Sunday, December 03, 2006

Nasionalis atau Sekedar Chauvinis? atau Malah Rasis?

Posting berikut diambil dari posting saya kira-kira semasa kampanye pemilihan presiden putaran pertama beberapa waktu lalu. Posting ini saya kirim ke milis yang saya ikuti juga ke bagian program stasiun televisi Trans-TV, entah sampai entah tidak, tapi saya kirim ke program@website.mereka. Entah kenapa saya posting di sini tapi rasanya ada hubungan juga dengan 17 Agustusan.

===========================================================

Banyak kata selama ini diucapkan tanpa kita pedulikan apa makna, definisi dan kriteria yang memberi arti pada kata tersebut, "...yah begitulah pokoknya..." bila dipertanyakan definisinya.

Penelitian "iseng" terkadang dilakukan untuk mencari definisi dari berbagai kata tersebut, contohnya; 'Cantik' pada penggambaran wajah wanita, setelah diteliti, sebentuk wajah berhak menyandang kata 'cantik' apabila memiliki kriteria; tulang pipi yang tinggi, proporsi mata lebar terhadap wajah, hidung mancung, jarak antara hidung ke bibir yang tidak terlalu jauh, panjang dagu yang cukup, keseimbangan antara kedua sisi wajah dan lain-lain.

Sangat menarik ketika penelitian terhadap kata 'lucu' dilakukan, apa arti 'lucu' tersebut? Kriteria apa terhadap sebuah kondisi untuk menjadi 'lucu'? penelitian tersebut akhirnya menunjukan bahwa 'lucu' harus memiliki unsur "Tidak Terduga".

Mengapa cerita tentang orang Amerika yang berkata "I am Rambo" ketika tepat menembak sebuah apel di atas kepala seseorang, lalu orang Inggris berkata "I am Robin Hood" ketika tepat pula menembak apel tersebut dan terakhir orang Indonesia berkata "I am Sorry" ketika ternyata ia salah sasaran menembak kepala yang diletakan apel di atasnya, kemudian menjadi lucu? Tentunya "I am Rambo" kemudian "I am Robin Hood" dan akhirnya tak terduga menjadi "I am Sorry".
Atau mengapa film "Jack Ass" menjadi lucu ketika seorang aktor menyetrum buah zakarnya sendiri? sementara film lain yang menyuguhkan adegan gantung diri menjadi tidak lucu. Rasanya karena kita tak pernah menduga bahwa ada orang yang tega dengan sengaja tanpa tekanan pihak manapun dapat menyetrum buah zakarnya sendiri, sementara gantung diri adalah hal yang "lazim".

Kembali ke layar televisi, setiap hari selasa sekitar pukul 16.00 atau 16.30 wib di Trans TV, anda akan disuguhi acara "Bul-Gil, Bule Gila" acara ini diharapkan menjadi sebuah acara hiburan dengan cara me'lucu', sesuai kriteria tadi, unsur "Tidak Terduga"nya adalah ketika "bule" melakukan hal "Tidak Terduga" seperti berjualan baso, asongan, ngamen, setir bajay dan lain-lain.

Bila acara ini menjadi 'lucu' untuk anda, mohon anda renungkan, mengapa orang-orang yang mungkin asal 'comot' karena sekedar ke'bule'annya kemudian menjadi "Tidak Terduga" ketika mereka melakukan hal-hal yang menjadi pilihan penghidupan bagi sebagian orang yang tidak 'bule'? dan hal-hal yang dilakukan tersebut sama sekali tidak "lucu"?

Mungkin pertanyaan besarnya adalah sebagai berikut; Apabila anda menjadi orang yang secara asal di'comot' untuk memerankan hal tersebut, tapi tanpa ke'bule'an tadi, apakah anda menjadi hal yang "Tidak Terduga"? kalau anda bukan siapa-siapa, bagi orang yang tidak kenal anda, rasanya tidak ada satu hal pun yang membuat lakon anda menjadi lucu, karena anda "Terduga" dapat melakukan hal-hal tersebut karena anda bukan 'bule'.

Bagi saya, acara ini secara tidak sadar akan makin menyuburkan inferioritas bahwa 'bule' lebih banyak memiliki ke "Tidak Terduga"an dibanding anda atau saya yang tidak 'bule'.

Silakan anggap saya seorang rasis gila atau chauvinis yang punya terlalu banyak waktu untuk menonton televisi, tapi menurut saya Trans TV secara tidak sadar telah menayangkan acara yang merendahkan martabat orang yang tidak 'bule', terlebih pada peran orang-orang yang diperankan 'bule'-'bule' tersebut.

Untuk lebih lucunya, sebaiknya ganti pemeran acara tersebut dengan tidak mementingkan 'bule' atau tidaknya, misal para artis atau para calon presiden RI lalu beri judul "Ar-Gil" atau "Capres-Gil".

Insya Allah lebih "Tidak Terduga".

0 Comments:

Post a Comment

<< Home