Monday, October 17, 2011

Kupat Tahu

Baru saja selesai sarapan 'kupat tahu' yang dibungkuskan istri sembari pulang mengantar anak-anak sekolah. Kupat tahunya gagrak Tasikmalaya; potongan ketupat dan tahu digoreng 'medium rare' lalu ditaburi tauge (bukan kecambah) yang dari 'nyakrek'nya pasti hanya dimatangkan dengan sekedar dicelupkan ke air panas, lalu disiram bumbu kacang halus encer dengan sedikit kecap. Rasanya condong manis.

Sambil sarapan tadi, jadi ingat pertama kali mampir di lapak penjual kupat tahu tersebut hampir 2 tahun lalu.

Waktu itu langganan kupat tahu sarapan kami berlokasi kira-kira dua perempatan sebelum lapak kupat tahu yang sekarang kami langgani. Di seberang pasar tradisional terdekat dari rumah. Biasanya dibeli oleh pembantu rumah tangga yang sekalian belanja pagi. Kemudian ketika anak sulung kami masuk SD, rute pulang-pergi mengantar-jemputnya melalui lapak kupat tahu yang kemudian kami langgani tadi. Beberapa kali terlihat lapak itu selalu penuh antrian. Penasaran, akhirnya sempat juga kami mampir.

Lapaknya sederhana, ruang kecil dengan dua set meja-bangku kira-kira 3x4 meter saja. Gerobak yang sudah statis menjadi area saji, ada di paling depan. Waktu itu mungkin karena bentuk gerobak dan tampilan 'signage' yang mirip, membuat istri saya membuka percakapan dalam bahasa Sunda dengan penjualnya, yang pasti adalah juga juragan pemilik lapak;

Istri saya (i) : Mang, ini sama nggak dengan yang di **** (langganan kami sebelumnya) ?
Penjual (p) : Sama neng kupat tahunya.
(i) : oh berarti yang di sana punya mang juga?
(p) : bukan neng.
(i) : lho katanya sama?
(p) : iya sama kupat tahunya, tapi bukan punya mang.
(i) : saudara?
(p) : bukan, orang lain aja itu mah.
(i) : beda dong mang.
(p) : ah tapi sama juga enaknya yang sana mah neng.

Di jaman kapitalisasi dan persaingan bebas macam sekarang, tanggapan penjual kupat tahu tersebut terhadap persaingan luar biasa. Betul-betul kontra marketing. Death of marketing tanpa perlu kirim peti mati tapi bikin happy.

Walaupun kemudian setelah dicicipi rasanya tidak lebih istimewa dari langganan kami sebelumnya, kami pindah dan masih berlangganan sampai pagi ini.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home