisa dilakukan di Indonesia saat ini selain protes? yang tidak protes sebetulnya hanya menunggu giliran untuk memiliki alasan protes. Ketidakpastian yang memastikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508055931913059?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508055931913059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508055931913059&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508055931913059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508055931913059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/tidak-pasti.html' title='Tidak Pasti'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508044586975060</id><published>2006-12-03T00:25:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:27:25.930+07:00</updated><title type='text'>Niat, Kesempatan dan Kesempitan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kejahatan dan kesuksesan adalah dua hal yang sama; terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga karena adanya kesempatan. Tambahan menurut saya, juga karena adanya sedikit 'kesempitan'. Bang Napi di TV rasanya pasti setuju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak orang bijak berkata bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mampu memanfaatkan kesempatan yang mereka dapat. Kabarnya kesempatan tidak datang diundang, melainkan datang dengan sendirinya pada suatu waktu dalam hidup. Apabila kata 'chance' atau 'opportunity' diketikkan pada program "Word", lalu diproses dengan 'Thesaurus', maka akan muncul beberapa arti, menariknya salah duanya adalah 'luck' dan 'risk'. Jadi kesempatan bisa berarti sebuah keuntungan atau sebuah resiko. Apabila ada yang bertanya mengenai kesempatan, yang entah 'luck' atau 'risk', apa yang memiliki kesan kuat buat saya, maka saya akan segera teringat pengalaman sendiri bertahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kejadiannya sekitar pertengahan tahun 1993, karena saya teringat betul saat itu saya belum lama diterima di sebuah PTN jurusan akuntansi setelah mengikuti UMPTN yang kedua kalinya. Saat itu usia saya belum dua puluh tahun, begitu pula kisaran usia kawan-kawan pergaulan saya. Among the boys with those ages, selalu ada saja cerita tentang perempuan yang 'easy to be laid with' yang ternyata kelak setelah bertahun kemudian dihitung-hitung, kebanyakan cerita-cerita tersebut lebih banyak bualan , fantasi atau 'katanya temannya teman saya' belaka. Suatu waktu saya berkesempatan bertemu lalu dikenalkan oleh seorang kawan kepada salah satu dari 'cerita-cerita' tadi. Cukup cantik, angkatan kuliah satu tahun di atas, berkulit putih-mulus, tinggi langsing kira-kira 160an centimeter lebih sedikit, rambut kira-kira sebahu dengan model masa itu, dan baju yang dipakainya saat itu dapat memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Memadai sebagai fantasi awal masturbasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari kawan yang memperkenalkan tadi, segala 'kabar baik' diceritakan, walaupun bukan ia yang melakukannya, cerita begitu lancar seolah ialah yang pernah melakukan pendekatan dengan menelepon, mengajak jalan-jalan, makan, 'dugem' dan terakhir menamatkannya di sebuah kamar hotel di Bandung utara dengan perempuan tadi. Sebagai remaja (bah!) pria normal dengan usia berkadar testosteron tertinggi sepanjang hidup, saya 'tertantang' untukmenjajal cerita tadi. Nomer telepon sudah di tangan dan the journey to fulfill the fantasy begin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah menge-set diri pribadi menjadi sosok yang konon diinginkan jenis perempuan tadi, petualangan diawali dengan telepon-telepon sekitar tiga kali dalam satu minggu. Kemudian saya berhasil mengajaknya jalan-jalan sekedar menyusuri pelosok Bandung di malam hari. Perjalanan dimulai di atas jam delapan malam mendekati jam sembilan karena saya tidak mau ambil resiko bertemu dengan pujaan hati lahir-batin yang biasanya tidak mungkin melakukan perjalanan malam di atas jam delapan. Rute favorit waktu itu harus melalui Jalan Dago, lalu 'legok surga' di Jalan Surapati, yaitu badan jalan yang turun amblas karena di bawahnya ada gorong air, yang apabila kita lewat dengan mobil di atasnya dengan kecepatan tinggi, akan menimbulkan efek geli bagi penumpang, cukup buat candaan awal. Dapat 'haha-hihi' diiringi tepukan sang perempuan ke lengan saya. Sukses! permulaan sentuhan fisik yang bagus. Kemudian efek horor dengan lewat Jalan Cipunegara di kawasan Jalan Citarum yang konon ada rumah bermumi. Di depan rumah yang dimaksud yang memang tampak gelap dan tak terawat, mobil dijalankan pelan-pelan. Dapat cengkeraman tangan ke lengan dan bahasa tubuh yang ingin merapat tapi terhalang tongkat persneling (denotatif), rem tangan dan tentunya jok mobil yang terpisah. Sukses! Lalu diulangi lagi dengan lewat papan iklan 'sunslik' di Jalan Progo yang konon bisa melirik. Dapat lagi! Sukses! Efek 'extreme games' didapat dengan lewat sebuah terowongan kecil di daerah belakang PT Dirgantara Indonesia, terowongan ini terbentuk oleh jalan tol Pasteur - Cileunyi yang lewat di atasnya dan menghubungkan sebuah jalan yang terputus oleh tol tersebut di kawasan kini Jalan Surya Sumantri. Terowongan ini begitu kecil dan hanya pas untuk satu mobil. Kaca spion luar Daihatsu Taft yang saya kendarai waktu itu hanya kira-kira 10 cm kurang dari dinding dalam terowongan, sementara sisi lainnya berupa trotoar tinggi dan dinding yang lumayan bila tertabrak. Cukup menegangkan apabila dilewati dengan kecepatan minimal 40 km/jam, kesannya beresiko menabrak di kedua sisi. Barangkali karena gelap dan mungkin dirasa menakutkan di malam hari, disana saya dapat cengkeraman dengan dua tangan. Sukses besar! Perjalanan diakhiri hampir tengah malam dengan mengantar pulang ke rumah kostnya di bilangan pusat kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Telepon keesokan harinya ditutup dengan kesimpulan 'last night was fun and looking forward to ride again with you' katanya. Sesuai pesan kawan saya tadi yang konon kata temannya temannya, 'kesuksesan' baru didapat setelah beberapa kali 'jalan' lalu diakhiri dengan 'dugem' yang berlanjut ke kamar hotel, kembali saya mengajaknya 'jalan' beberapa hari kemdian. Kali ini misinya makan malam, bukan 'makan malam' benar, tapi cukup di sebuah warung 'steak' kecil yang waktu itu belum banyak di Bandung. Saya ingat bajunya saat itu, rok lebar warna biru kotak-kotak berlipit sedikit di atas lutut, atasan tanpa lengan warna putih ditutup jaket wool warna biru tua. Sepatunya saya tidak ingat. Saya ingat lagi bahwa saya terpana melihat gayanya merokok marlboro light, its so sexy! Belum lagi sensasi melihat kemerahan sisa lipstick di bagian ujung filter rokok yang dijepitnya antara jari telunjuk dan jari tengah. So hot!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perjalanan diakhiri dengan sedikit keliling kota lalu pukul 11 malam lebih kami sudah tiba di depan rumah kostnya. Mobil saya parkir depan pintu gerbang, mesin tidak dimatikan karena pada perjalanan sebelumnya saya cukup menunggu di dalam mobil sampai ia masuk ke gerbang lalu melihatnya masuk ke pintu rumah setelah sebelumnya melambaikan tangan dan kemudian saya pergi. Saat itu ia tampak kesulitan membuka gerbang, lalu kembali menghampiri ke mobil dan berbicara pada saya melalui jendela di sisi supir. Percakapan ini mungkin tidak akurat benar tapi kira-kira begini kejadiannya;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya : Kenapa?&lt;br /&gt;Ia :  Udah digembok euy, emang lupa pamit kalo mau pulang malam.&lt;br /&gt;Saya : Gimana dong?&lt;br /&gt;Ia : Ya nggak bisa masuk. Nginep di temen gua aja deh atau kita kemana gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena alasan apa yang saya tidak pernah bisa mengingatnya sampai saat ini, saya turun dari mobil dan memeriksa pintu gerbang rumah kostnya itu. Tidak terkunci dan tidak ada gembok disana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya : Ini nggak kekunci kok! (sambil saya buka sedikit pintu gerbangnya and feel like a hero)&lt;br /&gt;Ia : Oh iya (sambil tersenyum)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu ia masuk ke halaman, membuka kunci pintu rumah dengan kunci yang tampaknya ia miliki. Melambaikan tangan ke arah saya dan masuk ke dalam rumah. Saya pun naik kembali ke mobil lalu memulai perjalanan pulang. Tak perlu waktu lama sebelum saya menepuk dahi saya keras-keras dan berdesis keras "goobloook!!" Dan saya mulai mengalami 'kesempitan' celana karena membayangkan apa yang seharusnya saya dapat untuk melewati malam itu. Somehow, saya tidak pernah lagi bertemu dengan perempuan tadi. Cerita 'kesuksesan' 'temannya teman saya' dengan perempuan tadi masih sempat terdengar sampai beberapa tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menarik pula bahwa 'opportunity' menurut sang 'thesaurus' juga berarti 'freedom'. Sulit juga bagaimana cara mengaitkan arti 'kebebasan' dengan 'kesempatan'. Mungkin bila suatu saat datang sebuah pilihan besar dan kita bebas untuk memilih, maka saat itulah datang sebuah kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kira-kira dua tahunan setelah cerita di atas, saya memutuskan meninggalkan kuliah akuntansi. Sebetulnya pilihan berat. Saya 'kesempitan' waktu kala itu. Bukan karena juga kuliah di perguruan tinggi teknik, tetapi keinginan memiliki waktu untuk, let say, sosialisasi (boys will be boys, aren't they?). Saya harus pilih salah satu demi kelancaran hidup sosial. Pilihan terasa berat karena kedua pilihan sama tidak menyenangkan, llmu akuntansi yang begitu membosankan dan ilmu teknik yang tidak diminati. Saat itu tahun 1995, Bapak Pembangunan kita sedang sehat-sehatnya. Program PELITA selalu mencanangkan industri sebagai titik tujuan. Kabinet pembangunan selalu berisikan pejabat-pejabat bergelar keilmuan teknik rekayasa atau militer. Hanya segelintir saja dari ilmu sosial. Bisa ditebak karir keilmuan apa yang saat itu tampak lebih menjanjikan. Mantap, saya tinggalkan kuliah akuntansi. Cerita makro berikutnya semua sudah tahu, ekonomi negeri kolaps seiring runtuhnya bidang industri, terutama industri bidang teknik rekayasa yang saya tuntut ilmunya. Bapak Pembangunan 'lengser', memilih 'mandito' membimbing anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentang kesempatan, rasanya tidak sulit kalau hanya sekedar memanfaatkannya apabila ia telah sampai di depan mata. Masalah terbesarnya adalah bagaimana mengenali bahwa telah datang sang 'kesempatan' pada kita suatu waktu. Saya tahu pernah gagal mengenalinya karena sampai hari ini, mengapa saya turun dari mobil malam itu dan mengapa saya memilih ilmu teknik masih terasa sama getir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang tua dan bijak pernah bicara bahwa kesempatan besar bagi seseorang hanya datang dua atau tiga kali dalam hidup. Melalui dua pengalaman tadi, rasanya saya sudah lewatkan satu. Entah yang mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenapa juga sih mesti turun dari mobil ?!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari semua tokoh yang diceritakan di atas, hanya saya dan Bapak Pembangunan yang ikut 'friendster'. Kurang tahu juga kalau si Bang Napi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508044586975060?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508044586975060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508044586975060&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508044586975060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508044586975060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/niat-kesempatan-dan-kesempitan.html' title='Niat, Kesempatan dan Kesempitan'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116508021456728788</id><published>2006-12-03T00:19:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:23:34.653+07:00</updated><title type='text'>Kantin Jepang 96</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/1600/483296/chickat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6030/519/200/248435/chickat.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kantin ini bernama 'Kantin Jepang 96', kantin jepang karena memang menyajikan berbagai masakan Jepang dimodifikasi agar lebih mudah dan murah diproduksi. Maklum, lokasinya bersebelahan dengan kampus jadi harus murah tapi meriah agar terkejar kocek mahasiswa dan mahasiswi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami memulainya lebih kurang tahun 2000 dari nol, merubah halaman rumput menjadi hamparan tanah, menanam pondasi lalu mendirikan tiang-tiang kayunya. Sayangnya atap dirancang salah. Atap datarnya terlalu 'datar' sehingga daun-daun kecil yang seharusnya ikut luruh bersama siraman air hujan, semakin menumpuk dan menimbulkan genangan-genangan air sehingga saat hujan deras, kantin kami kadang bocor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bentuknya sederhana, bila anda masuk dari jalan raya tanpa trotoar pejalan kaki, anda harus menaikkan kaki ke dinding selokan, lalu naik kira-kira enam atau tujuh anak tangga sebelum sampai ke ruang makan. Ruang makan awalnya hanya berbentuk persegi panjang memanjang searah jalan masuk. Lantainya dari semen saja, diberi keramik-keramik kecil dan garis-garis dari taburan kerikil putih. Awalnya hanya ada delapan meja yang kemudian menjadi dua belas meja. Meja sederhana dengan bangku memanjang untuk dua orang tiap bangkunya. Sebelah kanan agak ke belakang, kami buat dapurnya. Satu kompor besar untuk menggoreng dengan banyak minyak, serta dua buah kompor 'cartridge' untuk memasak 'pan fried'. Di seberang area kompor ada meja cuci. Di antara meja cuci dan meja kompor diletakkan meja saji, tempat persiapan makanan yang sudah dimasak untuk dituangkan ke piring-piring yang disiapkan di atasnya kemudian disajikan ke pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk membatasi ruang luar dengan ruang makan, digantungkan tirai-tirai bambu dengan variasi lubang. Tak lupa lampion-lampion bulat dari kertas berwarna merah dan hijau untuk membungkus lampu-lampu yang kelak baru kami sadari indahnya nyala mereka ketika kantin buka pada malam hari dua tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagaimana namanya, kantin menyajikan masakan Jepang, mulai dari Teryaki, Yakiniku, Sukiyaki, Tempura, dan aneka Katsu. Teryaki, Yakiniku dan Sukiyaki dibuat dari 'basic sauce' yang sama, kombinasi 'soyu' atau kecap asin ala Jepang yang diramu dengan berbagai bahan lain, diantaranya rebusan jahe dan bawang. Rasanya lebih manis dari rasa aslinya, kadang disebut semur oleh mereka yang mengharapkan rasa asli ketika datang makan ke kantin kami. Tapi tidak sedikit pula yang sebelumnya tidak menyukai masakan Jepang kemudian menyukai masakan Jepang versi kami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masakan favorit adalah aneka katsu. Disediakan mulai dari ayam, daging sapi hingga aneka seafood. Selain itu ada makanan lain yang cukup menjadi ikon yaitu 'kaki age' atau bala-bala ala Jepang yang berbentuk gorengan kering adonan tepung dengan aneka sayur beserta potongan udang dan cumi. Gurih dan renyah. Banyak pula yang lebih menyukai masakan Jepang versi kantin kami dibanding versi sebuah restoran jepang cepat saji yang terkemuka. Menurut mereka gorengan 'katsu' kami lebih kering, renyah dan gurih. Teryaki dan Yakiniku kami lebih kental aroma lokalnya, mungkin dikarenakan penambahan kecap manis pada 'basic sauce' yang membuatnya lebih dekat dengan lidah penggemar masakan Indonesia. Acar, salad serta adonan mayonaise yang menyertainya konon lebih natural daripada yang didapatkan di restoran jepang cepat saji tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semenjak hari pertama dibuka, tamu langsung ramai, bahkan karena kewalahan, pekerja yang semula dianggap cukup dengan hanya tiga orang, makin lama makin bertambah hingga pernah mencapai jumlah tujuh orang dalam satu shift kerja. Jumlah tamu terbanyak bila dilihat dari jumlah porsi dipesan, pernah mencapai dua ratusan, sangat banyak untuk sebuah kantin kecil dengan meja sebanyak dua belas buah atau empat puluh delapan kursi dan dengan jam buka yang hanya dimulai dari pukul sepuluh siang sampai jam empat sore. Jam saat itu berlalu sangat cepat bagi semua yang bekerja, kesibukan melupakan ingatan dari waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mulai hari ini, lima tahun kemudian semenjak kantin ini dibuka, anda tidak akan lagi menemukan kami. Hari ini hari terakhir kami buka dan melayani. Karena sesuatu hal, kami harus menutup tempat ini. Kami tidak menyukainya tapi harus melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meja dan kursi segera kami angkat, lampion dan tirai bambunya sudah kami kemasi. Tangga dengan enam atau tujuh anak tangga, lantai bergaris kerikil putih, tiang-tiang kayu coklat dan atap yang terlalu datar mungkin akan dibongkar oleh pemilik barunya. Entah dengan tiga buah pohon cemara jarum yang sudah lebih dulu tumbuh tinggi di samping ruang makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk para mahasiswa-mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung, dan para alumninya yang mungkin selama lima tahun ini pernah menyempatkan diri mampir ke kantin kami, kami ucapkan pamit. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melayani anda, bila ada kekurangan kami mohonkan maaf, bila ada kelebihan kami mintakan sedikit tempat dari kenangan anda akan kami. Rasa masakan dan wajah-wajah kami akan dapat dijumpai di lain tempat dan waktu, tapi gambaran ruang dari tempat kantin kami berdiri kini cuma tinggal ingatan. Mungkin indah buat yang pernah menjalin tali kasih atau berinteraksi sosial di ruang makan kami sehingga kadang membuat para pegawai kami tidak dapat pulang pada waktunya atau buruk bagi yang memutuskan cinta juga di tempat kami, sehingga membuat kasir kurang enak hati menagih pembayaran dari perempuan yang tengah menangis atau lelaki yang tengah emosi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekali lagi kami dari 'Kantin Jepang 96' di Jl Ciumbuleuit nomer 96, Bandung, mohon pamit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116508021456728788?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116508021456728788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116508021456728788&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508021456728788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116508021456728788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/kantin-jepang-96.html' title='Kantin Jepang 96'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507994696297639</id><published>2006-12-03T00:18:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:19:07.256+07:00</updated><title type='text'>Ambarawa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam suasana lebaran tahun ini, kembali saya tidak 'mudik' ke Ambarawa untuk berlebaran. Mungkin karena status saya yang dulu 'anak' kini sudah otonom menjadi 'suami' dan juga 'ayah'. Dulu, keluarga dimana status saya masih sebagai 'anak', senantiasa pulang berlebaran ke Ambarawa, kampung halaman ayah saya. Bukan karena alasan 'patrilineal', tapi karena keluarga dari ibu walaupun berasal dari daerah pantai utara jawa tengah, semenjak 1930'an sudah tinggal di Jakarta maka berarti tidak ada istilah 'mudik' jika berkumpul berlebaran di Jakarta dengan keluarga ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tentang Ambarawa, kota ini kecil saja kalau tidak salah sebuah kota kecamatan. Berkembang sepanjang jalur jalan raya antara Semarang dan Yogyakarta. Lebih detailnya antara Ungaran dan Magelang. Jarak pasti dari Semarang tidak tahu benar, tapi kira-kira setengah jam perjalanan di luar kemacetan. Hitung-hitungan dengan rata-rata kecepatan kendaraan 60 km/jam, mungkin jarak dari Semarang ke Ambarawa sekitar 30 km.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kecuali yang tinggal di sekitar Ambarawa, orang mungkin hanya mengenal Ambarawa lewat Museum Kereta Api atau Palagan Ambarawa begitupun jika anda meng'google' Ambarawa, hasilnya tidak jauh berbeda. Saya ingin cerita sedikit tentang kota kecil ini, pasti lebih lengkap daripada 'google' tapi pasti lebih awam atau malah mungkin berbeda daripada cerita mereka yang tinggal atau pernah tinggal disana. Tidak akan saya ceritakan tentang museumnya atau palagannya. Just 'google' it kalau anda ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesan paling kuat bila anda mampir dan menyempatkan diri tinggal beberapa hari di kota ini adalah waktu yang seolah tidak bergerak. Hampir tidak ada perubahan semenjak pertama saya 'mengingat' datang ke kota ini tahun 1980'an hingga terakhir berkunjung tahun lalu. Tidak hanya bentuk kota, irama pergerakan manusianya juga tetap sama. Melihat jenis mobil keluaran terbaru yang lalu lalang lewat di jalan antar kotanya merupakan satu-satunya hal yang mengingatkan bahwa waktu juga bergerak di kota ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau di internet disebutkan bahwa hawa kota ini segar layaknya hawa pegunungan, kabar itu bohong besar. Memang posisi kota ini ada di punggung sebuah gunung, tetapi hawanya sama sekali tidak segar, cenderung menyesakkan buat saya yang terbiasa dengan hawa gunung di kota Bandung. Mungkin akibat kelembaban tinggi yang disebabkan keberadaan sebuah danau besar yang secara geografis berada di bawah kota Ambarawa. Akibat kondisi ini pula, konon penyakit umum yang diderita penduduk kota ini adalah gangguan pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin keberadaan danau tadi pula yang dulu memberi ide penamaan kota. 'Amba' berarti luas dan 'rawa' yang berarti genangan air. Cerita rakyatnya, danau ini adalah hasil genangan air yang keluar dari sebuah lubang bekas tancapan sebatang lidi. Saya tidak ingat benar, tapi cerita rakyat ini juga menceritakan tentang seekor ular besar yang merupakan anak dari seorang pembesar. Ketika mencari pengakuan dari ayahnya, sang ayah meminta ular tadi melingkarkan tubuhnya mengelilingi sebuah gunung. Kelak setelah bertapa bertahun-tahun, ketika ular tadi mencoba melingkari gunung dengan tubuhnya, panjangnya kurang sedikit dan kemudian lidahnya dijulurkan untuk menyentuh ujung ekornya. Sayang seribu sayang, sang ayah malah memotong lidahnya. Tokohnya bernama Baru Klinthing, tetapi kaitan ular tadi dengan lidi yang ditancapkan tidak saya ingat lagi. Konon lagi, potongan lidah ular tadi menjelma menjadi sebuah mata tombak yang kini tersimpan di kraton Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memasuki Ambarawa dari arah Semarang dimulai dari persimpangan Bawen, yang bila terus ke selatan akan menuju kota Salatiga kemudian seterusnya ke Surakarta, berbelok ke barat akan menuju Magelang dengan sebelumnya melalui Ambarawa. Ciri khas dimulai dengan melewati sebuah pekuburan cina besar yang berhadapan dengan pasar hewan yang besar pula. Di hari tertentu, pasar hewan akan penuh oleh aneka ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. Sedikit berkelok, dengan pemandangan sawah di kiri dan kanan jalan dengan latar belakang gunung mengerucut, akhirnya akan memasuki jalan kota yang lurus khas kota-kota di Jawa Tenga. Bersih, trotoar lebar dan sesekali pot-pot tanaman besar. Tak lama jalan melalui pasar. Sangat macet dari pagi hingga sore. Maju sedikit ada sebuah persimpangan, lalu maju sedikit lagi akan menemui sebuah jembatan besar kemudian sebuah persimpangan lagi yang disana terletak monumen Palagan Ambarawa, berbelok ke kanan dan keramaian kota akan diakhiri sebuah gereja besar dengan patung ayam jago logam di puncak menaranya. Habis sudah kota Ambarawa. Keramaian lebih kurang sepanjang dua kilometer saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di Ambarawa hanya terdapat dua pasar besar sepanjang jalan raya tadi, yang satu saya lupa namanya, dan yang satu bernama pasar 'Lanang'. Menurut ayah saya, di pasar-pasar inilah dijual peralatan pertanian tradisional yang tinggi kualitasnya. Terutama pacul dan gagangnya. Pacul dari daerah ini cukup khas terutama bila dibandingkan dengan pacul di Jawa Barat. Bentuk mata paculnya lebih pipih atau persegi panjang dengan bentuk lebih memanjang dari mata pacul umumnya yang hampir berproporsi bujursangkar. Gagang dan mata pacul bersudut kecil, lagi-lagi tidak serupa dengan pacul umum yang sudut antara gagang dan matanya bersudut hampir 90 derajat. Menurut ayah yang masa kecilnya hidup susah sehingga memiliki pengalaman berpacul dalam derita, bila terbiasa memakai pacul jenis ini, akan sangat melelahkan bila menggunakan pacul bersudut lebar. Selain alat pertanian, alat rumah tangga tradisional juga menarik untuk diperhatikan, barang-barang dari gerabah atau anyaman bambu dengan bentuk khas masih terlihat bergelantungan bersaing dengan barang-barang plastik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bila pulang ke Ambarawa, kami menghabiskan waktu lebih kurang satu minggu. Hampir tidak pernah kami pergi berwisata ke tempat-tempat yang disebut sebagai tempat tujuan wisata Ambarawa seperti Museum K.A., Monumen Palagan, Danau yang bernama Rowo Pening, atau napak tilas jalur K.A. bergerigi yang konon salah satu dari dua saja rel sejenis di Indonesia. Kami lebih semangat untuk berwisata kuliner. Ada beberapa makanan yang terdapat di Ambarawa, hampir tidak dapat ditemui di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi saya yang paling istimewa adalah ketupat tahu campur 'Pak Samino', letaknya di sebuah jalan setelah berbelok ke selatan dari pertigaan pertama yang ditemui dari arah Semarang. Warungnya kecil saja, tidak lebih dari empat kali empat meter. Ketupat tahunya sangat khas, terutama bumbu cair manis dengan tumbukan kacang tanahnya, bila agak siang, masih kebagian sedikit potongan semacam bakwan di atasnya. Rasanya luar biasa, ketupatnya wangi, irisan kolnya masih segar, lalu tahunya dalam kondisi 'medium rare', terlebih bila dipesan pedas kemudian ditemani kerupuk 'kampung'. Tahu campur jawa (tengah) yang menjadi genre-nya, tidak saya temukan yang lebih enak di tempat lain, meskipun di warung tahu campur yang konon terenak di Yogyakarta. Hambar saja bila dibandingkan racikan 'Pak Samino'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berikutnya adalah warung makan 'Bu Sri' letaknya sedikit ke utara dari arah warung tahu campur 'Pak Samino', masakannya sederhana, yaitu masakan-masakan cina yang diadopsi lidah jawa berupa nasi goreng, mi goreng atau bihun dan lain-lain. Kekhasannya pada bumbu dan aksesori jeroannya. Entah karena ada pasar ternak di kota ini, tampaknya jeroan sangat berlimpah dan digemari dibandingkan dagingnya sendiri. Nasi goreng babat ususnya belum saya temukan padanannya di tempat lain. Ada lagi bakso kakap yang konon sangat nikmat, tetapi saya yang tidak menyukai makanan laut tidak tahu apa kelebihannya, bagi anggota keluarga lain, bakso kakap ini tidak pernah dilewatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Serabi tradisional yang dijual di pinggir jalan pun memiliki kekhasan dibanding serabi di tempat lain. Rasanya didominasi gurihnya serpihan kelapa dan bumbunya betul-betul manis gurih tanda kemurnian gula merahnya. Mungkin inilah resep asli kue serabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terakhir yang memang belum pernah saya jumpai di tempat lain adalah 'pecel semanggi'. Saya lebih senang menyebutnya pecel 'kere' karena konon inilah pecelnya orang miskin di sana, dedaunan di dalamnya tidak ada yang dijual di pasar karena tidak memiliki nilai jual dan karenanya, aneka sayur di dalamnya konon dipetiki sendiri dari tanaman kebun dan tanaman liar atau pagar. Daun yang saya kenali cuma daun semanggi. Daun lainnya tidak saya kenali. Satu porsinya ditemani ketupat kecil yang berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi lebih kurang empat atau lima centimeter, tebal lebih kurang satu centimeter. Bungkusnya pun entah daun apa. Teman lainnya adalah tempe 'gembos' goreng, lagi-lagi tempe 'kere' karena dibuat dari sisa ampas tahu. Setelah disajikan di atas selembar daun jati atau malah mungkin daun randu, racikan sayur tadi disiram saus kacang kasar untuk kemudian dimakan dengan 'pincuk' atau daun yang dilipat sebagai sendok. Tahun lalu harganya hanya Rp. 250,- per porsi. Saya anggap cukup bila sudah mengkonsumsi tiga atau empat bungkus. Istimewanya, pedagangnya datang membawa pikulan gendong layaknya tukang jamu di halaman rumah, 'delivery service' dipadu dengan 'fresh cooked by order'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bicara kemiskinan, penduduk pedesaan di sekitar kota Ambarawa didominasi buruh tani yang kelihatannya cukup banyak yang hidup di bawah batas garis kemiskinan. Mengherankan bila kemudian kekurangan ini tampaknya mereka anggap sebagai kebersahajaan dibanding kemiskinan. Saya banyak melihat mereka yang kekurangan menyikapi hidupnya dengan 'nrimo' dan tampak bahagia. Masih banyak senyum dan sapaan akrab di antara mereka. Tapi itu bertahun lalu, entah hari ini dengan himpitan ekonomi yang makin berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bila anda penggemar produk 'bakery' dan 'pastry' sempatkan mampir ke toko roti 'Pauline' tepat di seberang persimpangan jalan menuju kota wisata Bandungan dari Ambarawa. Saya kurang paham bagaimana menjelaskan kekhasannya, tetapi kenikmatan khas roti kelapa, roti susu dan roti basonya, tidak dapat ditemui pada roti produksi tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain kulinari, kekhasan Ambarawa adalah buah-buahan yang istimewa. Terutama kelengkengnya, tidak ada yang menyamai kualitasnya. Kelengkeng Ambarawa sangat enak, aromanya sangat kuat dan manis, walaupun dagingnya tidak tebal. Berbeda dengan kelengkeng impor dari Cina yang berdaging tebal, manis namun hambar. Dengan banyaknya pohon-pohon kelengkeng ini, madu dari Ambarawa menjadi sangat istimewa, karena lebahnya menghisap sari bunga kelengkeng. Jauh lebih nikmat dari madu manapun di Indonesia yang merupakan sari bunga hutan atau kapuk seperti di Indonesia timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buah lain yang istimewa adalah nangka dan sawonya, rasanya begitu kuat di samping manisnya, sangat berbeda dengan buah serupa dari daerah lain yang mungkin manis, tapi hambar rasanya. Tempat membeli buah-buah ini umumnya di sepanjang jalan setelah kota Ambarawa ke arah Magelang, atau tepatnya di daerah 'Jambu', yang dari namanya saja sudah cukup 'buah'. Biasanya kita bisa juga membeli di kelas pengumpul atau malah pemilik pohon buahnya bila waktunya tepat saat pemetikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Satu kekhasan lain dari kota Ambarawa ini, hampir seluruh prianya merokok! Tidak peduli datang dari golongan mana. Rokok yang termurah mulai dari kelas rokok jagung sampai sigaret kretek lalu tembakau linting yang pedagangnya banyak ditemui di berbagai penjuru kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jangan bayangkan kota ini sebagai kota romantis untuk 'rendesvouz', bilapun ada, di utara kota Ambarawa terdapat lokasi wisata pegunungan Bandungan, dan sebuah kompleks candi bernama 'Gedong Songo'. Secara visual, lokasinya memang romantis, pegunungan berhawa dingin dengan panorama danau menghampar di bawahnya, tapi awas, legenda mengatakan, siapapun yang memadu kasih di kompleks candi 'Gedong Songo' akan segera bubar kisah kasihnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bila kebetulan anda kelak mampir ke kota Ambarawa, selain tujuan wisata utamanya, sempatkan naik andong atau delman untuk berkeliling kota. Silakan buktikan bagaimana 'waktu' berhenti di kota Ambarawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Gambaran saya barangkali tidak seindah gambaran orang lain akan kota-kotanya masing-masing tempat tujuan kemana mereka 'pulang'. Kebutuhan akan oase sosio-spiritual untuk 'pulang' dan menyandarkan identitas diri di sana selalu menjadikan gambaran 'rumah' begitu indah, mungkin jauh lebih indah dari realitanya. Bila ini yang terjadi dari cerita saya, saya mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan batin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507994696297639?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507994696297639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507994696297639&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507994696297639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507994696297639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/ambarawa.html' title='Ambarawa'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507986043344163</id><published>2006-12-03T00:16:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:17:40.483+07:00</updated><title type='text'>Friends Habis</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Friends" Habis! Ya Habis!! Mungkin 'Its very very out of date' buat sebagian kalian, tapi saya belum lama selesai nonton VCDnya, 'season 10', 'episode 17-18', mereka keluar dari apartemen yang sudah kosong, berbalik memunggungi saya dan 'fade out' jadi hitam. Tanpa epilog lucu seperti biasa. Tiba-tiba 'waktu' jadi berarti, betul, 'waktu' atau 'time' dalam bahasa inggris, sering ditulis 't' dalam berbagai rumus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini kali kedua 'waktu' tiba-tiba berarti buat saya dalam 1 atau 2 bulan ini. Yang pertama sewaktu ibu saya menyodorkan sebotol saus 'spagheti' baru pada ayah untuk dibuka. Ayah saya mencoba memutar tutupnya sebentar tapi botol tidak terbuka, dia sodorkan pada saya "nih, tolong bukain", saya ambil, saya putar tutup logam hampa udaranya dan "pop!" tutup itu terbuka dan bentuknya berubah menjadi gembung tanda angin sudah masuk. Cukup keras, tapi saya kuat membukanya, saya berikan pada ayah saya dan dia terima tanpa bicara atau ekspresi apapun, mengambil sendok, lalu mulai mengambil isinya sambil setengah memiringkan botol itu di atas piringnya. Saya tertegun sebentar, puluhan tahun lalu adegan ini pernah terjadi, tapi waktu itu saya yang minta tolong pada ayah membukakan sebuah botol bertutup logam yang harus diputar untuk dibuka, entah botol apa saya lupa dan dulu ayah saya dengan mudah membukanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kembali ke 'friends', berarti sudah tidak ada lagi pertanyaan ke penjaga rental tentang vcd 'friends' terbaru, atau kapan vcd 'friends' episode sekian akan kembali dari penyewa lain, tidak ada lagi obrolan dengan Sani tentang kapan atau apa cerita 'friends' yang terbaru muncul serta tidak ada lagi sms ke Sani menanyakan kapan adiknya kirim rekaman 'friends' terbaru yang direkam lewat 'high speed internet' di Eropa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap nonton 'friends' entah kenapa selalu larut, mungkin saya merasa gaya banyolan mereka sama dengan yang saya lakukan di rumah antar tetangga, atau mungkin impian saya terhadap gaya hidup mandiri dan bebas seperti yang mereka gambarkan, atau mungkin bagaimana beragam masalah mereka yang 'solved' dalam satu atau kadang dua episode saja. Saya tidak tahu. Yang pasti saya tahu, rasa penasaran tiap setel VCD 'friends' terbaru tidak akan ditemukan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bottomline buat saya, 'those damn bloody &lt;a href="mailto:f#@king"&gt;f#@king&lt;/a&gt; time is ticking!!', ternyata saya sudah belasan tahun lebih tua sejak 'friends' pertama kali diputar dan ayah saya tak kuat lagi membuka botol saus 'spaghetti' impor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Time sucks! but school are more.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507986043344163?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507986043344163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507986043344163&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507986043344163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507986043344163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/friends-habis.html' title='Friends Habis'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507967583442399</id><published>2006-12-03T00:12:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:16:33.816+07:00</updated><title type='text'>Menlu AS</title><content type='html'>&lt;div  class="entry-content" style="font-family:verdana;"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lagi-lagi dari TV... Malam ini, gua terbengong-bengong, terpesona, ternganga, tersirep, ter... apalah yang sama artinya, pas nonton dialog Menlu AS Collin Powell / C.P. dengan mahasiswa Indonesia. Kalo biasanya cuma lihat sepotong di TV atau risalah berita di media cetak tentang daya verbal orang-orang ini, kali ini dalam waktu lama gua bisa lihat dan gua bener-bener kagum sama kecakapan jajaran pemimpin AS. Ngomongnya edan*... bener-bener gila*!!! kontrol sempurna atas pikiran dan emosi yang berujung ke kontrol verbal yang sangat edan* sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang paling edan*, gila*, anjiiirrrrrrr*, dengan gaya duduk santai tanpa bersandar di 'dingklik'/'jojodog' tinggi, kaki kanan selonjor ke depan, kaki kiri melipat ke salah satu balok kaki kursi, tangan sedikit bergerak, sambil memandang lurus ke audience, air muka sempurna, beliau dengan soft tapi dengan keyakinan yang sangat sempurna pula menjawab "...we don't want their oils..." ketika ditanya berkaitan posisi AS dengan tindakan-tindakan politik luar negeri di timur tengah. Gua semangap-mangapnya hanya bisa berbisik lirih "Anjisssss....." dengan kekaguman luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belum yang kecil-kecil, misalnya ketika ditanya tentang standar ganda ketika AS mengalokasi jutaan dolar bagi beasiswa mahasiswa muslim sementara begitu sulitnya bagi mahasiswa muslim memasuki AS, jawabannya "...We will suffer if you don't want to come to learn our culture..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbohong yang sempurna!! Edan*!! Gila*!! Untungnya TV swasta kita tampaknya tidak 'buta'. Setiap jawaban ditutup dengan komentar dan screen yang menghadirkan kenyataan, misal ketika C.P. bilang "...Mr. President have no intention to attack or invade north korea..." screen berikutnya menghadirkan kenyataan bahwa Beloved Mr. Bush pernah bilang bahwa Korut adalah salah satu negara "Axis of Evil".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bila dibandingkan, segera gua jadi sedih mengingat calon-calon pemimpin kita, ambil contoh pas (ceritanya mau) debat di TVRI yang disponsori KPU, Mr. Wir yang berubah banget air mukanya ketika menjawab pertanyaan berkaitan HAM, Mr. HamHaz yang bengang bengong ketika ditanya pemberdayaan wanita (dalam pikirannya sebetulnya sudah mau jawab bahwa poligami termasuk pemberdayaan wanita), Mrs Meg yang cuma bisa baca notes, Mr. Amin yang malah sibuk bersitegang tentang waktu bicaranya yang terus menerus dipotong moderator, Atau Mr. Surabaya yang sibuk berdeklamasi dengan gerakan tangan seperti waktu kita SD menyanyi "...alam permai membentang, sawah ladang menghijau...". Pokoknya nggak ada gila*-gila*nya sedikitpun! (walaupun (katanya) kualitas daya komunikasi tidak menggambarkan kemampuan memimpin seseorang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak lama kemudian gua senang dan riang-ria kembali, mengingat hanya punya "better than worst", gua jadi inget bahwa gua lebih senang Indonesia tetap gini-gini aja, kacaw-kacaw gimana gitulah... rasanya kok gua pribadi malah bisa survive dengan kondisi begini. Keinginan gua tampaknya terkabul. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pas acara berakhir, pindah SCTV... eh ada acara "Nah Ini Dia" favorit gua, jangan lupa tiap Senin sampai Rabu di SCTV jam 24.00. Ceritanya simpel, tentang dukun palsu. Pesan moralnya, "jangan percaya sama dukun-dukunan, tetap inget dan minta sama yang Di Atas". Hati langsung sejuk. Lagi-lagi selain tidak 'buta' ternyata TV swasta kita bisa memberikan hiburan yang "cocok dengan selera kita-kita"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternyata emang "bule" (walaupun C.P. nggak bule, tapi anggap aja bule, kan impor) yang kepake di negaranya emang Edan* nggak kaya yang ada disini yang cuma sampah dan celakanya kita kagumi dengan kiprahnya jadi tukang parkir di kedutaan serta sebentar lagi akan lebih kita kagumi lagi dengan kiprah mereka di acara "Bul-Gil, Bule Gila" di Trans TV kalo gak salah, mulai awal Juli ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ket * = kata-kata yang menggambarkan kekaguman yang sangat hebat dan luar biasa, sayangnya belum tertampung dalam kosa kata bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507967583442399?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507967583442399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507967583442399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507967583442399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507967583442399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/menlu-as.html' title='Menlu AS'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507954879426079</id><published>2006-12-03T00:11:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:12:28.870+07:00</updated><title type='text'>Pirates</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kembali ke tahun 88'an lah, pas saya SMP, kayanya kelas 2, waktu itu komputer masih XT dan monitor masih CGA (berwarna tapi kalo tidak salah hanya sekitar 16 warna).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salah satu game komputer yang waktu itu saya mainkan adalah 'Pirates' selain 'King's Quest' yang waktu itu jadi 'most played game'nya. Saya juga lupa kapan akhirnya saya berhenti memainkan game-game itu, mungkin karena mulai 'beger' dan mulai lebih senang nge'gank' lalu lebih banyak atensi ke lawan jenis. Akhirnya kenal lagi komputer pertengahan TPB (tahun pertama kuliah) sampai Riko harus ngajarin saya cara makai 'mouse' dan gimana nge'double click'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Back to 'pirates', kemarin ini saya di internet cari-cari program antivirus lama yang masih bisa diinstal via disket, dengan keyword 'dos antivirus' eh kok salah satu hasilnya muncul 'old dos games' ketika diakses, muncul halaman yang diantaranya memuat 'download' gratis si game 'pirates' tadi. Iseng saya ambil, ekstrak dan mainkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bodor juga, dengan hanya 730 KB, 1 disket aja tidak full, game ini bisa dimainkan sampai berminggu-minggu, nggak kalah sama game sekarang yang sampai 3 cd installernya doang. Ceritanya kita jadi bajak laut, bisa juga memilih jadi 'privateer' berbendera salah satu negara yang berekspansi ke kawasan teluk Karibia era 1600an. Ada Inggris, Spanyol, Belanda dan Perancis. Benchmark game ini bukan berupa point, tapi pangkat serta hadiah uang dan tanah yang diberikan dari negara tempat kita 'mengabdi', mulai dari 'Ensign' sampai 'Duke' yang tertinggi. Terakhir ketika kita selesaikan gamenya, kita akan dianugerahi karir 'darat' mulai dari copet sampai penasehat raja, ada sekitar 20an tingkat, tergantung prestasi kita saat di 'laut'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang paling menarik ketika memainkan game ini adalah ketika menyadari bahwa pola pikir saya berubah, dulu ketika SMP, hanya terpikir untuk memainkan game ini dengan cara mengabdi pada 1 negara saja. Bisa sampai bergelar 'Duke' tapi anehnya dengan gelar tersebut, ketika menyelesaikan game, karir 'darat' cuma mentok sampai jadi pedagang atau bartender sekitar 8-10 tingkat dari tingkat terbawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang begitu main, langsung sadar bahwa ternyata kita bisa mengabdi sekaligus ke beberapa negara, tergantung kondisi. Kadang satu negara dengan yang lain saling berperang, tinggal kita memilih mana yang bisa memberikan kenaikan pangkat serta menghasilkan uang lebih cepat, hingga kadang kita terpaksa membelot dari satu negara ke negara lain. Setelah beberapa minggu main kalau pas santai, saya bisa mencapai gelar 'Duke' dari Belanda, 'Baron' dari Inggris, serta 'Count' dari Spanyol dan Perancis. Pas diselesaikan, memang karir 'darat' bisa mencapai penasehat raja atau minimal gubernur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ternyata saya sudah jauh lebih oportunis daripada jaman SMP. Atau kalau dibalik, harusnya pas jaman SMP saya sudah tahu cara memainkan game ini dengan cara sekarang. Jadi oportunis lebih cepat dan mungkin bakal punya 'life achievement' yang lebih bagus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ini game hebat, menanamkan oportunis dari kecil. Anak saya nanti harus main game ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507954879426079?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507954879426079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507954879426079&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507954879426079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507954879426079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/pirates.html' title='Pirates'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507946233728198</id><published>2006-12-03T00:09:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:11:04.266+07:00</updated><title type='text'>Morissey</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sebuah majalah wanita bulanan yang saya baca beberapa waktu lalu ada sebuah artikel untuk para wanita karir mengenali karakter atasan mereka. Ada berbagai karakter, tetapi yang menarik adalah karakter demokratis otoriter. Mengapa menarik? karena karakter manusia inilah yang selama ini banyak ditemui, tidak melulu hanya pada golongan 'atasan' tapi juga golongan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Otoriternya dulu, apa sih otoriter? mungkin dicontohkan dari dialog kawan saya Adi_Pentil apabila sedang jajan ke restoran atau warung makan;&lt;br /&gt;Adi_Pentil : Mas saya minumnya es kopyor.&lt;br /&gt;Pelayan : Maaf mas, tidak ada es kopyor, adanya es kelapa muda.&lt;br /&gt;Adi_Pentil : Oh kalo gitu ya es kopyor saja.&lt;br /&gt;Pelayan (tersenyum) : Tidak ada es kopyor mas.&lt;br /&gt;Adi_Pentil : Iya, gak apa ganti saja dengan es kopyor.&lt;br /&gt;Pelayan (mulai asem dan senyam senyum)&lt;br /&gt;Adi_Pentil (serius) : Kenapa senyam senyum mas?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu yang demokratis otoriter bagaimana? dialog atasan kita bisa jadi contoh;&lt;br /&gt;Atasan : Tampaknya kita harus menaikkan harga jual BBM dalam negeri. Ada masukan ?&lt;br /&gt;Bawahan I : Kenaikan harga BBM di masa sulit seperti ini akan menimbulkan keresahan rakyat.&lt;br /&gt;Atasan : Masukan saudara betul. Untuk mengatasi keresahan rakyat, tampaknya kita harus menaikkan harga jual BBM dalam negeri.&lt;br /&gt;Bawahan II : Daya beli masyarakat akan semakin turun bila harga jual BBM naik.&lt;br /&gt;Atasan : Masukan saudara betul. Untuk mengatasi daya beli masyarakat yang semakin turun, tampaknya kita harus menaikkan harga jual BBM dalam negeri.&lt;br /&gt;Bawahan III : Daya saing industri nasional pasti akan terganggu dengan naiknya harga jual BBM.&lt;br /&gt;Atasan : Masukan saudara betul. Untuk mengatasi daya saing industri nasional yang terganggu, tampaknya kita harus menaikkan harga jual BBM dalam negeri.&lt;br /&gt;Bawahan IV : Stabilitas nasional bisa terganggu dengan naiknya harga jual BBM, mahasiswa akan demo dimana-mana.&lt;br /&gt;Atasan : Masukan saudara betul. Untuk mengatasi masalah stabilitas nasional dan demo mahasiswa, tampaknya kita harus menaikkan harga jual BBM dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teringat lagi dialog khayal saya dengan seorang artis di (lagi-lagi) TV;&lt;br /&gt;Artis : Apa yang saya lakukan itu seni !!&lt;br /&gt;Saya : Kok saya ereksi? tapi bukan lihat anda, lihat yang model perempuannya.&lt;br /&gt;Artis : Pikiran anda yang kotor !!&lt;br /&gt;Saya : Pikiran saya normal ! bahkan penis saya juga normal ! perempuan cantik, tubuh mulus-proporsional, telanjang, ya jelas saja ereksi.&lt;br /&gt;Artis : Sudut pandangnya harus dari kaca mata seni, bukan pornografi !&lt;br /&gt;Saya : Maksudnya ?&lt;br /&gt;Artis : Bedakan antara seni dan pornografi !&lt;br /&gt;Saya : Jadi anda bilang antara seni dan pornografi itu berbeda ?&lt;br /&gt;Artis : Jelas !&lt;br /&gt;Saya : Menurut saya pornografi ya seni juga. Tapi berdosa.&lt;br /&gt;Artis : Wah tidak bisa ! seni itu anti dosa !&lt;br /&gt;Saya : Coba tonton BF selain produksi VIVID, try PRIVATE.&lt;br /&gt;Artis : Itu betul-betul pornografi ! bukan seni !  itu dosa !&lt;br /&gt;Saya : Jadi yang anda lakukan tidak berdosa ?&lt;br /&gt;Artis : Hmm... nggak tau juga ya... TIDAK !! itu kan seni !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk pak atasan, kenaikan BBM, artis pria telanjang (yang sama sekali tidak menimbulkan libido), dan tentunya kenikmatan dosa serta BF Private, saya lampirkan lirik lagu Morissey yang gay, "The more you ignore me The closer I get". Ternyata pas sekali untuk semua hal di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;" The more you ignore me&lt;br /&gt;The closer I get&lt;br /&gt;You’re wasting your time&lt;br /&gt;The more you ignore me&lt;br /&gt;The closer I get&lt;br /&gt;You’re wasting your time&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I will be&lt;br /&gt;In the bar&lt;br /&gt;With my head&lt;br /&gt;On the bar&lt;br /&gt;I am now&lt;br /&gt;A central part&lt;br /&gt;Of your mind’s landscape&lt;br /&gt;Whether you care&lt;br /&gt;Or do not&lt;br /&gt;Yeah, I’ve made up your mind&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The more you ignore me&lt;br /&gt;The closer I get&lt;br /&gt;You’re wasting your time&lt;br /&gt;The more you ignore me&lt;br /&gt;The closer I get&lt;br /&gt;You’re wasting your time&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beware !&lt;br /&gt;I bear more grudges&lt;br /&gt;Than lonely high court judges&lt;br /&gt;When you sleep&lt;br /&gt;I will creep&lt;br /&gt;Into your thoughts&lt;br /&gt;Like a bad debt&lt;br /&gt;That you can’t pay&lt;br /&gt;Take the easy way&lt;br /&gt;And give in&lt;br /&gt;Yeah, and let me in&lt;br /&gt;Oh, let me in&lt;br /&gt;Oh let me ...&lt;br /&gt;Oh, let me in&lt;br /&gt;It’s war&lt;br /&gt;It’s war&lt;br /&gt;It’s war&lt;br /&gt;It’s war&lt;br /&gt;It’s war&lt;br /&gt;War&lt;br /&gt;War&lt;br /&gt;War&lt;br /&gt;War&lt;br /&gt;Oh, let me in&lt;br /&gt;Ah, the closer I get&lt;br /&gt;Ah, you’re asking for it&lt;br /&gt;Ah, the closer I get&lt;br /&gt;Ooh, the closer I ... "&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507946233728198?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507946233728198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507946233728198&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507946233728198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507946233728198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/morissey.html' title='Morissey'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507935784619396</id><published>2006-12-03T00:08:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:09:17.850+07:00</updated><title type='text'>Merdeka?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak hal yang terpikir tentang 17 Agustusan, kemerdekaan, perjuangan dll. Tapi saya tidak bisa menarik hubungannya. Saya tulis saja per alinea yang maaf saja kalau tidak berhubungan, tapi terpikir setiap lihat iklan-iklan dirgahayu kemerdekaan tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang saya tahu, penjajahan Belanda awalnya datang bukan sebagai sebuah 'entity' negara, tetapi perusahaan, namanya VOC. (tidak peduli apa kepanjangannya yang pasti buntutnya 'companie'). Kelak setelah Inggris sempat mampir menggantikan VOC, Belanda masuk lagi, yang walaupun sudah masuk dengan sahih berbentuk sebuah negara menduduki negara (kerajaan-kerajaan) lain. Konon VOC sudah bangkrut akibat korupsi. Tetap saja, yang masuk 'menyedot' kekayaan nusantara ini berbentuk perusahaan swasta.  Bentuknya perkebunan, perdagangan, dan kemudian pertambangan. 'Entity' negara Belanda jadi apa? menyumbangkan administrasi wilayah dan tentara untuk jadi 'satpam' yang mengawal kelangsungan eksplorasi perusahaan-perusahaan tadi. Tidak heran, dengan hukum ekonomi 'modal sekecil mungkin untuk untung sebesar mungkin' penjajahan ala perusahaan swasta yang pasti efisien, tidak akan memberi banyak timbal balik untuk daerah jajahannya. Alhasil, efeknya masih terasa sampai hari ini. Tidak perlu dijelaskan efeknya, anda yang mengerti bahasa Indonesia pasti mengerti pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi ingat cerita teman yang bekerja di pulau paling timur di negara yang katanya merdeka ini. Tanah adat masyarakat setempat yang begitu kaya mineral, cukup ditukar dengan 2 (dua) ekor babi agar perusahaan penambang swasta asing bisa mengeksplorasinya. Kalau ada masyarakat atau pemuka adat yang pintar sedikit dan minta lebih banyak karena mengerti nilai ekonomi tanah tersebut, 'satpam' akan datang dan tahu sendiri akibatnya. Demikian pula di ujung barat daya negara merdeka ini, ketika (dan masih) terjadi kakacauan, penjagaan terketat ada di sekitar perusahaan swasta asing yang juga bereksplorasi, bukan di sudut-sudut kampung atau desa. Atas nama kelangsungan investasi katanya. Lain lagi di bagian tengah utara. Banyak anak mati dan penduduk yang berubah menjadi mayat hidup, mati tidak, hidup juga tidak berkualitas akibat makan ikan dari laut yang sudah berwarna hijau hasil cemaran (lagi-lagi) perusahaan swasta asing yang bereksplorasi. Ketika mereka berteriak minta keadilan, 'satpam-satpam' datang lagi, mungkin karena sudah jaman reformasi dan keterbukaan, yang datang bukan 'satpam' berwarna 'hijau' atau 'coklat wereng' tapi berwarna 'putih', "Tidak ada pencemaran!" kata 'satpam putih' tadi. Alhasil masyarakat tempat-tempat eksplorasi tadi tidak makmur dan sedihnya juga tidak sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin 'merdeka' dan 'reformasi' artinya sama : GANTI PEMAIN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentang perjuangan, entah kenapa tiap disebut kata perjuangan, dari semenjak SD lewat pelajaran dan hingga kini lewat iklan (lagi-lagi) TV. Pasti ada sosok bambu runcing, seragam, baris-berbaris dan sebagainya yang serupa. Penokohan golongan mana yang berjuang sudah jelas. Terlebih jaman orde baru, penokohan ini jadi doktrinasi supaya rakyat tahu pasti siapa yang memberi mereka kemerdekaan sehingga berhak berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teringat lagi saya dengan ucapan YB Mangunwijaya, seorang pastor yang merupakan penulis favorit saya. Dalam wawancara dengan sebuah majalah yang saya baca belasan tahun lalu (jaman SMA kayanya), beliau yang bercerita pengalamannya berjuang bergabung dengan TRIP (Tentara RI Pelajar (?)) berkata (kira-kira, semoga tidak jauh benar ucapannya), "Dulu kami berjuang itu enak. Karena kalah persenjataan, kami cuma bersembunyi, menyerang malam hari lalu lari. Rakyat tempat kami melakukan penyerangan yang kasihan, siangnya Belanda akan datang, membariskan mereka berpanas-panas di siang bolong sambil mengangkat tangan. Padahal merekalah yang memberi kami makan dan minum". (kelak keinginannya membalas jasa masyarakat inilah yang membatalkan niatnya ke sekolah teknik lalu masuk ke seminari. Tapi kemudian tugas belajar kembali mengirimnya ke sekolah teknik)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak mengecilkan 'perjuangan' siapapun, tapi yang 'perjuangan'nya juga besar rasanya jangan dikecilkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi 'merdeka'? Belum tentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507935784619396?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507935784619396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507935784619396&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507935784619396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507935784619396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/merdeka.html' title='Merdeka?'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507928519421789</id><published>2006-12-03T00:06:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:08:05.196+07:00</updated><title type='text'>Nasionalis atau Sekedar Chauvinis? atau Malah Rasis?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posting berikut diambil dari posting saya kira-kira semasa kampanye pemilihan presiden putaran pertama beberapa waktu lalu. Posting ini saya kirim ke milis yang saya ikuti juga ke bagian program stasiun televisi Trans-TV, entah sampai entah tidak, tapi saya kirim ke &lt;a href="mailto:program@website.mereka"&gt;program@website.mereka&lt;/a&gt;. Entah kenapa saya posting di sini tapi rasanya ada hubungan juga dengan 17 Agustusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;===========================================================&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak kata selama ini diucapkan tanpa kita pedulikan apa makna, definisi dan kriteria yang memberi arti pada kata tersebut, "...yah begitulah pokoknya..." bila dipertanyakan definisinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penelitian "iseng" terkadang dilakukan untuk mencari definisi dari berbagai kata tersebut, contohnya; 'Cantik' pada penggambaran wajah wanita, setelah diteliti, sebentuk wajah berhak menyandang kata 'cantik' apabila memiliki kriteria; tulang pipi yang tinggi, proporsi mata lebar terhadap wajah, hidung mancung, jarak antara hidung ke bibir yang tidak terlalu jauh, panjang dagu yang cukup, keseimbangan antara kedua sisi wajah dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sangat menarik ketika penelitian terhadap kata 'lucu' dilakukan, apa arti 'lucu' tersebut? Kriteria apa terhadap sebuah kondisi untuk menjadi 'lucu'? penelitian tersebut akhirnya menunjukan bahwa 'lucu' harus memiliki unsur "Tidak Terduga". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengapa cerita tentang orang Amerika yang berkata "I am Rambo" ketika tepat menembak sebuah apel di atas kepala seseorang, lalu orang Inggris berkata "I am Robin Hood" ketika tepat pula menembak apel tersebut dan terakhir orang Indonesia berkata "I am Sorry" ketika ternyata ia salah sasaran menembak kepala yang diletakan apel di atasnya, kemudian menjadi lucu? Tentunya "I am Rambo" kemudian "I am Robin Hood" dan akhirnya tak terduga menjadi "I am Sorry".&lt;br /&gt;Atau mengapa film "Jack Ass" menjadi lucu ketika seorang aktor menyetrum buah zakarnya sendiri? sementara film lain yang menyuguhkan adegan gantung diri menjadi tidak lucu. Rasanya karena kita tak pernah menduga bahwa ada orang yang tega dengan sengaja tanpa tekanan pihak manapun dapat menyetrum buah zakarnya sendiri, sementara gantung diri adalah hal yang "lazim".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kembali ke layar televisi, setiap hari selasa sekitar pukul 16.00 atau 16.30 wib di Trans TV, anda akan disuguhi acara "Bul-Gil, Bule Gila" acara ini diharapkan menjadi sebuah acara hiburan dengan cara me'lucu', sesuai kriteria tadi, unsur "Tidak Terduga"nya adalah ketika  "bule" melakukan hal "Tidak Terduga" seperti berjualan baso, asongan, ngamen, setir bajay dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bila acara ini menjadi 'lucu' untuk anda, mohon anda renungkan, mengapa orang-orang yang mungkin asal 'comot' karena sekedar ke'bule'annya kemudian menjadi "Tidak Terduga" ketika mereka melakukan hal-hal yang menjadi pilihan penghidupan bagi sebagian orang yang tidak 'bule'? dan hal-hal yang dilakukan tersebut sama sekali tidak "lucu"?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin pertanyaan besarnya adalah sebagai berikut; Apabila anda menjadi orang yang secara asal di'comot' untuk memerankan hal tersebut, tapi tanpa ke'bule'an tadi, apakah anda menjadi hal yang "Tidak Terduga"? kalau anda bukan siapa-siapa, bagi orang yang tidak kenal anda, rasanya tidak ada satu hal pun yang membuat lakon anda menjadi lucu, karena anda "Terduga" dapat melakukan hal-hal tersebut karena anda bukan 'bule'.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi saya, acara ini secara tidak sadar akan makin menyuburkan inferioritas bahwa 'bule' lebih banyak memiliki ke "Tidak Terduga"an dibanding anda atau saya yang tidak 'bule'. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Silakan anggap saya seorang rasis gila atau chauvinis yang punya terlalu banyak waktu untuk menonton televisi, tapi menurut saya Trans TV secara tidak sadar telah menayangkan acara yang merendahkan martabat orang yang tidak 'bule', terlebih pada peran orang-orang yang diperankan 'bule'-'bule' tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk lebih lucunya, sebaiknya ganti pemeran acara tersebut dengan tidak mementingkan 'bule' atau tidaknya, misal para artis  atau para calon presiden RI lalu beri judul "Ar-Gil" atau "Capres-Gil".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Insya Allah lebih "Tidak Terduga".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507928519421789?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507928519421789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507928519421789&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507928519421789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507928519421789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/nasionalis-atau-sekedar-chauvinis-atau.html' title='Nasionalis atau Sekedar Chauvinis? atau Malah Rasis?'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507912480478931</id><published>2006-12-03T00:04:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:05:24.810+07:00</updated><title type='text'>Berhenti Merokok Dalam 5 Hari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Lagi-lagi di TV) Dibahas bahwa untuk berhenti merokok diperlukan berbagai macam hal yang rasanya rumit. Ada ulama yang bicara tentang hukum-hukum agamanya, dilengkapi dokter yang bercerita segala keburukan merokok dan bagaimana sebaiknya berhenti merokok, tak kurang lengkap seorang psikolog juga ikut duduk bercerita bagaimana membulatkan tekad untuk berhenti merokok dan tentunya tidak kembali merokok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut ulama, merokok hukumnya 'makruh', dilakukan tidak apa, tidak dilakukan berpahala, tapi bila kemudian merokok, terutama uang pembeliannya, lebih diutamakan daripada hal lain yang bermanfaat, menjadi 'haram', dilakukan berdosa, tidak dilakukan berpahala. Dokter bercerita lain lagi, efek buruk merokok semua jelas, tapi ternyata secara kedokteran ada cara untuk berhenti merokok yang 'sehat', katanya rokok tidak boleh berhenti mendadak, tapi berangsur karena katanya lagi tubuh manusia tidak dirancang untuk perubahan-perubahan ekstrim, semua perubahan ekstrim baik hal negatif maupun positif akibatnya akan buruk. Orang yang mendadak berhenti merokok, kata dokter tadi, akan mengalami berbagai hal negatif seperti jantung yang terus berdebar, lemas, sulit tidur, pusing-mual, kadang disertai bagian-bagian tubuh yang bergetar (tremor?). Psikolog cerita lain lagi, secara mental katanya, orang yang dalam proses berhenti merokok akan mengalami stress, mudah marah, tidak bisa konsentrasi dan mengfokuskan pikiran. Belum lagi betapa mudahnya orang yang berhenti merokok tanpa tekad kuat akan mudah kembali merokok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut saya?? Thats a whole crap!!! kecuali bagian yang diucapkan ulamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya merokok dan kemudian berhenti tidak ada kaitan sama hukum agama, kesehatan apalagi psikis. So this is my story.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya belajar merokok dari sekitar kelas 1 SMP. Rutin merokok kira-kira kelas 2 SMA. Habis 1 bungkus 1 hari kira-kira mulai kuliah. 2 tahunan lalu saya mulai berhenti merokok, tidak seperti menurut pak dokter dan bu psikolog di atas, dulu rasanya hari ini saya masih beli rokok, besok berhenti beli (dan minta ke teman juga) dan stop merokok. Alasan waktu itu, istri saya hamil. Siapa yang mau punya anak terbelakang karena selama hamil ibunya menghisap rokok secara pasif? tidak ada kan?! Setelah anak lahir, dan alhamdulillah, semua puji cuma buat Allah, anak saya lahir sehat. Rokok, here we meet again. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah lahir anak pertama, saya kembali merokok, kembali 1 bungkus 1 hari, tapi selalu memilih ruangan yang jauh dari bayi atau di luar rumah tapi ini hanya berlangsung 1 bulanan. Karena suatu hal, dimulailah proses berhenti merokok yang dilakukan dalam 5 hari, yang terus bertahan hingga hari ini, tanpa cacat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari 1&lt;/strong&gt; : Anak saya pertama umur 1 bulan, jadi mulai lepas 'bedong'an atau selimut bayi yang dibungkuskan ke bayi jadi dia tidak bisa bergerak, katanya untuk meluruskan kaki. So popok kain mulai dipinggirkan karena kurang praktis. Banyak cucian, dan repot kalau tengah malam bayinya bangun karena BAB atau pipis. Kami (saya dan istri) mulai cek popok instan (pempers, iya saya tau ini merk tapi ini lagi-lagi puncak keberhasilan pemasaran, seperti teh kotak atau eternit). Kami coba yang bagus tapi murah dulu, bagus dalam artian sudah berbahan kertas, bukan plastik yang membuat mudah lecet. Sial, merk pertama membuat lecet. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari 2&lt;/strong&gt; : Coba lagi merk kedua, lagi-lagi ruam merah muncul di selangkangan anak saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari 3&lt;/strong&gt; : Akhirnya ambil merk di jajaran yang termahal, baru anak saya tidak lagi ada ruam popok. Guess what?! harganya walaupun sudah dalam pak besar Rp. 1.700,- perbuah. Bila beruntung dalam 1 hari hanya pakai 3 buah, tapi kalau lagi 'ramai' minimal 4-5 buah bisa terpakai. Rata-rata sehari 4 lah dalam hitungan 1 bulan. Mulai saya melamun, 1700x4= Rp.6.800,-. Saat itu pemasukan lagi sepi, dagang lagi kurang ramai, belum lama usaha roti keliling gulung tikar karena sulit cari SDM, istri baru mau mulai usaha jadi lagi butuh modal dan terlebih lagi walaupun tinggal di eks rumah orangtua, kami tidak pernah minta bantuan materiil ke orangtua untuk biaya hidup (tapi kalau sesekali dikasih ya nggak nolak dong!, tapi sesekali!!).&lt;br /&gt;Semua biaya rumah tangga mulai dari Telpon-listrik-air-RT-Pembantu-Suster pokoknya 'whole billing matter' kami biayai sendiri. Jadi 6800x30=Rp.204.000,- lumayan terasa. Ketika lagi hitung-hitung penghematan, sambil merokok, saya lirik bungkus rokok dan lihat bandrolnya, Rp. 6.500,- hmm... maaf teman 'enjoy aja', kamu harus pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari 4&lt;/strong&gt; : Rokok yang dibeli kemarin sudah habis. Tidak beli lagi. Tidak merokok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari 5&lt;/strong&gt; : Tidak beli rokok. Tidak merokok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sampai hari ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pak dokter, bu psikolog dan pak ulama, rokok cuma dihisap orang bodoh atau orang yang punya banyak uang atau kombinasi keduanya. Apalagi kalau yang tidak punya banyak uang tapi merokok, that the foolest people ever.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terlebih dengan kelahiran anak kedua saya, tidak mungkin rasanya kembali merokok dalam waktu dekat, kecuali saya kembali jadi orang yang punya kelebihan banyak uang, karena saya yakin saya bukan orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Quit smoking? Piece of cake lah....!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507912480478931?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507912480478931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507912480478931&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507912480478931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507912480478931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/berhenti-merokok-dalam-5-hari.html' title='Berhenti Merokok Dalam 5 Hari'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507905977788102</id><published>2006-12-03T00:02:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:04:19.783+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Putra Presiden</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(TV lagi, TV lagi!) Nonton liputan pernikahan putra presiden RI, SBY, Agung something dengan Anissa Pohan, cukup menggelitik. Bukan masalah biayanya yang pasti besar di tengah-tengah marak busung lapar dan langkanya BBM, atau penggunaan aset negara untuk acara pribadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teringat bahwa dik Anisa ini dulu cukup sering mampir di warung makan yang saya kelola, karena kebetulan bersebelahan dengan kampus kuliahnya. Seingat saya, biasanya ia datang beramai-ramai, minimal berempat, ada lelaki ada perempuan. Kadang saya suka iseng mengamati, karena pegawai warung biasanya berbisik pada saya kalau dia datang "Mas, tuh yang iklan sanslik!", jadi saya suka intip dari dapur ke ruang makan sambil mencari-cari kesamaannya dengan wajah perempuan yang muncul di iklan shampoo tersebut. Ada dua hal yang menarik, pertama, dik Anisa ini kelihatannya agak judes, karena saya sempat melihat ia 'setengah marah' pada pegawai saya yang keliru bawa pesanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua, biasanya para lelaki yang ikut dalam rombongannya selalu mencuri pandang atau malah memandang sekalian dengan pandangan kagum-menerawang, mungkin sambil berdendang dalam hati "aku bisa membuatmu..hu..hu... jatuh cinta kepadaku mesti kau tak cinta..." atau "aku cinta padamuuu... sungguh... tak mungkin kuulangi dari mulutku sendiri..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gelitikan pikiran saya ketika nonton liputan pernikahan itu adalah; apa pikiran para pria-pria tadi ketika nonton liputan ini? well.. as crunch by big butt i guess. Bagaimana tidak, suaminya ganteng, gagah sebagaimana tergambar dalam lagu kopral Jono, perwira lulusan AMN, terbaik di angkatannya pula, and last but the best part is the son of the big boss himself. Oh tanah, please... please... telan aku!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bertahun lalu, saudara sepupu saya yang sekolah di Yogyakarta pernah berkisah. Sebagaimana remaja pria di akhir usia belasan, ia bersama teman-teman, biasanya berdua atau maksimal berempat, di akhir minggu akan melakukan kunjungan 'musibah', bertandang ke rumah gadis-gadis cantik. Tidak perlu kenal, kalau perlu cuma dengar dari teman lain bahwa ada gadis cantik beralamat di Jl xxx., maka mereka akan datang berkenalan berjudi cinta. Biasanya lancar-lancar selama mereka datang rapi dan sopan. Menurut sepupu saya tersebut, hambatan terbesar adalah apabila 'apes' berkonjungsi dengan 'tuyul gundul', sebutan bagi taruna AMN. Para taruna AMN mendapat jatah vakansi di akhir pekan, dengan waktunya yang singkat biasanya mereka akan keluyuran dari Magelang ke Yogyakarta atau Solo. Karena mereka pria normal dengan usia akhir belasan tahun juga, mereka pun gemar melakukan kunjungan 'musibah'. Nah kalau para militeris ini bertemu dengan sipilis seperti sepupu saya tadi di rumah para gadis, walaupun status si gadis cantik masih 'bebas-aktif', para sipilis biasanya langsung kecut hati, inferior dan segera mohon pamit. Belum lagi kalau orang tua si gadis yang tadinya tidak muncul, kemudian muncul menyambut sang calon perwira dengan sukacita. Tak lupa dengan ucapan "jangan lupa dibuatkan minum lho!" kepada putrinya, tentunya buat si 'gundul' minumannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(maaf dalam bahasa jawa agar tidak mengurangi kedalaman cerita) "Dhudhu wedhi mas, poko'e keder!, lha wong wis gundul, awake gagah nganggo seragam kincling-kincling kae. Dhurung maneh nek sing teko angkatan tuwone, nggowo tongkat komando kae, wah poko'e wis pengen langsung minggat nek gathukan karo tuyul gundul kae!" demikian cerita sepupu saya tadi sambil terpingkal-pingkal, apalagi kalau kita di ruang tamu rumah sang gadis, konon ketukan pintu militeris yang mantap bertenaga diiringi ucapan "Selamat malam!" yang berwibawa, pasti mengagetkan dan merontokkan hati para pemuda sipilis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya jadi berpikir, cerita tentunya akan lain kalau pemuda sipilis yang datang berasal tata surya akademis yang lebih kuat imagenya. Saya pikir cuma mahasiswa kedokteran PTN atau mahasiswa ITB bagian barat laut yang cukup punya mental menyaingi atau melebihi para 'tuyul gundul'. Memang belum pernah dengar ceritanya, tapi saya jadi ingin tahu juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lho... lho... lho... bagaimana dengan jurusan saya di ITB dulu? Wah tipis kemungkinannya! Jangankan 'tuyul gundul', dengan jurusan yang sama dari perguruan tinggi lain yang sekota saja, swasta pula, masih belum jelas keunggulan 'aura'nya. Sejak awal kuliah sampai lulus, saya mendengar dan melihat, hampir seluruh civitas jurusan tempat saya kuliah, selalu saja meributkan keunggulan atas 'psywar'nya melawan jurusan serupa di PTS tersebut. Tidak hanya berkoar, bahkan sampai mencuri dengar lewat menyelusup masuk 'subscribe' ke dalam milis-milis rival, lalu segera menge'print' dan menempelkannya di pengumuman publik jurusan apabila ada mail 'curian' yang membahas kelebihan kami terhadap mereka. Demi Allah pencipta alam, tidak seperseribudetikpun saya pernah ambil peduli terhadap rivalitas konyol bahkan cenderung tolol ini, tapi pernah juga saya berpikir "kalo memang better kok ngeributin terus?!" malah semua mahasiswa baru selalu dicekoki "Jurusan kita lebih baik daripada jurusan di xxxxx!" SWGL!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun 1998, selulus saya dari jurusan tadi, kondisi Indonesia sedang jelek-jeleknya, jangankan lulusan baru, lulusan belasan tahun sebelumnya dari jurusan saya kuliah tadi banyak yang kena PHK. So saya mencoba usaha di bidang desain grafis dan cetak. Khususnya undangan pernikahan. Semua saya kerjakan sendiri mulai cari order, desain, presentasi, belanja, buat film, menunggu proses cetak, finishing, mengantarkan ke pemesan dan tentunya ambil uangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk produksi sebuah undangan yang unik dan didesain khusus, terkadang dibutuhkan sebuah alat khusus. Alat kerja ini betul-betul 'handmade', mungkin memang dengan bantuan mesin juga membuatnya tapi kemampuan tangan di atas segalanya. Ada satu tempat yang sangat terkenal membuat alat ini di Bandung atau malah terkenal se-Indonesia barangkali, karena saya kadang bertemu orang Surabaya, Bali bahkan Pontianak di tempat ini. Orang Jakarta, Cirebon, atau Tasik-Garut sudah biasa bertemu disitu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempat itu dikelola dan dimiliki oleh seorang bapak berusia kira-kira 60-an, setiap datang memesan atau mengambil pesanan alat, biasanya kami mengobrol sebentar. Sampai suatu hari saya datang ke tempat itu, di ruang tamunya ada seorang pemuda ikut melayani. Seperti biasanya saya ngobrol dengan bapak pemilik tempat ini. Obrolan lalu sampai pada hal pemuda tadi yang ternyata anaknya. Pemuda tersebut ternyata lulusan jurusan kuliah yang sama dengan saya dan berasal dari perguruan tinggi swasta yang dianggap rival berat bagi jurusan saya di ITB. Satu angkatan pula, dan dia belum lama putus kontrak dari tempatnya bekerja sesuai ilmunya. Akhirnya saya ngobrol dengan pemuda tadi yang kemudian tahu bahwa saya lulusan jurusan yang sama dari ITB. Ia dan bapaknya keheranan melihat saya yang naik motor kesana kemari 'ngurusin' cetak undangan, "kok insinyur nggak kerja sesuai ilmunya?" tanya mereka, saya jawab selain tidak suka ilmunya, praktisi bidang ini saat itu (1999an) sedang jadi sampah, dimana-mana di-PHK dan lulusan baru banyak yang menganggur. Si pemuda tadi lalu bertanya heran "Lulusan ITB juga banyak yang nganggur?", "Lho saya pikir kalo lulusan ITB sih selamat-selamat aja, kan mereka lebih pinter-pinter daripada lulusan (PTS) tempat saya?". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hahaha... saya dicerahkan seketika, rivalitas konyol dan cenderung tolol ini ternyata makin berkembang ke arah yang tidak jelas. Seharusnya semua tahu bahwa ternyata bukan masalah sekolahnya, tapi masalah profesinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai kira-kira tiga bulan lalu (April 2005), pemuda tadi masih tetap bekerja membantu ayahnya dan saya masih tetap terkadang mencetak undangan walau tidak sebanyak dulu, kalau tidak merepotkan baru saya kerjakan karena ada pekerjaan lain yang harus diurus. Sekedar gambaran, keluarga pemuda tadi selama enam tahunan saya mengenal mereka, sudah dua kali meliburkan tempat kerjanya, selalu di akhir tahun sekitar dua sampai tiga minggu. Yang pertama saya tidak tahu jelas kemana mereka sekeluarga pergi, yang kedua kira-kira dua tahun lalu mereka sekeluarga (ayah-ibu dan 3 anak yang saya tahu) pergi ke Australia as tourist! by they pocket! Damn! I wish i have my own family bussiness.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rivalitas konyol berbuah manis, setiap saya memesan alat kerja tadi di tempat yang saya ceritakan di atas, selalu didahulukan, bagaimanapun padatnya pesanan. Tidak pernah lebih dari dua hari. sementara orang lain baru selesai dalam waktu lima atau enam hari bila pesanan sedang padat. Hanya saja ada satu ganjalan setelah mereka (terutama si bapak pemilik tempat tadi) tahu bahwa saya lulusan ITB, setiap saya datang, sang bapak selalu menyambut "Halo bapak insinyur Abi! apa kabar?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;$#!t!! saya sungguh benci panggilan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamat menempuh hidup baru buat dik Agung dan dik Anissa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507905977788102?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507905977788102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507905977788102&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507905977788102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507905977788102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/pernikahan-putra-presiden.html' title='Pernikahan Putra Presiden'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507895762231201</id><published>2006-12-03T00:01:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:02:37.626+07:00</updated><title type='text'>Iklan Arsitek</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satu lagi iklan menampilkan sosok arsitek, kalau dulu biasanya implisit lewat simbol-simbol yang berkait ke profesi arsitek. Di sebuah iklan kopi ada seorang yang pasti arsitek sedang memandangi dengan ekspresi memeriksa sebuah maket miniatur bangunan lalu datang seorang wanita bergaun merah seksi dan seterusnya. Ada lagi iklan rokok yang menggambarkan seorang  tokoh bekerja menghadapi meja gambar yang terhampar gambar sebuah gedung di luar negeri kemudian teringat rumah dan ingin pulang. Lain lagi sebuah iklan obat panas dalam, digambarkan tokohnya membawa tabung gambar kemudian menghamparkan gambar bangunan lalu berekspresi nggak enak badan, tak lama datang kawannya yang terlihat homoseks bertanya "marah ya?"..."panas dalam ya?" dari arah belakang sambil menempelkan atau mungkin sambil menggesek-gesekan tubuhnya ke bagian belakang tokoh utama yang arsitek tadi. Lebih hebat lagi, iklan wajib belajar juga menggambarkan arsitek, seorang anak petani yang sepulang menggembala kemudian belajar walau hanya diterangi lilin, menjawab "aku ingin maju bu!" ketika ditanya mengapa ia tidak istirahat, adegan berikutnya, seorang arsitek yang tengah berjalan mengawasi belasan drafter atau mungkin arsitek muda, kemudian tersenyum ke arah kamera lalu mengatakan suatu monolog bahwa inilah hasil kerja kerasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terakhir ini iklan sebuah bank,penggambaran sosok arsitek cukup eksplisit digambarkan lewat dialog. Seorang anak kelihatannya umur 7-8 tahun sibuk mencoret-coret sesuatu di pasir, tampak si ayah melihat dari belakang sambil duduk di tangga, tersenyum-senyum, mungkin ekspresi bangga. "Ini Arif anak saya, calon arsitek" ujar ayah tadi sambil mengangkat anaknya dari kursi cukur di sebuah barber pada adegan berikutnya, dan terakhir tampak si anak sudah jadi arsitek muda sukses (tergambar dari apa yang dikenakan) berkata pada tokoh lain, "bila ingin tahu bagaimana cara membesarkan seorang arsitek, tanyakan pada ayah saya" sambil menepuk bahu ayahnya yang sudah tampak tua. Latar belakangnya sebuah bangunan bergaya minimalis kubisme. Lalu logo bank muncuk dengan jargon, maaf bila kurang tepat, "merencanakan masa depan somethinglah..." Walaupun sebetulnya iba juga melihat nasib si anak yang semenjak kecil oleh bapaknya sudah direncanakan jadi arsitek, tampaknya lumayan juga kalau bisa sukses. Walaupun kelihatannya lebih terkenal si Drs. Arif, idola Alm. Harry Roesli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa memang demikian bayangan arsitek bagi para advertiser? atau arsiteklah profesi yang paling mudah di gambarkan lewat simbol-simbol meja gambar, maket, tabung kertas, atau malah homoseksualitas? atau pandangan saya terhadap profesi ini terlalu sinis karena melihat nasib para arsitek sewaktu krisis melanda Indonesia 1997an? Kalau dulu bisa tertawa kecut melihat iklan-iklan tersebut, sekarang mulai timbul keraguan, barangkali saja semua itu benar adanya. Isu bahwa media mendikte isi kepala ternyata benar, mungkin beginilah nasib baik para arsitek saat ini, ada gadis bergaun merah seksi siap melayani di kantor, kerja di luar negeri dengan kantor mewah, yang sedikit kurang beruntung mungkin bisa mendapati bokongnya tengah digosok-gosok oleh tubuh rekan sejenis dari belakang, asal tidak menoleh ke belakang barangkali lumayan juga rasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada akhirnya saya sebagai lulusan arsitek terpanggil juga untuk buka rekening di bank si Arif, bukan karena ingin dibesarkan secara 'ngarsitek' tapi karena tukang meubel yang saya pake cuma punya rekening di bank si Arif ini. Biar gampang transfer gaji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507895762231201?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507895762231201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507895762231201&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507895762231201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507895762231201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/iklan-arsitek.html' title='Iklan Arsitek'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7982447.post-116507880640709698</id><published>2006-12-02T23:55:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T00:00:06.420+07:00</updated><title type='text'>Prinsip Ekonomi 2</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jaman saya kuliah dulu, saya pernah ngobrol dan membuat 'statement' kepada sahabat saya, lupa entah Riko entah Sani, pokoknya salah satu dari trio SaBiRi dan pastinya bukan saya sendiri. Pernyataan saya adalah, "bersekolah itu cuma me'manage' pengetahuan yang sudah kita dapat dari berkehidupan". Mulai dari kalo olahraga keringatan, yang ternyata berfungsi mendinginkan tubuh sambil membuang laktat atau katak yang bisa berenang tapi juga bisa meloncat kencang di tanah lalu diklasifikasi sebagai kelas "amphibi" atau daya sembur ejakulasi yang ternyata berasal dari tekanan turgor prostat. Mungkin agak tidak tepat bagi ilmu-ilmu 'science' yang kental hitungan, kalau ini banyak yang betul-betul dapat dari sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentang ekonomi, transaksi perdagangan saya yang pertama kira-kira terjadi ketika saya berumur sepuluh atau sebelas tahunan, ketika itu sedang musim permainan robot-robotan, diantaranya ada yang dikenal dengan nama MR, saya lupa singkatan apa, tapi dibuat secara berseri MR-1, MR-2 dst. Buatan Jepang, tapi khas berupa robot yang dapat berubah menjadi bentuk lain, semisal mobil, lokomotif kereta api dan lain-lain. Waktu itu harganya cuma Rp. 2.500,- perbuah. Suatu hari saya pergi ke sebuah pertokoan di Bandung, lalu di sebuah counter mainan ada robot MR terbaru, kodenya MR-31, istimewanya, MR-31 ini belum ada di brosur produk seri MR yang ada dalam kotak apabila kita beli seri sebelumnya dari robot ini, brosurnya baru sampai MR-30. MR-31 ini berbentuk pesawat capung yang dapat dirubah jadi robot dengan membuka, melipat dan memutar beberapa bagian. Setelah beli tentu saja langsung pamer ke tetangga yang juga hobi, ketika ditanya beli dimana, entah karena alasan apa, mungkin takut tersaingi ada yang punya lagi, saya berbohong dengan menjawab bahwa robot ini dibelikan tanpa saya ikut. Malah si tetangga tadi berminat membelinya. Pasang harga Rp. 3.000,- eh... dibeli, ya sudah itulah profit saya yang pertama. Bertahun kemudian setelah biasa dagang stiker, kaos, jaket, pernik skateboards dan lain-lain, ketika SMA, di pelajaran ekonomi, sang guru memperkenalkan prinsip ekonomi paling dasar "BUY LOW, SELL HIGH". Basi! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemarin ini di pameran buku, saya membeli sebuah buku tentang prinsip penjualan, iseng saja karena ada diskon 25%. Saya agak terkaget-kaget ketika membaca di satu bagian dalam buku, bahwa selain "buy low, sell high" tadi, ternyata ada prinsip ekonomi dasar lain, yaitu "COLLECT EARLY, PAY LATE", dan menurut penulis buku tadi, prinsip ini juga setua prinsip "buy low, sell high". Heran, kenapa tidak pernah dengar dari dulu ya? tapi lagi-lagi basi juga. Prinsip ini ternyata sudah saya terapkan sejak lama, jauh sebelum mendengar prinsip ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Resmi atau formalnya, di usaha-usaha yang saya jalankan, saya juga mengenal bayar mundur atau 'kredit' istilah 'slank'nya, kalau di daily goods bisa kredit sampai 45 hari, sementara saya jualnya 'cash' atau untuk agen kredit 15 hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agak kurang formal, jaman SMA, orang tua saya selalu memberi uang SPP tepat di awal bulan, biasanya mengisi dompet saya dulu beberapa lama, biar gaya, banyak duit di dompet. Kadang diputar dulu lewat arena judi QQ di bagian belakang kelas bila pelajaran membosankan dan gurunya lemah mental, tidak ada wibawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Paling tidak formal lagi kalau 'ngutang'. Namanya 'ngutang' pasti "butuh sekarang" atau "butuh hari ini", jadi judulnya "collect early". Pas bagian bayar, pasti jadi "Entar" atau "Besok" minimal "Tarsok" atau "akhir bulan ya...". That's my friend, we called them "pay late". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So buku tadi ternyata me'manage' pengalaman hidup juga. Menjelaskan kenapa saya dan ratusan atau mungkin ribuan orang lain lebih senang membayar tagihan telepon, listrik, dan PDAM tanggal 20 tiap bulannya, tanggal terakhir kesempatan bayar. Antrinya bisa berjam-jam. Buat anda yang membayar sendiri tagihan-tagihan di atas, tentu tahu bahwa dari awal bulan sampai tanggal 20 tersebut, bahkan tanggal 19nya, kantor-kantor kas tersebut masih sepi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herannya, kenapa prinsip ini tidak diajarkan di sekolah? bahkan di perguruan tinggi jurusan ekonomi? (atau mungkin saya tidak sempat mempelajarinya karena cuma kuliah ekonomi 2 tahun). Mungkin takut SPP dibayar terlambat. Takut dianggap munafik, 'ngajari' "pay late" tapi tidak memberi 'utang'an SPP. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hikmah dari tahu prinsip tersebut adalah; sekarang saya mengerti mengapa susah sekali menagih hutang ke teman-teman yang 'ngutang', mungkin mereka sudah tahu duluan dan menerapkan prinsip "collect early, pay late". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So buat temanku yang masih punya hutang pada saya dan susah sekali menagihnya, saya ucapkan, &lt;span style="color: rgb(255, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;"kamu memang punya prinsip!!"&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7982447-116507880640709698?l=abihaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abihaha.blogspot.com/feeds/116507880640709698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7982447&amp;postID=116507880640709698&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507880640709698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7982447/posts/default/116507880640709698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abihaha.blogspot.com/2006/12/prinsip-ekonomi-2.html' title='Prinsip Ekonomi 2'/><author><name>abi_ha_ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08662191541497908280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
