Wednesday, November 28, 2007

&^#$!^%$@! Kancut!

Fully inspired by http://sinema-indonesia.com/

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kancut. Bayangkan, tanpa kancut, sudah berapa banyak pria yang kondor koyor-koyor atau malah turun berok. Seramnya, bayangkan berapa banyak pasak yang bakal cedera terjepit ritzluiting.

Untuk itu, hari ini dipersembahkan 'Kancut Awards' atas prestasi putra-putri bangsa di berbagai lapisan, mulai dari 'kerah putih' sampai 'tengkuk merah'.

Pagi ini, dengan niat mulia menyisihkan sedikit uang untuk membantu menggenjot perekonomian nasional lewat 'mutual fund' campuran yang sebagian dananya diinvestasikan ke 'government bond', saya berangkat ke sebuah bank nasional terbesar milik pemerintah untuk membeli produk 'mutual fund' tadi. Tiba jam 9 lebih, ambil nomor antrian lalu duduk manis. Hanya selisih 3 nomor antrian dari nomor antrian yang sedang dilayani 'customer service'/CS. Setelah antri hampir 1 jam, dipanggilah nomor saya. "Selamat pagi pak... bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." - "Maaf pak menunggu lama, sedang ada gangguan pada kualitas online kami" (ya... ya... ya..!!). Lalu saya jelaskan niat, minat, maksud dan tujuan datang, mulailah CS tadi menyiapkan form ini-itu, lalu sibuk 'klik-klik' sana-sini. Beberapa waktu 'klik-klik' yang bukan mejik juga bukan trik, diiringi 'mumbles' mambo-jambo ditambahi decak halus maka "Maaf pak tampaknya oflen lagi" - "Begini pak, dicoba ke cabang jalan xxx dan transaksi disana juga bisa, toh sudah ada nomor akunnya" (ya... ya... ya...!!). Untuk sistem antri yang lama lalu hanya memperoleh oflen, dipersembahkan :

Untuk perusahaan teknologi informasi yang menyediakan sambungan 'len' tadi serta petinggi bank nasional terbesar milik pemerintah yang memutuskan membeli dari penyedia sambungan 'len' tadi dipersembahkan :

Pindah ke cabang jalan xxx, kembali antri, kembali selisih 4 nomor dengan antrian hampir 1 jam. Kembali dapat "Selamat pagi pak... bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." dari CS. Kembali saya jelaskan niat, minat, maksud dan tujuan datang, mulailah CS tadi menyiapkan form ini-itu berikut fotokopi KTP. CS ini tanpa klik-klik, mejik, maupun trik tapi pergi menuju konter kasir. Lebih kurang 15 menit CS datang lagi dan lagi-lagi dimulai dengan "maaf". (gleg! asu! opo maneh ki!!). "Ternyata akun hanya bisa top-up di cabang tempat dibuka, karena bla... bla... wek... wek... cuit... cuit..." (ya... ya... ya...!!). Untuk sistem antri lama, hal yang konon bisa ternyata tidak dan sistem yang tidak onlen antar cabang, dipersembahkan :

Gagal urusan investasi, berangkat urusan cari duit. Pertama ambil hasil 'preprint' di sebuat 'preprint center' terkemuka di Bandung. Seharusnya selesai kemarin sore, tapi jadwal naik cetak siang ini sesudah makan siang. Ternyata belum ekspose plat! Walaupun terlihat ekspresi sebetulnya lupa naik ke plat, sang CS berkilah, "Maaf pak, ragu mau naiknya karena posisinya tidak standar" sementara desain sebetulnya hanya kop surat ukuran A4. Kembali antri ekspose plat lebih kurang 1 jam. Untuk lupa ekspose, kilah lihai, dan antrian ekspose yang lama, dipersembahkan :

Tak lupa menelepon percetakan untuk minta ulur jadwal 1 jam.

Ketika menunggu, masuklah 4 orang anggota organisasi kepemudaan ternama. Badannya kekar-kekar, sehat, dan suaranya yang keras membuat CS 'preprint center' agak keder. Rupanya menyerahkan proposal, terdengar "...untuk kegiatan organisasi...". Untuk mereka yang apabila mendaftar jadi satpam atau tamtama pasti diterima tanpa tes tapi lebih memilih mengirim proposal kasih sayang, dipersembahkan :

Selesai plat sudah pukul 2 kurang. Pacu Honda Win ke percetakan dan yang didapat adalah "Maaf pak, sudah naik yang orang lain dulu, soalnya bapak terlambat". 'Orang lain' yang disebut tadi naik cetak 8 rim atau 4000 lembar. Selesai kira-kira nanti malam, padahal saya hanya cetak 350 lembar, tak sampai 2 jam mencetak pasti beres. Harapan pada shift kerja malam. "Maaf pak yang kerja malam tidak akan masuk, sudah ijin ada acara keluarga". Untuk jadwal yang tidak terulur dan acara keluarga yang menghambat kerja dipersembahkan :

Baru teringat, hari ini jadwal kontra bon di 2 pelanggan, maksimal jam 2. Juga ada janji kirim invoice ke pelanggan. Semua gagal. Untuk saya, supplier yang untuk menagih dan padahal mau dibayar malah tidak muncul (apalagi deliver produknya!?), dipersembahkan :

Untuk kata "maaf" dan manfaat penggunaannya dalam bahasa bangsa besar ini dipersembahkan :

Untuk hari yang sangat cerah dan lancar ini dipersembahkan :

0 Comments:

Post a Comment

<< Home